Disiang hari dengan cuaca yang sangat cerah dengan hawa yang lumayan dingin serasa ingin hujan. Hidup seorang anak bersama kedua orang tuanya yang berencana untuk pergi makan makan bersama neneknya pada esok hari.
"Mau jam berapa besok perginya?, Biar aku bisa main game sama temen" tanya si anak sambil berteriak ke kedua orang tuanya dari lantai dua.
"Siang kali ya atau gak jam sepuluhan biar kagak panas pas jalannya" saut si ibu.
"Yaudah nanti malem malem aku begadang ya"
"Jam empat harus udah tidur biar nanti jalan gak ngantuk"
"Iya iya santai aja, siang ini aku tidur kok biar malem gak ngantuk" sambil menutup pintu kamar dan menyetel video supaya gak terlalu sepi.
"Oh iya ibu sama ayah mau pergi dulu ya"
"Kemana?"
"Belanja Buat entar makan malem"
"Yaudah, hati hati ya" sambil memejamkan matanya perlahan.
Malemnya si anak dibangunin ibu karena sudah jam nya makan, bangunlah si anak dengan nyawa yang belum terkumpul. Setelah sadar si anak langsung menuju ke lantai satu untuk makan malam.
"Nanti main nya jangan berisik!, takutnya diomelin tetangga lagi" bilang si ibu sambil mengambil mengambil nasi.
"Iya iya, gak akan berisik lagi kok"
"Oh iya pembagian rapotnya kapan?"
"Seharusnya Sabtu sih, siangan karena aku kan absen dua puluhan" sambil mengunyah makanannya.
"Bisa kayanya ya?"
"Bisa lah seharusnya kan bentar ini ambil rapotnya" dengan sontak ayah menjawab.
"Emang mau kenapa sih, kayanya pergi terus" dengan nada sedikit marah.
"Kan kondangan, kamu mah gak usah ikut, dirumah aja"
"Ya pastilah hehehe" dengan sedikit tersenyum
Setelah selesai makan malam si anak langsung kelantai dua dan mengajak temannya untuk bermain. Di tengah tengah permainan hujan turun semakin deras dan kencang yang mengakibatkan mati lampu di daerah sekitar, sontak si anak kaget dan langsung ingin memberi tahu kedua orang tuanya, dengan melewati lorong yang gelap, ia berjalan dengan hati hatinya dikarenakan air yang menetes dari langit langit rumahnya.
"Ayah ibu.." sambil mendorong dorong badan mereka.
"Ada.. apa sih?!" Dengan nada sedikit kesal
"Mati lampu, takut hehe"
"Yaudah sini" sambil mengajak nya ke kasur dan memeluknya.
Pagi hari pun tiba, hujan masih melanda daerahnya begitupun dengan listrik yang masih mati. Awal nya mereka ingin membatalkan rencananya, akan tetapi dua jam sebelum berangkat hujan pun mereda yang membuat mereka senang dan langsung siap siap untuk berangkat.
"Nanti mau makan apa di sana?" Tanya ibu sambil membonceng si anak dengan motornya
"Bebas mau makan apa"
"Yaudah"
Tibalah mereka ditempat tujuan, ayah dan ibu langsung memarkirkan kedua motornya dan si anak bersama neneknya langsung mencari tempat duduk untuk mereka.
"Mau mesen apa nih?" Sambil menarik kursi dan menunjukkan menu makanannya.
"Ayah kaya biasanya"
"Oke, kalau nenek? Mau apa?"
"Yaudah sama aja, mana ngerti nenek sama makanan nya" jawab nenek dengan bingung.
"Hahaha, yaudah, kamu bebas kan" sambil menengok ke si anak.
"Iya apa aja"
"Yaudah ini ya"
"Yaudah sambil cobain yang baru"
Setelah selesai makan mereka pun langsung pulang.
"Nih karcis sama uangnya" sambil memberikannya pada ku.
"Nanti kembaliannya kasih ke abang abang yang suka nyebrangin gak?"
"Kasih aja kalo ada Abang Abang nya" sambil menyalakan motornya.
Ditengah tengah perjalanan menuju pulang, mereka berempat terpaksa berhenti dikarenakan akan ada kereta yang akan lewat.
*Ting Ting Ting Ting* suara bel tanda kereta mendekat.
"Ibu ini perasaan aku doang atau emang perasaan nya kagak enak ya?!" Tanya si anak dengan muka cemas.
"Sama nih tiba tiba hawanya gak enak"
Dan benar saja kerena kereta yang harus nya berjalan lurus malah membelok dan terpecah belah, yang membuat semua gerbong kereta terpental ke sisi kanan dan kiri kereta yang mengenai dan menghancurkan pos penjagaan sekaligus orang orang yang menunggu datang nya kereta, karena hal tersebut membuat ayah, ibu dan si nenek meninggal.
"Huh..apa yang.. terja..d..i? Tanya di anak kepada dirinya sendiri yang sedang sekarat dan merasa pusing.
"Kasihan nya ya, kamu masih muda tapi sudah mengalami hal yang sangat menyedihkan" dengan suara lembut yang dihasilkan oleh cahaya putih berbentuk layaknya manusia yang terbang mengarah ke hadapannya.
"Si..apa..kamu?" Sambil merasa kesakitan.
"Singkatnya, apa kamu mau hidup kembali, walaupun dengan kehidupan yang sedikit berbeda"
"Huh..hidup..kembali?, Haha..apa apaan itu..?
"Mau atau tidak?"
"Yaudah mau, ...aku menginginkan hidup kembali"
*Ting* suara bel
Bersambung~
YOU ARE READING
Zen : After Life Story
Fantasy!Dalam tahap percobaan! -------------------------------- Seorang anak yang sekarat ditawari bereinkarnasi oleh Sang Dewi ke dunia buatan nya, dan cerita akan berfokus pada seorang anak yang diberi nama "Zen" oleh Sang Dewi di dunia buatan nya.
