SHREYA || 01

522 13 0
                                        

Happy reading semua ❤️

01 | Masalah awal

Di sebuah kamar bernuansa putih tulang, seorang wanita berumur sekitar 41 tahun meringkuk di atas ranjang dengan wajah meringis kesakitan. Tangannya yang sedikit bergemetar menekan perutnya mencoba meredakan nyeri yang mulai sedikit berkurang dibanding tadi malam.

Tak lama kemudian, suara hentakan kaki yang berlari  tergesa-gesa terdengar dari arah luar, memecah kesunyian yang sejak tadi menyelimuti kamar itu.

Pintu terbuka dengan kasar menampilkan seorang gadis dengan seragam putih abu-abunya yang jauh dari kata rapi. Ia berjalan menghampiri wanita yang terbaring itu.

"Kamu ini kebiasaan buka pintu engga bisa pelan-pelan, kamu ngapain masih di rumah? engga sekolah?" tanya wanita itu yang mencoba untuk duduk sambil bersandar di kepala ranjang.

"Mama kan punya maag, kenapa masih ngeyel sih makan pedas kemarin sama tetangga, liat sekarang maag nya kumat kan! Shreya panik banget tadi waktu tau mama sakit." Cerocosnya. 

Gadis yang diketahui bernama Shreya itu segera berjalan keluar kamar, tak lama kembali dengan membawa air hangat serta obat yang akan diberikan kepada mamanya.

Wanita itu menerima gelas dan obat tetapi tidak langsung diminum, ia menatap anak perempuannya dengan teliti.

"Jawab dulu, ini masih jam 10, ngapain kamu udah pulang?" ucapnya lagi sekali.

Shreya gelagapan, "Kayaknya Shreya harus kasi makan mochi dulu." Ketika akan berdiri, tarikan keras menyambar telinga kanannya.

"Mau kemana kamu?! Kebiasaan buruk jangan di pelihara! Eengga usah masuk aja sekalian sana!" Teriaknya.

"Wahh parah anak sendiri di tuduh engga bener, itu perbuatan tidak baik mama cantik," tuturnya dengan senyum semanis mungkin.

"SHREYA!!!"

*****

Derrtt

Ponselnya terus berdering, namun gadis cantik berkulit putih bersih itu masih setia tenggelam dibalik selimut tebalnya. Badannya meringkuk kesana kemari, mengabaikan ponselnya yang terus saja berbunyi tanpa henti. 

Semakin lama dering ponsel itu mengusk tidurnya, dengan mata yang masih terpejam, tangannya meraba-raba letak ponselnya diatas meja kecil disamping kasur. 

Ia mematikan alarm dan melihat jika jam sudah menunjukkan pukul 06.35. Tidak lebih dari 15 menit Shreya sudah keluar dari kamar mandi. Ia mengikat rambut panjangnya memperlihatkan leher jenjang miliknya. Sebelum keluar kamar ia menyambar jaket Baseball kesayangannya yang terlampir di kursi dan langsung memakainya.

Sebelum berangkat ia menyempatkan untuk memasak simple untuk dia kan mamanya. Setelah menaruh sarapan di meja makan, Shreya langsung berangkat menggunakan ojek online yang sudah ia pesan sedari tadi.

Shreya bersekolah di SMA N 3 Kompalintar. SMA negeri bergengsi ini bukanlah tempat yang bisa dimasuki dengan mudah. Sekolah Negeri dengan citra baik yang selalu dijaga sampai saat ini. Tetapi, Shreya mengetahui hal buruk yang disimpan sekolah ini.

Shreya termasuk siswi berprestasi walaupun selalu tertutupi dengan segala tingkah nakalnya, tak urung ia sering dipanggil ke BK dengan segala masalah. Banyak orang yang segan dengan Shreya bukan hanya karena parasnya yang cantik rupawan tetapi juga dengan sifatnya yang dingin dengan mulutnya yang sering melontarkan kata-kata sarkas.

SHREYAWhere stories live. Discover now