Hai, namaku Clarisa Maulidya Putri, biasa dipanggil Putri, anak ke 2 dari 2 bersaudara, kakak ku namanya Randy ia salah satu mahasiswa terbaik di Universitas ternama di Bandung. Ayah ku bernama Roy, seorang pengusaha terkenal yang begitu sibuk dan nyaris tak punya waktu untuk keluarganya. Ibu ku jarang ada di rumah karena ia pemilik butik yang paling baik dan cantik di Bogor, namanya Vina ia adalah malaikat ku.
Di rumah hanya ada Aku, Kak Randy, Bi Inah dan Mang Tohir yang bisa dibilang mereka selalu ada untukku walaupun Kak Randy lebih banyak nongkrong dengan teman-temannya. Ayah dan ibu pulang setiap satu bulan sekali itu pun jika mereka tidak terlalu sibuk.
Aku Putri, duduk di bangku sekolah menengah atas kelas 12 MIPA 1, rumah ku ada di perumahan yang paling asri di Bandung. Aku hidup dan dibesarkan di Bandung, tapi semenjak aku SMA orang tua ku pergi memilih membuka usaha masing-masing.
Aku juga punya dua orang sahabat namanya Della dan Sisca kita kenal dan dekat sejak bangku SMP tepatnya saat kita dihukum karena telat pada masa MPLS sekolah.
🌼 🌼 🌼
" Non... Non Putri cepat bangun udah siang nanti Non terlambat masuk sekolah ". Sayup-sayup terdengar Bi Inah mengetuk pintu kamar ku.
Rasanya setelah libur panjang dikenaikan kelas ku, aku merasa libur kali ini sangat membosankan, orang lain bahagia karena mereka sibuk berlibur dengan keluarga nya, sedangkan aku hanya diam termenung dibalik jendela ruang depan berharap ayah dan ibu pulang. Terkadang aku rindu masa kecil ku dimana libur kenaikan kelas adalah hal yang paling ditunggu-tunggu karena kami akan pergi berlibur menghabiskan waktu bersama hingga waktu tak akan terasa berlalu begitu cepat.
BYUR....
" Ah.. Apaan sih bocor-bocor ". Teriakku kaget sambil mengusap wajah dan bangun dari tidur nyenyak ku.
" Hahahha... Kasian sekali adik ku ini. Makanya dibangunin dari tadi terus bangun bukan ngelamun ". Semprot kak Randy sambil memegang gayung kosong
" OMG, apaan sih kak ganggu mulu liat nih baju, kasur semua jadi basah ". Jawab ku kesal
Tiba-tiba saja Bi Inah berteriak dari luar kamar ku dengan logat Jawa nya.
" Duh wis wis jangan malah berantem, udah ndo cepet mandi sana, mas Randy wis cepet turun sarapan dulu ". Papar Bi Inah
" Huuhh.. ". Ejek ku
" Ehh, cepet mandi sana ". Balas Kak Randy tak mau kalah.
" Oalah, wis berantem nya nanti kalian telat kena hukuman toh, udah ndo biar sim mbo beresin nanti kasur nya sekarang mandi dulu aja yo, mas nya cepet turun sarapan saja ". Papar bi Inah kembali membuka ceramah mininya.
Kami pun akhirnya bubar.
Setelah sarapan yang penuh dengan ejekan dari kak Randy dan persiapan berangkat sekolah yang cukup menguras waktu, akhirnya aku sampai di sekolah tercinta ku yang tak lama lagi akan segera ku tinggalkan.
" Woii.. Kok ngelamun sih, cie mikirin apaan nih? ". Panggilan Della membuat jantung ku berdetak tak beraturan.
" Jangan-jangan selama libur dia deket sama doi, terus lupa cerita sama kita Del ". Timpas Sisca.
YOU ARE READING
Memories
Teen Fictionpercayalah sekuat apapun kita berusaha melupakan seseorang, itu tak akan pernah menjadi kenyataan, karena dia* akan tetap kembali seiring berjalannya waktu, tanpa kita sadari dan tanpa kita menunggu. *memories enjoy your read ☺ jangan lupa siapkan...
