.RAVEN'

29 4 0
                                        

"Kita bukan musuh tetapi teman.
Namun kita bukan sedarah tetapi keluarga. "
-RAVEN

**🦅**

Deruan motor dan mobil mulai terdengar di telinga siswa dan siswi Sma Rajawali. Pemilik motor dan mobil tadi adalah ke-7 anggota inti Raven. Ke-7 anggota tadi di pimpin oleh sang ketua—Anggasta Sadewa.

Anggasta dengan gagahnya menunggangi motor custom kesayangannya, di susul oleh dua motor klx, satu motor zx25r, satu motor cbr yang sudah di modif tentunya dan satu lagi mobil bmw di belakangnya. Mereka berhenti di depan gerbang sekolah yang cukup ramai. Mereka saat ini menjadi pusat perhatian dari siswa siswi SMA Rajawali.

Anggasta dan beberapa anggota inti Raven yang menunggangi motor membuka helm full face nya dan menyugar rambutnya kebelakang, hingga terdengar pekikan histeris siswi saat melihat adegan tersebut.

Mobil yang di kendarai tadi pun pintunya terbuka menampilkan dua orang siswa bertubuh tegap keluar dari sana.

Anggasta dengan baju seragam yang tak di kancing menampilkan kaos hitam polosnya dan dasi yang tak di kenakan menambah kesan keren di dirinya. Tak mau kalah dengan ketuanya, Fauzi sang pengendara motor cbr yang kerap di panggil Ojay oleh teman temannya pun sama hal dengannya.

Tak jauh beda dengan Anggasta dan Ojay, beberapa anggota inti lainnya pun penampilannya hampir sama dengan Anggasta dan Ojay, bedanya hanya mereka mengikat dasi di kepalanya sedangkan Anggasta dan Fauzi tidak. Berani tampil beda dengan teman temannya, sang wakil ketua Raven---Ezra, berpenampilan sangat rapih dan tak melanggar satupun aturan sekolah.

"Gila si anjir Anggasta ganteng banget gak ngotak."

"Anggasta pake parfum berapa botol anjir wangi banget."

"Fauzi lo ganteng tapi sayang play boy cap kaki banteng."

"Cuman Ezra doang yang anak teladan."

"Heh Samudra bayar utang lo di warung gue, gak usah begaya lo di sana!."

"Gak usah heboh kayak gitu, gue tau gue ganteng." ujar fathur dengan pedenya sambil menaik turunkan alisnya.

"Heh Ojay lo sehari aja gak kepedean bisa gak si?, udah jelas gue yang paling ganteng di sini." balas samudra tak kalah pedenya.

"Heh congek domba, gak usah sok banget lo di sono, gue yang pling ganteng." ucap Guntur sambil bersedekap dada dan menampilkan muka songongnya.

"Wahh, ngajak tubir emang lo tur, maju sini lo!." ujar Samudra kemudian turun dari motor yang ia tunggangi sambil menggulung lengan seragam yang ia gunakan. "Sini lawan gue." lanjut cowo itu dengan menampilkan otot lengannya.

"Lo bedua gak usah ribut sehari aja bisa gak sih?, liat noh Angga ama Ezra dia aja gantengnya ngalahin lo bedua tapi diem diem aja." sinis Ojay yang sudah jengah melihat mereka selalu kepedean soal kegantengan.

"Ampun suhu." ujar Fathur dan Samudra bersamaan sambil menyatukan kedua tanganya di depan dada dan membungkukan badannya.

"Kiw dedek Raya, jalan sama abang Ojay yang ganteng yuk, kalau gak mau, sama abang Angga juga boleh." goda Ojay sambil mengedipkan sebelah matanya ketika melihat Naraya yang kerap di panggil Raya oleh anak anak sekolah sedang melintasi lapangan bersama temannya. Sontak yang mendengar hal tersebut menyoraki Fauzi.

"Dihh Ojay. jangan mau Ray kemarin ojay abis ninggalin cewe gitu aja di jalan pas udah selesai nonton." ujar Samudra "mending sama Angga ya gak?, di jamin di anter ampe depan pintu lo."

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Nov 30, 2024 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

RAVENHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora