Happy reading 💖
"Terkadang pura-pura bahagia adalah jalan terbaik untuk menutupi sebuah luka"
Namanya Alisa Shavana Azahra ini adalah awal dari kisahnya.
Semuanya berawal dari kebangkrutan bisnis ayah nya, dimana ayahnya tertipu oleh rekan bisnisnya sendiri yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri.
Saat itu Alisa tengah duduk di bangku kelas 2 SMP, dimana bisnis ayahnya bangkrut dan memiliki sejumlah hutang besar kepada bank dan para rentenir.
Di tengah malam yang gelap gulita ketika Alisa, ibu, dan adiknya sedang tidur. ayah Alisa pergi meninggalkan Alisa, ibu, dan adiknya.
"Maafkan saya Karna saya tidak bisa menjadi suami yang baik buat kamu, saya harap saya bisa bangkit kembali dan bisa hidup bersama kamu dan anak-anak dengan penuh kebahagiaan" ucap ayah Alisa sambil mengusap rambut ibu Alisa yang tengah tertidur lelap lalu mencium keningnya, kemudian mencium kening anak bungsunya yang tengah tertidur di samping istrinya.
"Alisa ayah tau kamu anak yang kuat, putri kebanggaan ayah, yang kuat ya sayang ayah janji ayah akan kembali" ucap ayah Alisa sambil mengusap rambut Alisa yang tengah tidur di kamarnya.
Ayah Alisa pergi tanpa meninggalkan jejak ataupun surat untuk keluarganya ia pergi begitu saja meninggalkan keluarganya dengan sejumlah hutang yang sangat besar.
3 Minggu pun berlalu ayah Alisa tidak kembali, ibunya merasa tidak sanggup menghadapi para rentenir dan pihak bank, hingga akhirnya ibu Alisa pergi bersama adiknya dan meninggalkan Alisa di rumah nenek dan kakeknya.
"Sayang kamu tinggal sama kakek dan nenek dulu, nanti setelah 1 bulan mamah akan jemput kamu".
"Mamah janji ya jemput Alisa" ucap Alisa dengan wajah tersenyum yang sedang menutupi luka.
1 bulan berlalu ibu Alisa tidak kembali bahkan ayah Alisa pun tak pernah kembali, para rentenir dan pihak bank datang ke rumah kakek dan nenek Alisa untuk mencari kedua orang tua Alisa.
Setiap hari Alisa selalu menunggu kedatangan kedua orang tuanya namun kedua orangtuanya tidak pernah kembali.
Hari demi hari Alisa lalui dengan penuh penantian akan kepulangan kedua orangtuanya, namun di balik penantian itu ia tampak hidup bahagia dengan kakek, nenek nya untuk menutupi lukanya.
Masa SMP Alisa di penuhi penantian akan kepulangan kedua orangtuanya, namun di balik semua itu ia tampak bahagia di luar meski hatinya berlarut dalam kesedihan.
Pada saat itu untuk pertama kalinya ibu Alisa menghubungi kakek dan nenek Alisa, ia berjanji akan menjemput Alisa dalam kurun waktu 1 Minggu, saat itu Alisa tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba olimpiade matematika di sekolah nya.
Mendengar bahwa ibunya akan kembali Alisa sangat bersemangat dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba Agar mendapat juara 1 dan memberikan hadiahnya kepada ibunya.
Dan ya, Alisa mendapatkan juara 1 dalam lomba olimpiade matematika, namun ibunya tak kunjung datang bahkan tak ada kabar, Alisa menunggu ibunya tanpa makan sedikitpun dan pada akhirnya Alisa jatuh sakit.
"Mah Alisa kangen, kenapa mamah selalu ingkar janji sama Alisa?, dulu mamah bilang akan jemput Alisa dalam waktu 1 bulan, tapi mamah ga pernah jemput Alisa bahkan mamah ga pernah nanya kabar Alisa, sekarang mamah pun berjanji sama Alisa akan menjemput Alisa, tapi mamah ingkar janji lagi" ucap Alisa dalam tidurnya, yang membuat nenek nya menangis mendengar ucapan Alisa.
Pada saat itu kakek dan nenek Alisa khawatir akan keadaan Alisa sudah berhari-hari Alisa tidak makan bahkan sakitnya pun tidak sembuh-sembuh.
Nenek dan kakek Alisa mencoba untuk menghubungi ibunya Alisa, namun handphone nya tidak tersambung. lalu mereka mencoba untuk menghubungi handphone ayahnya Alisa dan ternyata tersambung.
"Adi kamu di mana? Udah berbulan-bulan tidak pulang, anak mu sakit tidak mau makan bahkan istrimu pun pergi dari rumah ninggalin anakmu sama ibu."
"Maafin Adi Bu, tolong jaga Alisa ingsallah besok malam Adi pulang."
"Jangan bohong ya anakmu nunggu, dia sakit nungguin ibunya yang katanya mau jemput tapi malah ga jemput dan ga ada kabar."
"Iya Bu."
Di tengah malam yang gelap gulita Ayah Alisa pulang.
"Alisa" ucap ayah Alisa sambil membangunkan Alisa yang tengah tertidur sambil mengusap-usap kepala Alisa.
"Ayah" ucap Alisa dengan senyum sumringah lalu memeluk ayahnya.
"Ayah kemana aja? Alisa kangen, mamah sama Ade di mana?" Tanya Alisa sambil menangis di pelukan ayahnya.
"Loh ko anak ayah yang cantik ini nangis jangan nangis dong nanti cantiknya ilang."
"Alisa kangen kita kumpul-kumpul seperti dulu lagi ayah."
"Iya nanti kita kumpul lagi sama-sama Alisa sabar ya."
"Kata nenek Alisa ga mau makan, makan dulu ya lalu tidur lagi besok kan sekolah" lanjut ayah Alisa.
"Iya."
Alisa makan dengan di suapi oleh ayahnya, lalu ia kembali tertidur dengan posisi tidur di pelukan ayahnya.
^^^^
"Ayah bangun Alisa mau berangkat sekolah."
"Ya ampun anak ayah udah cantik aja" ucap ayah Alisa sambil mencium pipi Alisa.
Lalu Alisa menyodorkan tangannya kepada ayahnya untuk meminta uang jajan.
"Ayah tunggu ya jangan pergi ke mana-mana, Alisa pergi sekolah sebentar ko ga lama."
"Iya sayang".
"Ayah janji ya ga bakal ninggalin Alisa lagi" teriak Alisa yang tengah berjalan keluar rumah.
"Iya ayah janji" ucap ayah Alisa sambil tersenyum.
Dengan penuh semangat Alisa berangkat sekolah dan ia sangat bersemangat, ingin cepat-cepat pulang ke rumah untuk bertemu ayahnya, namun saat Alisa kembali ayahnya sudah tidak ada di rumah, ayah Alisa pergi meninggalkan Alisa.
"Nek ayah mana?."
"Ayah pergi untuk sementara kamu tinggal sama nenek dulu ya."
"Ayah pergi lagi?" ucap Alisa dengan wajah yang syok dan sedih.
"Ayah bohong, katanya ga bakal ninggalin Alisa lagi" ucap Alisa dalam hati.
Terima kasih 💖
"Tidak perlu mengucap janji jika berniat untuk mengingkari, karna sejatinya sebuah janji layak untuk ditepati bukan untuk di ingkari"
VOCÊ ESTÁ LENDO
ALISA
Ficção AdolescenteIni adalah kisah dari perjalan hidup Alisa. Menceritakan tentang kehidupan Alisa yang di penuhi berbagai macan penderitaan. Dimulai dari kebangkrutan bisnis ayahnya, Kemudian ayah nya pergi dengan meninggalkan sejumlah hutang, Lalu ibunya pun pergi...
