Prolog.

3 0 0
                                        

Kala itu Elijah tengah berjalan-jalan santai ditengah hutan,ia menikmati hembusan semilir angin bersama dengan deru suara pepohonan rindang. Elijah mencoba untuk memejamkan matanya untuk lebih menikmati ketenangan didalam hutan tersebut yang dapat ia nikmati lebih lama.

Ia pun berjalan lurus kedepan secara perlahan,hingga tanpa sadar dirinya telah melewati sebuah portal yang membawanya menuju kesebuah tempat yang terasa sangat asing baginya. Sadar akan perubahan suasana tersebut,Elijah membuka matanya dan terkejut dengan apa yang ada didepan matanya.

Terdapat banyak gedung menjulang tinggi dengan beberapa diantaranya memiliki layar besar yang memperlihatkan sebuah gambar bergerak. Membuatnya kebingungan sampai akhirnya Elijah tak mampu berkata-kata ketika melihat banyak kendaran mobil berlalu lalang,dimana itu benar-benar sangat asing dimatanya. Dia tidak mengetahui benda apakah itu,karena ditempatnya ia hanya memiliki sebuah kereta yang ditarik oleh beberapa Gryfon (Elang berkaki empat).

Banyak orang berlalu lalang melemparkan padangan mereka kepada Elijah yang mengenakan pakaian khas raja perinya. Tuxedo ala bangsawan peri berwarna putih dengan garis jahitan hijau muda. Beberapa perempuan yang melintas berbisik terpesona dengan ketampanan sang raja peri meski raut wajah kebingungan terpampang jelas diwajahnya.

Menoleh kekanan dan kekiri,tidak ada satu tempat pun yang ia kenali. "Dimana aku?!" Gusar Elijah. Dia mencoba bertanya pada banyak orang disana akan tetapi tiada yang mengerti dengan apa yang dia ucapkan.

Lelah berkeliling,ia berisitirahat disebuah tempat yang terlihat seperti taman. Elijah duduk disebuah ayunan,sambil mengayun kecil dengan kakinya. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini,karena sudah berpasrah diri setelah susah payah berusaha mencari cara untuk kembali.

"Tempat pesta bukanlah disini..." Terdengar suara gadis disamping Elijah,membuatnya terkejut hingga terjungkal kebelakang.

'Sejak kapan dia?! Aku benar-benar tidak menyadari kedatanganya'

Sadar akan hal tersebut,ia juga teringat dengan kemampuan sihirnya. Elijah membuka telapak tanganya,dan membayangkan sebuah manusia salju mini muncul ditelapak tanganya dan itu terjadi. "Wah! Luar biasa!" Seru gadis disampingnya.

'Aneh! Ini berfungsi,sebenarnya dimana aku? Kenapa dunia ini juga memiliki tekanan 'Mana' dimana-mana'

*Mana
Itu adalah bahan dasar para peri untuk dapat menciptakan sihir mereka. Mereka dapat merasakan,dan juga dapat melihatnya seperti partikel-partikel bercahaya untuk peri yang telah memiliki tingkatan inti mana yang tinggi seperti Elijah.

"Ada apa dengan orang ini...? Muncul secara tiba-tiba tanpa kusadari dan sekarang dia memekik kegirangan..." Gumam Elijah.

"Memangnya kenapa? Yang tadi itu hebat lo.. apa kau ahli sulap dan semacamnya...?"

Elijah terlompat kaget mendengar gadis itu mengerti apa yang dia katakan. 'Dia ini?! Bagaiamana bisa?! Padahal sedari tadi aku?!' Elijah menoleh kesana kemari,tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.

"Atau jangan-jangan.. kau penyi..ㅡ" belum sempat gadis itu melanjutkan perkatanyaanya Elijah membekap mulut gadis tersebut dengan tanganya. Gadis itupun terkejut dan berusaha melepaskan tangan Elijah dari wajahnya namun nihil,dia tidak mampu. Tangan Elijah terasa begitu keras dan sulit digerakan oleh gadis tersebut.

Elijah pun mendekatkan wajahnya pada gadis tersebut hingga hidung mereka pun hampir bersentuhan. "Katakan... bagaimana kau mengerti apa yang ku katakan?" Elijah memberikan tatapan menyelidik pada gadis itu sampai akhirnya dia merasakan sakit luar biasa saat gadis itu menggigit jari tanganya.

"Peculik!!!!!!" Tiba-tiba saja gadis itu berteriak 'Penculik' membuat Elijah kaget dan dengan spontan menyihir suara gadis itu hingga menghilang seketika. Gadis itupun kebingungan,dia menggoyang-goyangkan tubuh Elijah. Sedangkan Raja Peri itu hanya memberikan seringai meledek pada sang gadis.

Tidak lama kemudian,karena gadis itu mulai kelelahan diapun terdiam menundudukan kepalanya. Elijah pun hanya diam memperhatikan gadis tersebut sampai ia mengetahui bahwa dia menangis karenanya. Elijah yang tak tega akhirnya mengembalikan suara gadis tersebut dengan perjanjian bahwa dia tidak akan berteriak 'Penculik' lagi dan gadis itupun mengiyakan.

Sejenak keadaan diantara mereka sedikit canggung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membuka pembicaraan sampai akhirnya Elijah memulainya lebih dulu dengan menanyakan dimana dia berada saat ini. Dan tempat apakah yang dia datangi,dan tentunya dia bertanya bagaimana untuk kembali pulang.

Gadis itu mulanya tak percaya,namun melihat penampilan Elijah yang sedikit berbeda sampai akhirnya ia mendapati sebuah telinga berujung runcing. Membuat gadis itu percaya sekaligus terkejut dengan apa yang Elijah katakan padanya bahwa dia adalah seorang Raja Peri.

Gadis itupun mengatakan bahwa Elijah berada didunia manusia yaitu Bumi,dan kini dia berada disebuah negara bernama Korea Selatan dan Kota Bernama Seoul yang menjadi ibukota Korea Selatan. Gadis itupun menjelaskan lebih banyak lagi tentang budaya hidup manusia dibumi kepada Elijah yang terus mendengarkan cerita gadis tersebut sampai tidak sadar hari telah gelap dan udara dingin menusuk menyadarkan mereka.

"Ya ampun! Sudah tengah malam! Ibu pasti mencariku!" Raut wajah panik terlihat pada gadis tersebut,dia beranjak pergi namun tertahan pada Elijah yang masih terduduk memandangi dirinya. "Aku lupa.. kau tidak mempunyai tempat tinggal disini.. tapi jika aku membawamu pulang,apa yang harus ku katakan pada ibu... dan juga adikku..." keluh sang gadis kembali duduk diatas ayunan.

Tiba-tiba saja Elijah mengenggam tangan gadis tersebut dan memejamkan matanya. Saat itu Elijah dapat melihat semua tentang gadis tersebut baik kenangan dan ingatan. "Akan kuantar kau pulang" Ucap Elijah.

Gadis itu tetawa kecil,percaya bahwa Elijah tidak tau dimana dia tinggal. Lagipula dia baru saja menanyakan dimana dia berada saat ini. "Baiklah.. aku yang menunjukan jalan" Ucap sang gadis bangkit dari ayunan dan menarik tangan Elijah. Akan tetapi tiba-tiba saja ia tertahan dengan Elijah yang masih berdiri diam. "Ada apa?" Tanya sang gadis sambil memiringkan kepalanya.

"Bukan kesana.. tapi kesini..." Ucap Elijah menunjuk arah yang berlawanan. Dan gadis itupun menatap Elijah dengan wajah datar,sulit mempercayai dirinya karena sudah percaya lelaki yang berada dihadapanya benar-benar seorang Raja Peri Muda yang tampan dan berkuasa.

Tanpa memperdulikan itu sang gadis kembali melangkah,menarik tangan Elijah untuk berjalan mengikutinya. Elijah yang masih tidak menuruti tetap berdiam dan mengatakan hal yang sama. Ingin rasanya sang gadis memaki teman perinya tersebut,akan tetapi mengingat hal yang baru saja Raja Peri itu lakukan pada dirinya dia menahan emosinya.

"Sudah kubilang.. jalanya itu kesi..ㅡ" Ucapan gadis itu terhenti. Berganti dengan mulutnya yang ternganga melihat sebuah pintu putih muncul dibelakang mereka. "Sejak kapan itu..ㅡ" Elijah segera membuka kenop pintu tersebut dan membukanya dimana akhirnya mereka tiba dirumah sang gadis.

Ibu dan adik sang gadis pun terkejut karena melalui pandangan mereka,sang anak dan teman lelakinya itu baru saja muncul dari balik pintu gudang. Sang ibu terpesona dengan ketampanan lelaki yang menggandeng tangan putrinya,sedangkan anak lelaki disampingnya hanya diam menatap bingung kedatangan mereka sambil memeringkan kepalanya.

"Jin Ah.. mengapa kalian bisa muncul dari sana?"

Bersambung...

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 09, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

My Fairy KingStories to obsess over. Discover now