Part 1

104 20 4
                                        

"GILAA!GILAAA!" Teriak Laely heboh saat salah satu siswa membobol gawang lawanya.pasalnya hari ini di SMA 8 BANGSA sedang mengadakan lomba antar kelas. Yang bertanding siang ini dari kelas XII Ips 1 dan XII IPA 4.

"Plis woy kuping gue retak nih!" Ucap Halima sambil menutup dua kuping nya dengan tangan nya. ya begini lah Laely setiap Arsya ngegollin selalu saja teriak teriak.

"Lo enggak liat apa itu Arsya! Arsya yang ngegollin!" Ucap Laely.

"Gue tau lah lo kira gue dari tadi nontonin apaan masa iya nonton keluarga somat" Ucap Fanni dengan santai nya dengan mulut yang masih penuh oleh keripik kentang yang ia tadi beli di kantin.

"Yang ditanya itu gue bukan lo" Ucap Halima.

Setelah acara pertandingan futsal yang dimenang kan oleh kelas XII IPS 1, Laely Halima dan Fanni lanjut bergosip di kantin memang hari ini adalah hari ulang tahun sekolah jadi selama 3 hari kedepan akan diisi lomba lomba antar kelas.

"Kalian mau pesan apa biar gue yang pesenin." Ucap Laely

"Tumben lo baik ke kita kita iya enggak Fan?" Ucap Halima ke Fanni yang sedang fokus ke Kiripik kentang nya, entah lah menurut Fanni keripik kentang adalah semangat hidup nya.

"Bentar gue ramal dulu" ucap Fanni kemudian ia menaruh snack kiripik kentang nya dan kedua telunjuk nya ia tempelkan di pelipis seola olah dia tahu apa yang akan terjadi.

"Ooh gue tau lo baik karena lo mau pdkt sama mang Jajang kan, ngaku?" Sambung Fanni setelah acara ramalan nya tadi ia melanjutkan makan keripik kentang nya entah lah sejak tadi itu keripik tidak ada habis habisnya mungkin Fanni menyetok banyak satu pabrik .

"Heh enak aja lo kalo ngomong , gue mau pesenin lo makan karna mood gue lagi baik, udah cepet lo pada mau pesen apa" Ucap Laely

"Gue mie ayam aja deh sama es orange jus" Ucap Halima

"Gue keripik kentang 3 sama teh manis" ucap Fanni

"Yaudah gue pesenin dulu"

__________

"Lo kenapa si dari tadi senyum senyum mulu ngeri gue" ucap Fanni saat memperhatikan Laely dari tadi senyum senyum sendiri.

"Gue tu seneng banget tadi liat Arsya yaampun kalian tau enggak si?" Ucap Laely mengantungkan kalimatnya

"Tau enggak apa, lo kalo ngomong jangan setengah setengah napa?" Ucap Halima sesekali meminum orange jus nya.

"KALAU LIAT ARSYA ITU KAYA LIAT MASA DEPAN!" Ujarnya lagi.

"heran gue sama lo Lel udah tau Arsya itu orang nya pakboy masih aja lo suka sama tu orang." Ucap Fanni, Fanni tidak habis pikir sama sahabatnya itu ngapain dia suka sama orang yang modelnya kaya Arsya gitu.

"Arsya itu bukan pakboy dia itu ramah sama semua orang." Ucap Laely tidak terima kalau gebetanya yang baik,ramah itu dibilang pakboy, emang Fanni itu tidak tau cara membedakan orang yang ramah sama orang yang suka baperin perempuan, Laely perlu membawa Fanni ke Klinik khusus percintaan agar sahabatnya itu tidak salah dalam menilai seseorang.

"Terserah lo gue capek gue capek!" Ucap Fanni sambil mengusap ngusap pipi nya seolah olah ada air mata kepedihan yang ia keluarkan ia sangat mendalami peran bahwa dia adalah korban KDRT.

"Lo dari pada enggak jelas mending lo temenin gue ke toilet" Ucap Halima menarik tangan Fanni yang masih mengusap ngusap pipinya entah apa yang ada dipikiran Fanni padahal dari tadi semua orang melihat kearah nya.

Setelah izin sama Laely, Halima dan Fanni menuju ke toilet saat di perjalanan tiba tiba.

"Bruk"

"Aww sakit" ringis Halima saat bokong nya mencium lantai, ia berdiri dibantu Fanni

"Lo kalo jalan pake mata" Ujar orang yang tadi menabrak Halima.

Halima hanya bengong sambil menatap orang itu bukanya tadi dia yang jalan enggak pake mata? ko kenapa tiba tiba dia yang disalahkan?.

"Hendi" gumam Halima saat membaca name tag orang tersebut dia baru sadar bahwa yang menabraknya tadi adalah Hendi ia dia adalah ketua tim basket.

"Kenapa lo ngeliatin gue kaya gitu?naksir?" ujar Hendi

"En-" belum sempat Halima membalas ucapan cowo songong tadi ia sudah keburu ditarik oleh Fanni.

"Apa apaan si Fan gue masih enggak terima ya dibilang naksir sama tu cowo!" ucap Halima menggebu gebu.

"Udah enggak usah diladenin" ujar Fanni.

"Ta-p" lagi lagi ucapan halima dipotong oleh Fanni.

"Udah sana masuk" ucap Fanni ketika sampai di toilet.

"Ngapain kita ketoilet?" Tanya Halima bingung

"Mulai kumat penyakit lupa nya tadi lo kan mau ketoilet gimana si udah sana buruan masuk karena menurut ramalan gue bakal ada yang..." Fanni menggantung kan kalimat nya supaya terkesan horor

"Ada apa Fan jangan bikin gue takut deh" ucap Halima sambil memperhatikan sekitar takut terjadi apa apa.

"Ada yang ngedahuluin lo udah sana masuk." Ucap Fanni emang tidak nyambung apa Halima yang tidak ngerti maksud Fanni entalah.

_____________

"Hai" ucap seseorang yang kini duduk ditempat Fanni

"Hai juga" Ucap Laely keringat dingin mulai bercucuran kemana mana rasanya dia ingin teriak sekeras mungkin bagaimana ia tidak senang kalau yang duduk dihadapan nya adalah orang yang selama ini dia suka siapa lagi kalau bukan ARSYA!.

"Lo Laely yang anak XI IPS 3 itu kan?" Ucap Arsya ia terus menatap adik kelas nya yang kelihatan salah tingkah.

"Ha-iya ka" ujarnya sambil terus menundukan pandangan nya rasanya bila ia menatap Arsya itu akan membuatnya sesak nafas karena kegantengan Arsya yang tiada tara.

"Salam kenal ya" ujar Arsya

"I-iya ka" ujar Laely yang masih terus menunduk.

"Woy Sa ayo!" Ujar salah satu teman Arsya yang sudah menunggu nya.

"Gue duluan ya" ujar Arsya dan pergi menghampiri temanya yang Laely tau teman nya itu bernama Rafa

Setelah kepergian Arsya akhirnya detak jantung Laely kembali normal memang ya benar apa yang dikatakan orang orang kalau kita ngobrol sama orang yang disuka itu pasti salah tingkah memalukan.

_________

Hallo guys ini adalah cerita pertama aku, mohon maaf kalo ada typo semoga kalian suka ya ✨

Jangan lupa vote♡

jangan lupa follow
instagram: laelyagustina_

Laely Tahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon