prologue

1 1 0
                                        

Hey, perkenalkan namaku Annelise Angelica Claudia Emanuel Hoermeson-Miller, kalian bisa memanggilku Anne/ Lise/ Angel/ Emma/ Clau. Biasanya teman-teman aku memanggilku dengan sebutan Anne dan Angel, tapi berbeda juga saat dalam acara kumpul keluarga.

Biasanya mereka memanggilku Emma/ Lise. Aku pecinta segala musik, mulai dari rock, pop, r&b, hip-hop, acoustic, dance, indie, rap. Tapi paling yang aku suka adalah acoustic, r&b, k/j-pop, dan tentunya pop. Setiap harinya aku selalu mendengarkannya.

Seperti saat ini aku menyetel lagu dari band favorit ku. Lagu "Story of my life"  terdengar kencang di kamarku. Untung saja papa membangun rumah ini temboknya di lapisi oleh busa supaya kedap suara.

Musisi terbaik ku kalian tahu siapa? Yup, aku suka dengan Harry Styles dan juga Rich Brian. Bakat mereka sangat bagus. Tahun kemarin, saat aku baru menginjak umur 16 tahun. Aku dengan beraninya beli tiket konser Harry Styles sendirian. Tiket itu berharga 8 juta-an dan langka pula. Aku datang sendiri ke Jerman tanpa di temani orang tua ku atau sahabat ku.

Selain aku pencinta musik, aku juga sangat suka belajar bahasa asing. Seperti sekarang, aku sedang belajar bahasa korea, french, spains, dan jerman. Kalian mau contoh? Yup, aku akan mencontohkannya.

"Hola, mi nombre es Anne. Ahora tengo 17 años."

Itu kalau dalam bahasa spanyol, kalian mau lagi? Aku perkenalan dalam beberapa bahasa. Satu lagi saja, setelah ini kalian harus dengarkan ceritaku.

"Bonjour, je m'appelle Anne. Maintenant, j'ai 17 ans."

Oke, lanjut. Aku sekarang sekolah di SMA Garuda. Di mana murid-muridnya sangat famous sampai pernyataan itu terdengar di sekolah lain dan bahkan semua masyarakat. Wajah yang cantik dan tampan mestinya.

Namun, ada hal yang wajib kalian ketahui. Selain murid-muridnya yang famous. Geng Cakrawala adalah geng yang terkenal karena anggota nya kejam dan jahat kepada siapapun. Mayoritas anggota geng itu bersekolah di SMA-ku. Geng tersebut sudah tersebar luas keberadaannya, sampai-sampai orang pada takut jika berurusan dengan geng itu.

Satu hal lagi yang ingin aku sampaikan ke kalian semua. Aidan Thomas Alexander Jacob van Heller, seorang laki-laki bermata kelabu, keturunan belanda - jerman - amerika - indonesia. Itu adalah ketua dari geng cakrawala. Wajahnya sangat tampan sampai-sampai hampir semua perempuan yang ada di sekolah menyukainya.

Sama halnya sahabatku, Ella. Dia sangat menyukai lelaki itu. Tidak berpengaruh terhadap aku, berbanding terbalik aku sangat membencinya karena sifatnya yang arogan, sombong, suka memerintah dan tidak berperikemanusiaan. Saat dia bertengkar, pun, matanya seperti elang yang ingin menyerbu mangsanya.

Sampai di mana papa tiba-tiba menjodohkan aku dengan anak dari rekan bisnisnya. Itu sangat lah kejam. Kalian tahu siapa orang yang mau di jodohkan dengan ku? Orang itu adalah AIDAN VAN HELLER, cuy. Sangat menjijikkan, fiuh. Aku sempat tidak setuju dengan permintaan papa itu.

Mama juga lebih membela papa ketimbang anak perempuannya, dengan dalil, "Ini demi kebaikan kamu, sayang. Mama mau ada yang menjaga kamu, kalau tiba-tiba saja mama dan papa pergi bagaimana? Mama, tenang jika ada yang menjaga mu." Menjengkelkan, memang aku masih balita gitu? Yang masih di jaga orang dewasa. Tidak, coy!

Jelas-jelas umurku masih 17 tahun, baru saja bikin KTP. Eh, dengan kejamnya papa malah menjodohkan aku dengan lelaki yang sangat aku benci. Oh shit! Sial banget kehidupan ku ini.

Jika dibilang sih enak juga punya suami cogan, ketua geng juga apalagi kaya raya. Tidak, bro. Sepertinya itu tidak enak. Yang jelas aku tidak butuh semua itu, kalau aku bisa menerawang jodohku akan aku cari sampai dapat.

Andai saja.

•••

"Sayang," panggil Ariana -mama Anne dengan suara sangat lembut mampu membuyarkan lamunan nya.

"Iya? Ada apa?"

"Kamu di tunggu papa di bawah sana, gih, samperin."

"Papa udah pulang, Ma?" Ariana mengangguk dan tak lupa mengelus rambut anaknya.

"Wah, asik!!!" Anne yang semula tengkurap badannya kini sudah berdiri sempurna dan mulai berlari menuju ruang tengah. Kakinya menginjak tangga satu persatu dan matanya juga beralih ke ruangan tersebut. Senyuman tercetak jelas.

Andreas tersenyum lebar melihat putrinya menghampirinya, tak lupa tangannya ia rentangkan agar putrinya memeluknya.

"Papa, mana kado, nya?" tanya Anne bergelayut manja di dada bidang Andreas.

"Ini." Andreas menunjukkan sebuah bingkisan yang terletak di depannya.

Anne membukanya dengan bahagia, bagaimana tidak? Papanya baru pulang dari Austria dan sudah lama ia tidak bermanja-manja an bersama papanya.

"Gelang dan apa ini?" tanya Anne kepada Andreas.

"Ini adalah bola kristal es yang di dalamnya ada penari balet," terang Andreas. Anne merajuk, mulutnya maju beberapa senti.

"Apa-apaan, sih, Pa! Aku kok malah dibeli-in mainan! Ingat, Pa, aku sudah besar!."

"Heh, mana ada? Di mata papa kamu masih kecil jadi--" ucapannya terpotong kala Anne pergi meninggalkannya.

"Udahlah, Pa! Anne marah sama, papa." Anne melengos begitu saja, meninggalkan papanya.

Andreas pun pergi meninggalkan ruang tengah menuju ke kamar anak gadisnya. Pintu tertutup rapat, dan saat ia mengetuk tidak ada seorang pun yang menyahut. Dirinya khawatir, jika anaknya kenapa-kenapa.

"Buka, sayang! Atau pintunya papa dobrak?" ancam Andreas

kini pandangan Anna mengarah ke arah pintu sebelum ia membuka pintu tersebut alangkah baiknya ia mengambil nafas sebentar, sebelum menghadapi papanya itu.

"Iya-iya, Anne, akan buka pintunya!" teriak nya.

Satu

Dua

Tiga

Akhirnya pintunya terbuka, papanya menatapnya tajam dan kemudian menyuruh ia duduk tanpa ada gerakan sekalipun.

"Duduk, Anne!"

"Besok kamu ikut papa dan mama ketemu rekan kerja papa! Tidak ada penolakan! Untuk tadi, kunci pintu kamu akan papa ambil." Andreas pergi keluar kamar anaknya, sebelum benar-benar keluar ia mengambil kunci yang menempel di pintu kamar anaknya.

"Fuck!" umpat Anne, menatap sekilas kepergian papa nya. Dalam hati Anne meneriaki nama papanya dan mulai mengumpat.

"Arghhh... Bitch, shit, fuck off, damn it!!!!"

"Papa kurang ajar!"

•••

End...

Cerita dari ide aku sendiri, semoga suka.


AIDANNEStories to obsess over. Discover now