Hana memandangi gundukan tanah yang masih sangat basah itu dengan nanar. Gundukan tanah yang menjadi rumah baru untuk sang ayah.
Tak ada air mata yang turun dari wajah nya, mungkin dia mencoba untuk tetap tegar meski kenyataannya begitu rapuh.
Seorang wanita paruh baya mendekat ke arah hana, mencoba mengajak hana untuk pulang.
"Neng, udah yuk? Kita harus pulang."
"Iya mbok, mbok duluan aja. Hana mau temani bapak disini dulu, nanti hana nyusul"
Wanita paruh baya yang dipanggil mbok atau mbok darmi itu menghela nafas sabar, memaklumi kondisi anak majikan nya yang tentu sangat terpukul dengan kepergian sang ayah.
"Yasudah, mbok pulang duluan ya? Jangan lama-lama disini nya, nanti ada pengajian untuk bapak dirumah. Bapak juga butuh kita do'akan." Selepas mengucapkan itu mbok darmi segera pergi dari pemakaman, meninggalkan hana sendirian di tempat itu.
Hana memejamkan mata nya, menahan segala sesak yang menghimpit di dada nya. Ia ingin sekali menangis meraung tak terima dengan kepergian bapak nya, tapi apa guna nya? Orang yang telah pergi tidak akan kembali, tidak akan pernah kembali.
Sejak pagi cuaca hari ini terlihat sangat mendung, seolah semesta pun ikut merasakan kesedihan yang hana rasakan. Ditinggal oleh keluarga satu-satunya yang dia miliki cukup membuat dia sangat terpukul.
Sewaktu sang ibu meninggal, ada bapak yang menguatkan nya. Hana terlalu fokus pada kesedihan ketika dia ditinggal sang ibu, tanpa memikirkan bapak pun sama hancur nya.
Hana tahu bahwa bapak yang paling terpukul ketika mereka kehilangan ibu, tapi bapak datang untuk menguatkan dan menghibur dirinya. Seringkali hana melihat bapak menangis sendirian malam-malam sambil memandangi figura berupa foto pernikahan mereka, tetapi esoknya bapak kembali ceria seperti semula seolah tak terjadi apa-apa.
Kini hana sendirian, tak ada bapak yang menguatkan dan menghibur nya ketika sedih. Tak ada lagi yang mengkhawatirkan nya ketika dia sakit, tak ada lagi yang menyuruh nya untuk makan padahal 5 menit yang lalu dia sudah makan, tak ada lagi bapak yang cerewet. Semua kebiasaan yang bapak lakukan hanya akan menjadi kenangan.
Hana membenci kenyataan itu, kenyataan bahwa semua manusia akan berpulang.
***
Tbc
YOU ARE READING
JODOH PILIHAN AYAH
RomancePerjalanan hidup keduanya baru saja di mulai sejak kepergian bapak. Tak ada paksaan juga tak ada cinta di antara mereka. Meski begitu, mereka mencoba untuk menjalankan kehidupan pernikahan layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Lalu bagaimana j...
