Yokina Himawari. Ya, dia bernama Himawari, ia selalu ceria seperti namanya.
Hima selalu merasa senang ketika bersama seseorang yang dia cintai dan ia sayangi itu. Yaitu, Septian Ganasha. Kalian jangan berfikir mengapa namanya "Ganasha" dia tidak seganas seperti yang teman-temannya katakan. Kecuali, dia akan menunjukan keganasnya ketika Geng nya dilecehkan oleh orang tampak tak berdosa itu dan juga ketika ada seseorang yang ingin merebut kekasihnya.
Semenjak smp kelas 1 semester 2 Hima mengenal Septian. Entah dimana letaknya dan mereka saling kenal. Yang pasti, sejak Septian mengajaknya bermain basket disekolah SMP-nya dahulu mereka menjadi dekat. Dan selalu bersama.
Dan lama kelamaan Septian merasa nyaman bersma Himawari dan kemudian mengungkapkan perasaannya kepada gadis itu.
Sekitar tanggal 13 Juli. Septian berani menembak Hima disebuah lapangan basket setelah mereka sudah bermain basket bersama.
Banyak orang yang melihatnya dan bahkan para guru sekalipun. Bukannya mencegah kemersaan diarea sekolah, malah para guru khususnya paraguru perempuan malah mesem mesem dengan kejadian Septian menembak Himawari ditengah lapangan basket itu. Kata para guru perempuan sih begini "Ahh jadi pengen kembali dimasa muda, pengen suruh papah nenbak kayak Septian ditengah lapangan" dan banyak yang bilang "BAPERRR BANGETTT" itulah yang dikatakan para guru guru perempuan.
Sedangkan para pak guru hanya tersenyum menyaksikan. Tidak ribut seperti para guru perempuan lainnya.
Bahkan ada satu guru yang merekam kejadian itu dan ingin memberikan pidio itu kepada suaminya.
HIMAAA PENGEN GANTIIN POSISI LO DONGGG BOLEH GAAAA!
HIMAA INGETT MASIHH SMP KELAS DELAPAANNN OI ELLLAH
AHHH HIMAA GARA-GARA LO GUA BAPERRRR TANGGUNG JAWAB LO!
CIEE CIEE CIEE
PJ PJ PJ
WOW IMPRESIPPP!
Itulah yang Septian dapatkan sorakan kagak ada akhlak yang meraka lakukan. Sedangkan Hima dia memerah mukanya, lantaran malu dilihat banyak orang dan di tambah lagi meliahat muka Septian yang tak henti-hentinya tersenyum kepadanya.
Hima tidak berkutik sama sekali. karna Hiama malu... Woyyy sipasih yang ga maluuuu plis lahhh tolong akuu malu bangettt...
"Jadi diterimaganih" ucap Septian berjongkok sambil memegangkan tangan Hima yang berdiri dan tak lupa wajah Septian yang tersenyum manis sambil mengangkat satu alisnya.
Bluss
Muka Hima nampak semakin memerah. Karna ulanya ini.
"Emm" gumam Hima
TRIMA
TRIMA
TRIMA
AYOOO HIMAAA TRIMAAAA
JANGANN SIA SIAKANNN
AYO..AYO..AYO HIMAAA! TERIMA AYOOOO
Bahkan para gurupun bersorak kepada Hima agar menerima Septian menjadi kekasihnya.
Ahh ada-ada saja guru ku ini- batin Hima
"Emm.. Oky aku trima"
"Em? Trima apa?"
"Iya, aku trima"
"Trima apa?" Ucap Septian pura-pura lupa. Karna Septian menyukai muka malu Himawari yang tampak menggemaskan itu.
"Ish," ucap Hima kesal sambil memalingkan wajahnya, tetapi tangannya masih dipegang lembut oleh Septian
"Coba kamu ulangi lagi yang tadi aku omongin sama kamu dan jawaban kamu" kata Septian lalu aga berdiri menyamai tubuh Hima dan memegang tengkuk kepalanya dengan lembut
"Hm? Apa kamu bisa ulangin yang aku ngomong tadi?"
Hima marik nafas panjang terlebih dahulu sebelum ia mengucapkan yang membuat jantungnya hampir saja copot karenanya. "Iya, aku mau jadi pacar kamu" Himapun langsung tergunduk dan seketika Hima kaget karena tampa aba-aba Septian mengakat nya keudara.
Hingga kelas 11 SMA Hima selalu bersama Septian yang selalu setia bersamanya.
Hima bersyukur atas apa pun yang tuhan berikan kepadanya..
Hay guys!
Gimana pendapat teman-teman sama part ini?
Sebenernya aku bingung mau nulis apa lagi..
Tapi ya..
Di buat enjoy aja ya ga?
GUYS DON'T FORGET TO VOTE AND COMMENT IN MY STORY
YOU ARE READING
GERANENHA
RandomCoba deh, lo banyangin. Ger! Kalo lo jadi diposisi gue. Gue jatuh cinta kepada orang lain yang selalu membuat gue ada! Dan gue kenal dia udah dari lama dari pada gue kanal loh! Dan ketika dia ingin masuk kejenjang kehidupan yang lebih serius dan mal...
