Prolog

40 6 0
                                        

Note : cerita ini hanya fiksi, dan murni hasil pemikiran autor sendiri. Maaf jika kalian menemukan kesamaan tokoh, alur, tempat dan peristiwa dengan cerita lain.

Pagi yang cukup cerah dengan jatuhnya setetes air di genting rumah ku, sisa semalam hujan. Udaranya cukup segar untuk kembali memulai aktifitas.

"Selamat pagi," Ucapan itu aku ucapkan untuk diriku sendiri, karena telah berhasil bangun tepat pukul 6 pagi.

Kemudian menyapa ayah ku yang sedang memanaskan motornya, "Selamat pagi ayah."

"Pagi juga anak ayah, siap untuk memulai hari?" Dia bertanya seaakan memberi semangat kepadaku, yang ku jawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum ke arahnya.

Lalu, aku melangkahkan kaki ku kembali masuk ke dalam kamar.

Akhir pekan yang sangat membosankan, tak biasanya aku hanya berdiam diri di kamar. Tetapi karena hari ini tidak ada kegiatan
, mau apalagi.

Mataku terpejam beberapa saat, sebelum akhirnya teringat jika pagi ini aku belum membuatkan sarapan pagi untuk ku dan ayah tentunya.

Tetapi entah mengapa mataku tertuju akan benda berbentuk persegi panjang yang ku tempelkan di hiasan dinding yang berada di kamarku.

Ya, foto-foto semasa SMA ku. Masa yang paling indah, yang membuatku menemukan jati diri ku yang sekarang.

Aku berjalan ke arah banyaknya foto-foto tersebut. Entah magnet apa yang membuatku tertarik untuk mengambil satu lembar polaroid.

Aku menatapnya lekat sambil tersenyum, karena memang di dalam foto tersebut aku juga sedang tersenyum. Tetapi lebih sepesial lagi karena aku sedang tersenyum ke arah seseorang.

Seseorang yang semasa SMA dulu. aku dan dia menciptakan kebahagian, membuat lelucon, dan berjuang bersama untuk menggapai impian kami masing-masing.

Sekarang, aku tak tahu dia berada di mana. Aku tak tahu bagaimana keadaannya sekarang. Terakhir bertemu, tiga tahun yang lalu.
Saat itu aku terisak di dalam pelukannya, pundaknya jadi basah. Ah, ternyata aku masih ingat kejadian itu.

"Aku rindu."







NISCALAWhere stories live. Discover now