Bab 1

147 11 6
                                        

Alhamdulillah. Terima kasih untuk Aksarazizah yang sudah memberikan informasi di akun saya Urvilla16. Akun itu sudah bukan milik saya karena saya tidak bisa login lagi. Terima kasih juga buat kalian yang sudah follow untuk menunggu kelanjutan cerita Empress of the Great Magnolia. Selamat membaca, semoga nyaman 😁

Gumpalan awan tampak beriringan menyelimuti langit biru yang menghampar luas. Sejumlah pepohonan tertata rapi di sekitar gedung perusahaan yang menjulang tinggi hingga sulit mengetahui berapa tingkat yang dimilikinya. Pantulan cahaya matahari membuatnya terlihat kokoh setiap mata memandang. Warna biru tuanya menimbulkan kesan gagah di hati setiap orang. Bagian dalam gedungnya ramai oleh orang-orang dengan berbagai usia. Mereka tersenyum, terkekeh, hingga menampakkan beberapa giginya. Tidak ada yang tahu apakah itu adalah asli atau hanya dibuat-buat, hati manusia siapa yang tahu?

Jauh dalam ruangan lain di dalam gedung, seorang wanita berdiri di depan cermin. Menatap pantulan dirinya dalam balutan dress panjang berwarna biru muda. Rambut hitamnya tergerai ditemani sebuah jepitan rambut berwarna putih yang membuatnya tampak anggun.

Terdengar suara dari ponselnya. Dia segera mengambilnya yang berada di sofa. Berharap itu adalah bunyi pesan dari kekasihnya, tetapi dia tidak menemukan namanya di pesan itu. Justru itu adalah pesan dari kedua kakaknya yang berada di luar negeri. Keduanya mengabarkan bahwa mereka sudah sampai di bandara dan tak sampai tiga jam akan sampai ke gedung perusahaan miliknya. Mereka juga tidak lupa mengirimkan ucapan selamat karena keberhasilannya.

Hari ini adalah hari perayaan atas dibukanya cabang baru di kota lain. Perusahaannya memang sedang naik daun. Banyak yang ingin bergabung dan menjalin kerja sama dengannya, tetapi tidak semuanya dapat diterima. Dia memiliki kriteria khusus untuk mereka yang ingin bergabung dan bekerja sama. Semakin tinggi semakin pohon semakin kencang pula angin menerpa. Karena itulah dia memercayakan perusahaannya kepada orang-orangnya. Terutama kekasihnya, Deng Huang.

Deng Huang, seseorang yang sering menemaninya. Melewati suka ataupun duka. Dialah yang menghapus air matanya di kala menangis. Di kala ketatnya persaingan perusahaan berhasil meruntuhkan benteng kekuatannya. Saat awal-awal dia merintis perusahaannya, Deng Huang berusaha selalu ada walau nyatanya dia tak pernah benar-benar selalu ada. Dengan sifat gadis itu, dia akan menghargainya. Sekecil apapun itu.

Bertahun-tahun melewati masa-masa merintis perusahaan ditemani sahabat dan kekasihnya. Sedikitpun gadis itu, Shuiliu Meili tidak pernah menaruh curiga kepada keduanya yang terlalu sering datang bersama. Setiap melihat keduanya datang bersama, dia selalu berpikir itu kebetulan. Namun, dia tidak tahu bahwa di dunia ini hanya ada sedikit kebetulan dan setiap kebetulan pasti menciptakan dampak di masa mendatang.

Seorang yatim piatu yang hidup dari biaya kedua kakaknya. Keadaanlah yang membuatnya berpikir membangun sebuah usaha. Dia tidak ingin bergantung kepada kakaknya terus menerus. Dia tidak ingin menjadi beban untuk mereka. Setelah setengah jalan perjuangan, mereka mengetahui dan akhirnya mendukung. Dia bahagia karena orang-orang yang mendukungnya bertambah. Meskipun tidak banyak, itu sangat berarti baginya.

Kini perusahaannya meroket. Membangun banyak cabang baru di berbagai kota. Pesta besar-besaran digelar. Beberapa pihak memanfaatkan kesempatan ini untuk bernegosiasi dengan sang pemilik. Berharap dapat menjadi mitra supaya jalan ke depannya lebih mudah. Untuk pertama kalinya pula Shuiliu Meili bertemu kedua kakaknya setelah belasan tahun tidak bertemu. Wajah keduanya yang sekarang entah seperti apa, dia tidak tahu.

Hari ini adalah hari di mana dia mendapatkan tiga kebahagiaan. Pertama, dia berhasil melambungkan nama perusahannya. Kedua, dia akan bertemu kedua kakaknya. Ketiga, Deng Huang akan melamar. Jangan tanya dia tahu dari siapa kalau Deng Huang akan melamar karena dia mendengarnya sendiri. Dia mendengar Deng Huang mengatakan akan melamar, dia yakin dan sangat yakin bahwa Deng Huang akan melamar dia. Bagaimana dia tidak yakin? Dia memercayakan beberapa perusahaannya kepada lekaki itu. Membiarkan lelaki itu mengelola dan mengembangkan.

Empress of the Great MagnoliaStories to obsess over. Discover now