Nandia Dwi Putri

179 10 0
                                        

Nana berdecak kesal pagi ini,bukan karena di marahin Nenek,tapi karena cuaca di luar sana mendadak hujan,padahal Nana ingin membeli makanan kesukaannya di minimarket

"Dasar gak bisa di ajak kerja sama",celotehnya

"Lo ngomong sama siapa Na?"

Nana terlonjak kaget melihat sosok lelaki yang kini tengah berdiri di depan pintu kamarnya sambil menatap bingung ke arahnya

"Eh abang hehehe,gak kok Nana cuma kesel aja"

"Hadehh,pagi pagi udah kesel aja",senyuman tipis terukir manis di sudut bibirnya

"Banggg"

"Paan?"

"Temenin Nana yok",bersikap manja yang tentu saja membuat lelaki tersebut gemas

"Belajar dulu,besok ulangan kan",mengelus puncak kepala sang adik

"Ishhh gak seruu,Nana maunya sekarang"

"Mau di marahin Nenek"

Nana terdiam,membayangkan betapa ngerinya wajah sang Nenek saat memarahinya,jujur Nana sangat takut
itulah alasan kenapa Nana sangat membutuhkan sosok Rio,ya Rio Dwi Putra,seorang lelaki yang memiliki wajah tampan dan senyum yang manis,namun berbanding dengan sikapnya yang jahil,bobrok dan sedikit pemalas

"Masa cowo pemalas huuuu",tutur Nana mengejek

"Heh serah gue dong,mending lu diem daripada ntar gue sumpal pake kaos kaki"

Kalimat itulah yang sering orang orang dengar kala dua manusia tersebut berdebat hal yang sepele.

                         ____

Malamnya Nana izin untuk menemui sahabatnya si Yaya,rumah mereka tidak terlalu jauh,hanya berjarak beberapa meter dari rumah kediaman Nenek

"Nek,Nana izin ke rumah Yaya bentar yah",lirihnya sedikit takut

"Ya",singkat padat dan jelas,itulah kalimat yang berhasil lolos dari mulut si paruh baya itu

Nana menyalami Nenek dan setelah itu melenggang pergi,tak lupa juga menstater motor Scoopy berwarna merah maroon kesayangan nya itu,lalu berangsur pergi meninggalkan pekarangan rumah.

15 menit kemudian....

"YAAAAAAAAA,WOIIII BUKAINNNNN"

Ceklek

"Lo bisa gak siii jangan teriak,budeg gue tiap hari denger suara kuntilanak lo",cibir Yaya kesal

"Yehhh masa cantik,manis dan sexy begini di bilang kuntilanak,IRII BILANG BOSS",sahutnya lagi

"Heh lo bilang apa tadi?lo bilang Sexy,awas lo yahhh,bakal gue aduin Bang Rio",tekannya seperti nada mengancam

"Apaan siih lo,dikit dikit bawa bang Rioo,napa?lo suka?",tak mau kalah

Sontak Yaya langsung menggetok kepala sahabatnya itu,Nana memang begitu orangnya,hobi sekali membuat orang kesal dan terkesan tidak mau kalah,tapi bagi Yaya semua itu sangat spesial,bahkan Yaya mengganggap Nana adalah kaka perempuannya,meskipun mereka hanya beda 1 tahun,namun tetap saja Nana lah yang paling tua dari Yaya.

"Percuma berantem sama lo Na,gak bakal selesai juga,yang ada gue mati gara gara naik darah",pasrahnya melihat kelakuan sahabatnya yang kini tengah tertawa terbahak bahak melihat kekesalan Yaya

"Gue haus Ya,gak di tawarin masuk ke dalam gitu?terus di suguhin makanan sama minuman?",ceplosnya tak tahu malu,ya begitulah Nana,bukan Nana namanya kalau tidak malu malu-in haha

NandiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang