1. ½ Hours 👁👄👁

694 57 14
                                        

H a p p y  R e a d i n g ♡

15+

Sinb terbangun saat punggung polosnya terasa panas seperti matahari berada di atas kepalanya. Dia mendapati dirinya masih bergelung di dalam selimut, sendirian. Dan gorden jendela kamar hotel yang dibuka lebar seperti dilakukan dengan sengaja oleh seseorang untuk membangunkannya.

Dan benar saja, seseorang itu sedang berada di balkon sambil mengelus-elus anjing di pangkuannya. Sinb berdecak melihatnya lalu meringis saat mencoba berdiri. Lalu dirinya terjatuh karena menginjak selimut yang masih menutupi tubuh polosnya.

Jhope yang mendengarnya suara terjatuh langsung masuk ke dalam kamar. "Astaga, bii. Kamu lagi ngapain?"

"Goyang upin ipin!" ketus Sinb.

Jhope tergelak. "Eitt.. Gak boleh ketus sama suami, inget?"

Sinb mengerucutkan bibirnya sebal. "Ya lagian aku jatuh malah ditanya lagi ngapain."

Jhope mengulum senyumnya menahan gemas melihat muka Sinb. Ingin rasanya membanting tubuh Sinb ke atas kasur dan meluapkan kegemasannya. Namun, keinginan laknat itu harus ia tahan. Melihat akibat kegiatan yang dibilang Sinb unfaedah itu yang berlangsung selama 5 jam membuat istrinya kelelahan.

"Kenapa gak panggil aku buat minta bantuan?" Jhope mengangkat tubuh Sinb yang masih berbalut selimut dengan ala bridal style dan membawanya ke kamar mandi.

"Bukannya di bantuin nanti malah di anuin," jawab Sinb sambil memegang erat selimutnya di bagian dada agar tak merosot.

Gelak tawa Jhope terdengar mengalun indah di pagi yang cerah ini. "Enggak ya, enggak salah lagi," balasnya dengan sisa tawanya.

Sinb menatap suaminya kesal. Lalu tangannya bergerak mencubit hidung mancung milik Jhope membuat sang empu menghentikan tawanya dan terpekik.

Jhope menurunkan Sinb ke dalam bathup yang masih kosong lalu berjongkok. Tanpa aba-aba Jhope mengambil tangan Sinb dan mengigit pelan jari telunjuknya. Gantian, Sinb yang terpekik.

"Tangannya nakal banget. Mau aku nakalin balik?"

"Udah ah lo sana keluar."

"Apa?"

Sinb menghela nafasnya. "Mas keluar ya, aku mau mandi."

Tangan Jhope bergerak mengelus lembut kepala Sinb. "Jangan pakai acara berendam, nanti aku tinggal."

"Iya, Mas."

♡♡♡

Siangnya, mereka menonton film di kamar. Rencana awalnya sih nonton di bioskop. Tapi, karena Sinb bilang badannya terasa agak remuk membuat Jhope mengusulkan menonton di kamar hotel saja.

Keduanya duduk bersandar di kepala ranjang dengan Sinb yang berada di dekapan Jhope sambil mengelus-elus Angkko yang berada dipangkuannya. Bulu anjing tersebut memang sangat lembut dan enak untuk dielus, itu yang buat Sinb sering mengelusnya.

Terkadang Jhope menyeletuk "Punyaku juga lembut dan enak di elus." Maksudnya, rambut tebal berwarna cokelat Jhope. Dia cemburu dengan anjing. Astaga.

"Sampai sore begini aja?" tanya Jhope di sela-sela film.

"Ha? Ya enggak lah. Abis film nya abis, aku mau potong rambut. Deket sini ada salon gak, Mas?"

"Potong rambut semana? Nanti aku tanya sama barista kita, dia kemarin abis potong rambut juga."

"Rahasia." Sinb menjulurkan lidahnya mengejek membuat Jhope gemas. Dengan gerakan tiba-tiba, Jhope langsung menyambar bibir dan mengigit lidahnya Sinb gemas.

"Aah.. Yepas! Yepasin!" omongan Sinb jadi gak jelas karena lidahnya digigit Jhope.

Jhope melepaskan gigitannya lalu memberikan kecupan sekali di bibir merah milik Sinb itu. Pria itu tertawa melihat raut muka Sinb yang menatapnya kesal. Oh, jangan lupakan tatapan sinis matanya itu.

"Sakit tau. Habis lama-lama bibir aku, Mas." Sinb menabok lengan Jhope kesal.

"Gak bakal habis. Nih." Jhope kembali memakan bibir dengan ganas hingga menindih tubuh Sinb yang ia dorong sampai rebahan. Angkko yang dipangkuan Sinb pun sudah lari membiarkan orang tua nya bertarung.

Setelah merasa keduanya hampir kehabisan nafas, Jhope melepaskannya. Dan langsung diserang balik oleh Sinb. Bukan serangan yang sama melainkan pukulan yang berkali-kali.

"Tuh kan gak habis malah nambah," kata Jhope sambil mengelus bibir Sinb yang membengkak karenannya.

"Ish! Udah awas sana!" Sinb mendorong tubuh Jhope yang masih berada diatasnya.

Sinb kembali menonton film nya yang sempat dijeda dengan fokus. Berbeda dengan Jhope, pria itu memperhatikan Sinb yang fokus bukan film nya. Dari sisi samping terlihat pahatan sempurna wajah Sinb dengan hidung yang mancung nya melebihi hidungnya, bibir yang penuh terlihat sangat sexy.

Jhope menggeram pelan. Dirinya tidak tahan untuk memakan Sinb, lagi. Hey, jangan mengatainya mesum, itu normal. Dirinya melirik durasi difilm yang tersisa setengah jam. Lalu beralih ke Sinb yang masih fokus. Tangannya mengambil remote lalu mematikannya membuat Sinb langsung menengok padanya.

Tanpa babibu Jhope kembali menyerang Sinb. Dia mencium bibir merah berasa cherry itu lalu melumatnya dengan penuh gairah. Lalu mulutnya turun mencium dan mengigit leher jenjang nan putih yang membuat sang empu memekik pelan.

"Film nya masih ada setengah jam lagi, Mas," protes Sinb menahan kepala Jhope yang sudah turun di bagian bawahnya.

Jhope kembali naik ke bagian wajah Sinb. Menatapnya dengan sayu. "Setengah jam itu buat aku, please," mohon Jhope dengan berbisik tepat di hadapan wajah Sinb.

Sinb mengigit bibir bawahnya gugup. Dirinya mana tahan melihat wajah suaminya memohon meminta itu. Apalagi dengan bukti yang mengeras menyentuh perutnya.

Sinb mengangguk dibalas ucapan lirih terima kasih dari Jhope. Pria itu mematikan lampu kamar dan membiarkan hanya cahaya matahari siang menjadi penerangnya.

Angkko? Anjing itu memilih berdiam di balkon kamar hotel dan membiarkan orang tuanya bergelut di dalam selimut.

.
.
.
.
.
Tbc.

Halooo~ apa kabar?? hihi gimana? gimana? lanjut? yay or nay? kalo mau lanjut jgn lupa vote dan komen xixi >.<

btw, terlalu vugar ga sih? aku takut ratingnya kelewatan 😳

see u next part <3

SUAMI 《DISCONTINUED》Stories to obsess over. Discover now