Gordyn jendela di buka paksa memancarkan cahaya matahari yang masuk menembus jendela kamar Renatta.
"Rena, bangun yuk nak udah jam 6. Nanti kesiangan sekolahnya." ucap Ibu sambil menepuk bahu Rena agar bangun dari tidurnya.
"Hmmm" jawab Rena sambil merenggangkan tubuhnya dan mendudukan dirinya mengucek - ngucek matanya agar sadar sepenuhnya.
"Iyaudah kamu mandi, rapi - rapi terus sarapan, Ibu tunggu di bawah." perintah Ibu sambil mengelus kepala Rena.
"Iya Bu, Rena mandi sama rapi - rapi dulu kalo gitu." jawab Rena sambil menyingkap selimut dan bergegas pergi ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.
"Iyaudah, jangan lama - lama ya nanti telat!" balas Ibu sambil berjalan meninggalkan kamar Rena.
Tidak butuh waktu lama bagi Rena bersiap - siap karena memang Rena sedang diburu oleh waktu.
Rena yang sudah rapih langsung bergegas turun untuk sarapan karena sudah ditunggu Ibu di meja makan.
"Ehh Rena udah rapih?" tanya Ayah yang sedang duduk di meja makan sambil mengoleskan selai di rotinya.
"Udah Yah" jawab Rena sambil menarik kursi.
"Nih rotinya buat Rena aja deh, Ayah udah olesin selainya"
"Ini susunya buat Rena" lanjut Ibu.
"Wahh makasih Yah, Bu" jawab Rena.
Rena langsung melahap rotinya dan menyalakan ponsel miliknya. Dilihatnya layar ponsel sudah jam 06.35 Rena terkejut.
"Ya ampun udah jam segini, Rena telat" ucap Rena sambil memasukan sisa roti kemulutnya dan meminum susunya dengan terburu - buru.
"Pelan - pelan ih makannya, ditelan yang bener dulu nanti keselek" ucap Ibu khawatir.
"Ayah mau anterin Rena ngga? Rena kayaknya telat deh kalo harus naik angkot" rayu Rena agar Ayah mau mengantarnya.
"Bisa aja ngerayunya anak Ayah. Iyaudah bentar ya, Ayah pakai jaket dulu"
"Okey. Rena tunggu diluar ya!"
"Anak kamu tuh ada aja kelakuannya" gumam Ayah pada Ibu sambil menggeleng - gelengkan kepala heran.
"Iyaudah sanah cepet kasian Rena udah nunggu, nanti telat." balas ibu.
Rena diantar ayah kesekolah menggunakan motor kesayangan Ayahnya.
Setelah bermacet - macetan dijalan akhirnya Rena sampai di depan gerbang sekolah.
"Wahh untung Ayahnya Rena kayak Rossi jadinya Rena ngga telat deh" puji Rena kepada Ayahnya.
"Haha bisa aja kamu nih. Iyaudah nih uang jajannya Ayah kasih double"
"Assiikk, kalo gitu besok-besok kayak gini lagi ah biar dapet uang jajanya double hehe" jawab Rena sambil mencium tangan Ayah dan langsung memasuki gerbang sekolah.
"Renaaa Rennaa" gumam Ayah terkekeh.
Tidak lama Rena sampai kelas bel berbunyi menandakan kelas akan segera dimulai.
"Hampir aja telat" monolog Rena.
"Gue kira lu telat Ren" sapa Salma dari belakang Rena sambil merangkulnya.
"Engga dong, Ayah gue kan mantap bawa motornya"
"Engga anak ngga bapak kalo bawa motor nyari mati mulu emang" ledek Salma.
"hahaha kan buah jatuh tidak jauh dari pohonya Sal" jawab Rena menimpalinya.
"Iya juga si"
"Ehhh syuutt syuttt Bu Lisa udah masuk tuh!" ucap Rena sambil menyenggol siku milik Salma.
YOU ARE READING
Renatta [On Going]
Teen FictionRenatta seorang gadis remaja SMA yang dihadapkan dengan konflik kehidupan yang sangat kompleks. Berusaha bertahan hidup dengan keadaan yang memaksanya menjadi sosok yang lebih dewasa demi kebahagian Ibunya. Hingga akhirnya tanpa sadar sedikit merusa...
![Renatta [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/278919263-64-k331439.jpg)