Prolog

232 131 66
                                        

Aku bukan wanita sesabar 'Siti Sarah'
Aku bukan wanita setegar 'Uma Sulaim'
Aku bukan wanita secerdas 'Siti Aisyah'
Aku bukan wanita sesetia 'Hawa'
Aku bukan wanita secantik 'Zulaikha'
Aku bukan wanita setaqwa 'Zainab'
Aku bukan wanita sekaya 'Bilqis'
Aku bukan wanita sesuci 'Maryam'
Aku bukan wanita seteguh 'Siti Masytoh'
Aku bukan wanita setabah 'Hajar'

Aku hanya wanita Akhir Zaman yang akhlaqnya belum baik namun bercita- cita  menjadi wanita Shalihah.

Aku hanya wanita Akhir Zaman yang sering melakukan Dosa namun bercita-cita menjadi wanita penghuni syurga.

Ya, Itulah aku Humaira Azzahra  yang hanyalah berkata cita cita saja namun tidak memperjuangkan cita cita itu, aku hanya mementingkan Dunia yang hanya sementara sedangkan akhirat aku tinggalkan.

Dari kecil aku memang sudah belajar mengaji, dimulai dari iqro' 1 sampai dengan iqro' 6 dan setelah tamat aku mulai belajar baca AlQuran dengan Abi ku, dia bernama Ulya Aziz Tamam

Ketika aku sudah mengincak kelas 1 SMA, Abi Ulya kecelakaan mobil ketika ia mau menjemput ku ke sekolah, Abi Ulya menerobos lampu merah dan tertabrak truk, kecelakaan Abi Ulya bersamaan dengan hujan yg sangat deras disertai angin dan juga petir.

Segera warga menelpon ambulance untuk membawa Abi ke RS terdekat.

***

Abi dibawa ke ruang IGD,aku hanya berdiri di depan pintu untuk menunggu jawaban dari dokter,sedangkan Umi Sarah,Bang Wahyu dan juga Alisya hnya duduk di kursi tunggu

Setelah beberapa menit kami menunggu akhirnya dokter pun keluar dari ruang IGD dan memberi tau keaadaan Abi Ulya

"Bagaimana keadaan Abi saya dok?" tanyaku penasaran

"Mohon Maaf sebelumnya, saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk Pak Ulya agar selamat, tetapi Allah berkehendak lain" jelas dokter

"Ma_ maksud nya apa dok" tanyaku lagi dengan mata yang sudah ber kaca kaca dari tadi

"Pak Ulya tidak terselamatkan" kata dokter dan setelah itu berpamitan untuk pergi

Deg!

Kini air mata yang dari tadi aku tahan,sekarang dia jatuh membasahi kedua pipiku dan sontak membuat Umi Sarah Bang Wahyu dan juga Alisya berdiri dari duduknya

"Tidak mungkin Bang, tidak mungkin!" kataku sembari memeluk Bang Wahyu

"Sudahlah Ara ikhlasin Abi, inget qodarullah ini takdir Allah Ara" jelas Bang Wahyu

"Tapi Bang Ara mau...hiks...terus bersama Abi.. hiks..." kataku dengan sela isakan

"Umiii... "

Tiba² Alisya berteriak manggil Umi Sarah sontak membuat Bang Wahyu dan aku menoleh kearahnya,dan ternyata Umi Sarah pingsan, aku dan Bang Wahyu segera membawa Umi ke kamar RS.

🍁🍁🍁

Sudah bberapa hari aku termenung di kamar, setiap menit Umi selalu datang dan mengetuk pintu kamarku dan sembari membawa makan beserta air minumnya

Tok tok tok

"Humaira sayang buka nak pintunya, kita makan yuk" ajak umi kepadaku agar aku makan Namun aku tidak menggubris nya sama sekali.

Dan sudah satu minggu aku terus saja di kamar,akhirnya aku putuskan untuk keluar, tapi aku merasakan ada yg aneh di rumah ini, karna baru kali ini aku tidak melihat Abi yang lagi duduk di kursi ruang tamu sembari membaca koran dan di barengan dengan segelas kopi kapal api kesukaan Abi Ulya,
Dan baru pertama kali aku tidak mendengar nasehat², ucapan 'selamat pagi' ,dan tidak ada yang selalu mengingatkan ku ketika aku salah

Sungguh aku hanya ingin Abi Ulyalah yg menasehati ku,yg slalu mengingatkan ku agar slalu dekat dengan Allah,tapi nyatanya tidak akan ada suara yg  akan lontarkan Abi Ulya lagi.

Dari situlah aku mulai bersikap tidak biasanya, selalu membentak Umi Sarah lah selalu males ini itu dan termasuk melepas jilbab yg selalu ku kenakan tiap hari dan juga ghamis panjang yng slalu ku pakai setiap main ke luar.

Terlihat rambut panjang ku, baju dengan lengan pendek,dan celana jeans yg slalu ku pakai saat ini

Semenjak Abi Ulya meninggal hidupku jadi baragajul bahkan sekolah pun jarang
Atau sering terlambat.

Karna semuanya perkataan²,perintah², nasehat, bahkan semuanya, aku hanya ingin di lontarkan dari mulut Abi Ulya aja titik.

Humaira Azzahra_
🍁🍁🍁

HUMAIRAHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora