First

42 6 2
                                        


Hiruk pikuk ibu kota yang begitu bising di siang hari membuat Taehyung menghela nafas di depan kemudi mobilnya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Hiruk pikuk ibu kota yang begitu bising di siang hari membuat Taehyung menghela nafas di depan kemudi mobilnya. Ia tidak paham kenapa banyak sekali orang yang merantau kemari, termasuk temannya yang sedang duduk di sebelahnya.

"Jim, kenapa sih pilih Jakarta? Emang ga ada tempat lain apa kalo mau kuliah?" Tanya pria itu kepada temannya yang beranama Jimin.

"Kan gua niat kesini karna mau cari kerjaan, bukan kuliah. Karna gua temenan sama lo aja, jadinya gua ikutan kuliah." Ucap Jimin yang kembali mengingat cerita singkat pertemuannya dengan Taehyung.

Pada saat itu Jimin yang telah lulus sekolah memilih merantau ke ibu kota Jakarta dan tinggal di sebuah kost-kostan milik orang tua Taehyung. Rumah yang sederhana memiliki design bangunan bertingkat, Kost-kostan terletak pada lantai atas, sedangkan rumah yang Taehyung tempati terletak pada lantai bawah.

Jimin pekerja lepas, apa saja ia jalani. Salah satunya sebagai penyanyi café yang terkadang hanya di beri bayaran berupa makanan saja. Suaranya yang indah pada akhirnya membuat ia menjadi penyanyi café keliling pada saat malam hari hingga larut. Jimin memang sudah mempunyai bakat menyanyi sejak dini, bahkan ia mampu menciptakan lagunya sendiri. Selain menjadi penyanyi keliling pada larut malam, di pagi harinya jimin akan bekerja di sebuah pabrik hingga sore hari. Kegiatan Jimin berpola, ia akan berangkat di jam yang sama dan pulang di jam yang sama, dan Jimin akan selalu melihat Taehyung bersama teman kuliahnya yang sedang mengerjakan tugas atau sekedar nongkrong di teras rumah.

Suatu hari, Jimin pulang cepat dari jam biasanya dan itu bukan tanpa sebab. Pabriknya akan memecat beberapa pekerja sebagai tindak pemutihan perusahaan yang keadaan ekonominya tidak stabil. Dan Jimin adalah salah satu kandidat yang berkemungkinan terkena pemutihan tersebut karena ia hanyalah seorang lulusan STM(Sekolah Teknik Mesin), bekal yang ia pegang sebatas ijazah SMA-nya.

"kenapa bang?" Tegur Taehyung to the point. Jimin tidak menyadari keberadaan Taehyung karna pikirannya sudah penuh.

"hah? Gapapa." Balas Jimin singkat.

"gua sering liat lo bang disini, setiap lo pulang kerja. Btw, kayanya kita seumuran ya?"

"Iya, mungkin." Jimin benar-benar dalam mood tidak bagus.

"Gua Taehyung, anak yang punya kostan hehehe siapa tau lo belom tau." Taehyung mengulurkan tangannya yang langsung di sambut pula oleh jimin

"Gua Jimin."

"Umur gua 20 tahun, kalo lo?" Lanjut Taehyung bertanya

"Ya.. gua juga 20 tahun." Ah, Jimin baru mengingat sekarang umurnya sudah 20 tahun, pertama kali menginjak kaki di kostan ini umurnya baru 18 tahun. Dan ia tidak mempunyai teman sebaya sampai dimana detik Taehyung mengajaknya berkenalan.

Waktu ternyata benar-benar berlalu begitu cepat. Sampai dimana Jimin sering dibawa ketempat Taehyung biasa menghabiskan waktu bersama teman-teman sebayanya, teman-teman kampusnya hingga berkumpul dengan para senior kampus. Pada saat itulah Jimin memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya. Tidak ada yang telat, bukan? Jimin mengambil kelas malam karna ia seorang pekerja lepas. Jimin tidak akan pernah menyerah dengan pekerjaan ataupun dengan musik sekalipun. Ia sangat menyukai musik, walaupun ia tidak bisa menjadi penyanyi terkenal.

ADINDAWhere stories live. Discover now