"Selalu ada kejutan manis disetiap musim panas"
Iza tersenyum menatap langit yang begitu cerah.
YA AMPUN!
Iza di buat terkejut beneran oleh kehidupannya yang berubah dengan cepat secepat JNT super. Alih-alih kejutan manis, yang terjadi malah kejutan pahit! Give away macam apa ini tuhan.
Lihat saja sekarang, sepasang mata tajam sedang menatap intens kedua mata Iza dengan tatapan yang sangat mematikan.
"Jangan harapkan gue suka sama lo! Kalau bukan karena bunda, gue ogah nikahin cewe freak sejenis lo!"
Iza mendengus kesal mendengar ucapan laki-laki itu. Dirinya merasa heran, kok bisa-bisanya ada manusia yang geernya minta di cabuli.
"Ishh..ishh..ishh...ka Arka please! Iza tau ka Arka ganteng, tapi tolong ya geernya di kurangin. Orang geer rawan kena asem lambung soalnya." Timpal Iza tetap bersikap santai meskipun dalam hatinya ingin sekali mencakar wajah tampan Arka .
"Gua serius Freak! Awas aja, gaboleh ada satupun orang yang tau kalau kita suami istri, terutama Raka!
Iza mengerutkan dahinya heran.
"Tunggu! Raka...Raka yang mana?"
"Gak usah sok polos loh, Raka Sabian Putra lah, bukannya dia cowo lo"
Jawab Arka ngegas.
Iza membulatkan matanya kaget.
"Hah! Ka Arka kenal Raka? Ee..emang ka Arka siapanya Raka?" Tanya Iza gelagapan.
"Denger! Gue gamau ya kehilangan sohib deket gue cuma gara gara lo"
"Hah? jadi kalian..."
Iza benar-benar tidak menyangka. Rasa-rasanya dunia yang luas ini seketika berubah menjadi sempit.
Iapun menelan ludahnya kasar. bayangan tentang hal buruk yang akan terjadi mulai bermunculan di otaknya.
"IZA!" Teriak kecang seorang laki-laki yang ada di belakangnya.
Tunggu! Iza sangat mengenal suara itu.
Iza membalikan badannya dan benar saja.
"Raaa...Raka!"
Raka sudah berdiri tegap dengan wajah yang menah amarah.
Izapun menautkan alisnya ketakutan.
"Yaampun... sinyal sinyal penutupan hidup ini mah."
"Raka..gue bisa jelasin, gue punya alesan-"
"Gila za lu tega ya khianatin gue."
"Raka... gak gitu maksudnya,"
"Kalian berdua ternyata sama busuknya. Pengkhianat!"
"Gue ga bisaa maafin kalian!"
"Raka gue bisa jelasin,"
"Hahahahahaha..."
Tiba-tiba Raka tertawa seperti seorang psikopat, membut Iza semakin ketakutan.
"Kalian berdua harus mati!" Teriak Raka sambil mengeluarkan sebuah pisau di saku celananya.
"RAKA LO GILA? LO MAU BUNUH GUE"
"Sorry za pelaku pengkihanat teman seperti kalian emang harus di bunuh!" Raka perlahan melangkan mendekati Iza.
"Raka gue mohon jangan Raka,"
Iza mencoba mundur beberapa langkah namun sayangnya dia sudah berada di tembok pembatas.
"RAKA!"
"Ra...AAAAAAAAAAAAA"
Iza menjerit dan memejamkan matanya saat merasa sesuatu tajam menusuk perutnya.
"IZOT BANGUN!"
"Lu ngapain si teriak teriak"
Iza membuka matanya dengan cepat. Jantungnya masih terasa berdebar kencang.
Hosh...hoshh...hosh..(ceritanya ngos ngosan)
"Ya ampun.."
Ia mengerjapkan matanya berulangkali mencoba untuk mengembalikan kesadarannya.
"huft. Alhamdulillah cuma mimpi"
"Nyaman banget ya, za, tidur di pundak gue sampe kebawa mimpi."
Iza yang baru menyadari posisi dagunya yang menempel di pundak Raka langsung menarik dirinya menjauh. Untung saja hanya dagunya yang menempel bukan bagian tubuh yang lain.
"Paansih Raka, modus lu!"
"Modus iler lu modus, orang elu yang molor di pundak gue tadi," protes Raka membela dirinya.
"Lagian kita udah nyampe dari tadi Izot... lu malah molor, ngiler lagi njiirr" ucap Raka berlagak jijik.
"Untung sayang, kalau kagak udah gue impor lu ke delhi" sambungnya.
"Sayang sayang gue colok matalu! Lagian gue ga ngiler, enak aja"
Sanggah Iza sembari meraba-raba ujung bibirnya, barangkali benar apa yang di katakan Raka.
"Yaudah turun!"
"Sabar!" Iza pun turun dari motor vesva tua kesayangan Raka Itu. Kemudian melepas helmnya.
"Lu mimpi apaan sih barusan? heboh amat perasaan"
"Mimpi di bunuh mafia sumedang, udah ya bye!"
Iza pun pergi meninggalkan Raka begitu saja.
"Woy Izot! makasih makasih ke udah gue kasih tumpangan, kufur amat jadi orang. Gue bilangin ustad dhanu tau rasa lu" teriak Raka pada Iza yang sudah menjauh.
"Biar sekalian di ruqiyah kali aja lu jadi mau ama gue. Asyekk...buah semangka buah bibir...gue yang suka ngapa tetangga mencibirr" lanjut ngaco Raka sembari menirukan gaya dj tiktok yang sedang viral itu
Prolognya panjang ya bunda.
Mohon maaf jika banyak typo yang merusak imajinasi.
Sampai bertemu di part selanjutnya.
kritik dan sarannya ya:*
Selamat baper tanpa kepastian.
YOU ARE READING
Beauty Of Summer
Teen Fiction"Jika takdir sudah bekerja maka kita tidak bisa berbuat apa-apa" Bukankah begitu konsepnya pak hakim? Ya! itulah yang terjadi pada hidup seorang perempuan bernama Mikhaila Niza Farihah. Takdir membuat Iza terpaksa menikah dengan seorang laki-laki ta...
