Hai gays jadi disini aku mau kasih tau kalau alur cerita dan judulnya aku ganti, jadi maklum aja kalau banyak yang beda dari sebelumnya.
karena cerita kemarin aku kehabisan ide dan aku berinisiatif buat ganti cerita lama aku ke sekarang. Maaf kalau misalnya cerita aku kurang menarik karena aku disini baru menulis dan memahami gimana cara buat cerita jadi mohon maklum nya aja ya.
happy reading and stay safe semua❤
.
.
.
.
"kebahagiaanku sederhana hanya melihat kalian bahagia, aku juga bahagia"
.
.
.
*****
"permisi" ucap seorang gadis tergesa gesa menerobos kerumunan yang sedang mengerubungi mading sekolah.
kehadirannya, membuat beberapa orang memerhatikan dirinya yang membuat gadis itu meringis pelan lalu, kembali ke tujuan awalnya yaitu melihat mading.
matanya membulat saat melihat hasil nilainya di mading lalu, tidak lama setelah itu bibirnya mengembang sempurna.
yash. Pekiknya dalam hati lalu ia meninggalkan mading tersebut dan menuju ke kelas baru nya dengan keadaan bahagia, akhirnya usahanya tidak sia sia.
***
satu bulan lalu, tepatnya tanggal 6 juni dimana tanggal ujian akhir semester yang diadakan di setiap sekolah. Shena yang sedang berkutat pada bukunya terpaksa harus menghentikan nya terlebih dahulu karena kepalanya yang tiba tiba berdenyut.
shena memejamkan matanya erat erat berharap, rasa sakit itu hilang kemudian ia mengambil obat pereda nyeri nya di laci.
sudah tidak asing bagi shena untuk meminum obat pereda nyeri itu, memang setelah kejadian dimana ia hampir kehilangan nyawanya, ia harus meminum obat pereda nyeri yang diberikan dokter kepadanya.
Bukan apa apa shena akan terus mengalami sakit kepala itu mungkin sampai satu tahun. akibat benturan keras dikepalanya membuatnya mengalami sakit kepala tiba tiba.
Dokter sudah memperingati shena agar dia tidak terlalu kelelahan dan bisa memfosir istirahat nya namun, shena tidak mengindahkan peringatan tersebut. dia tidak ingin kedua orang tuanya kecewa atas nilainya yang tidak memuaskan.
"yaya makan dulu nak!" teriak bunda shena. Dikeluarganya besarnya shena selalu dipanggil yaya.
"iya bun, wait" Ucap shena lalu setelah dirasa sakitnya mereda, ia langsung membereskan bukunya dan keluar untuk makan malam.
***
shena membawa hasil ulangannya dengan senyum yang selalu mengembang dibibirnya kemudian, berjalan mendekati gerbang rumahnya.
"pak bukain dong" serunya kepada satpam yang sedang menonton TV di pos nya, kemudian satpam tersebut berlari kearah majikan mudanya untuk membukakan pintu gerbang.
"makasih pak" pekik nya kemudian, berjalan kearah rumah sambil bersenandung kecil.
"BUNDAA" seru shena lalu, memeluk bunda nya yang baru saja sampai dihadapannya. Sedangkan bunda nya heran melihat putri sulung nya yang terlihat sangat bahagia.
YOU ARE READING
SHENA
RandomMalam membuatku ingin menulis rindu, bukan untuk kau baca. Karena rindu yang sesungguhnya telah kau tinggal di tepian senja. maaf, kisah kita sekarang sudah berbeda. Jadi jangan samakan dengan keadaan kita yang sekarang. ____________________________...
