Bagian 1

21 2 0
                                        

Kegiatan ku hari ini sama saja seperti kegiatan ku di hari-hari biasanya, hanya saja karena ini hari senin jadi aku harus bangun lebih pagi dari biasanya yang bertujuan untuk mengantisipasi terlambat hadir, ya seperti kalian ketahui hari senin selalu diadakan upacara bendera dan pasti jalanan selalu macet di senin pagi.

Aku segera beranjak dari tempat tidur ku, mematikan alat yang membantu ku bangun dengan suara nya yang nyaring terdengar satu ruangan kamar, iya betul alarm jam yang sedari tadi sudah berisik menyuruh ku untuk bangun. Aku segera mandi dan memakai seragam hari senin yang lengkap dengan topi, dasi, gesper dan tak lupa membawa almet OSIS. Setiap hari senin aku selalu menjadi petugas keamanan untuk menjaga kelancaran upacara.

Aku segera berangkat menuju sekolah ku, ya aku memang tidak sarapan sebab tidak terbiasa dengan hal itu. Dan ya sesuai dugaan, macet total ditambah lagi ada truck yang bannya bocor didepan sana membuat keadaan macet dua kali lipat dari biasanya.

Sudah 25 menit aku dan mobil ku masih tetap ada di tempat yang sama, tidak bergerak sama sekali akibat macet. Karena aku takut terlambat akhirnya aku memesan ojek online agar dapat sampai di sekolah dan tidak terlambat.

"Pak, saya naik ojek online aja macet banget soalnya. Bapak muter balik aja gapapa" ucapku pada pak Anton supir pribadi keluarga ku.

"Gapapa non emangnya kalo naik ojek?" Tanya pak Anton yang masih ragu.

"Iya pak gapapa, aman kok" jawabku meyakinkan pak Anton sembari mengangkat kedua jempol ku.

"Yaudah deh non, hati-hati ya..bapak tungguin disini sampai non naik ojeknya" pak Anton akhirnya menyetujui keinginan ku untuk menaiki ojek.

"Iya pak, siappp" jawab ku penuh senyum.

Ojek online yang ku pesan pun datang, aku bergegas naik dan kemudian berangkat menuju sekolah ku. Naik ojek online motornya bisa dibawa untuk menyelinap diantara sela-sela mobilsehingga memudahkan ku untuk sampai lebih cepat dan tepat waktu. Tepat sekali bel sudah berbunyi saat aku menginjakkan kaki untuk turun dari motor.

Dilapangan pun sudah lumayan banyak siswa yang bersiap mengikuti upacara, banyak juga anggota OSIS lainnya yang sedang menyiapkan perlengkapan upacara.

Hari ini aku berjaga di bagian pintu gerbang untuk mencatat siapa-siapa saja yang terlambat hadir, aku bergegas menaruh tas di ruang kelas dan berlari menuju gerbang untuk bertugas. Upacara telah dimulai sejak sekitar 15 menit yang lalu, sudah 6 nama siswa tercatat terlambat hadir. Upacara hampir selesai namun tiba-tiba sosok lelaki berdiri tegak didepan gerbang setelah melangkahkan kakinya dari arah parkiran.

"Bukain buruan" ucapnya menatapku, aku hanya diam saja menatap matanya entah kenapa namun sepertinya cinta pada pandangan pertama itu memang benar adanya, hati ku berdegup kencang menatap matanya yang indah itu.

"Bukain buruan woiii!!!" Ucapnya mengulang kalimat sebelumnya tetapi lebih lantang yang membuatku tersadar dari lamunan.

"Eh..i..iya ka maaf" ucapku sambil membuka gerbang. Saat lelaki tersebut ingin melangkah masuk aku pun menghadangnya dengan tangan ku.

"Tunggu dulu ka, mau di data karena kaka telat" ucapku sambil kembali sekilas menatap wajahnya.

"Namanya siapa ka? Dari kelas berapa?" Tanya ku kepada sosok lelaki tersebut yang kemudian dijawabnya dengan arah tangannya menunjuk name tag yang ada di seragamnya, aku yang paham maksudnya pun segera mencatat namanya.

Oh..Langit Wiratmajaya namanya, ucapku dalam batin. Kemudian aku kembali bertanya "kalo kelasnya ka?"

"Dua belas ips dua" jawabnya singkat, padat dan jelas diiringi muka datarnya.

"Oke baik ka terimakasih, silahkan untuk ikut baris di barisan siswa yang terlambat lainnya dibagian belakang ya" ucapku sambil menunjuk kearah barisan yang ku maksud, dan tanpa menjawab sepatah kata apapun lelaki tersebut mengarahkan langkahnya untuk mengikuti perintahku tadi.

"Pstttt..pstttt" panggil Citra kepada ku dari barisan upacara yang kemudian ku jawab dengan isyarat menaikkan alis dengan maksud 'kenapa?'. Citra hanya tersenyum saja sehingga membuatku bingung harus bertindak apalagi. Setelah upacara selesai aku segera menyerahkan data nama siswa yang terlambat hadir kepada kesiswaan untuk segera mendapatkan sanksi, setelahnya aku segera kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran. Belum juga aku duduk dikursi ku sudah datang Citra dengan wajah sumringah sambil teriak heboh memanggil nama ku.

"GREYYYYY OEMJIIII"

Aku yang bingung sedari tadi dengan apa yang ingin Citra katakan sebenarnya segera bertanya "kenapa si Cittt? Dari tadi loh kaya gituu.. bikin penasaran aja"

"Yaampun Greyyy!!! Lo tau gak si Grey, cowo yang terlambat paling akhir itu tadi namanya ka Langit!!" Ucapnya histeris

"Iya gua tau tadi kan sempet catet namanya juga, kenapa?" Tanya ku heran dengan semua tingkah heboh Citra pagi ini.

"Masa lo ga tau si Grey kalo ka Langit itu..."

KRINGGGG...KRINGGGG...KRINGGGG...
Belum juga selesai Citra melanjutkan ucapannya namun bel sudah berbunyi dan guru pengajarpun sudah masuk kedalam kelas.

TBC

🅑🅤🅑🅑🅛🅤🅔🅢🧚🏼‍♀️

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 12, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Langit Abu-AbuWhere stories live. Discover now