Klep..
Klep..
Kelopak mata perlahan terbuka, dengan perlahan menampilkan dua mata Safir yng terlihat lembut, akibat dari absennya cahaya mentari pada malam ini.
"Hmm?"
Terbuka lembut, memandangi sosok yang ada di hadapannya, tertidur pulas, tak menyadari kedua safir lembut sedang menatap lembut ke arahnya.
Sebuah senyum kecil terukir di sana, Naruto tidak tahu pasti apakah dia sedang bermimpi atau tidak, yang pasti mendapati sosok Sakura yang tertidur pulas di sampingnya cukup membuat Naruto merasa sangat bahagia, terlepas dari ini mimpi atau realita.
Jika ini mimpi, Naruto berharap tidak akan pernah bangun, karena ini sungguh di luar perkirannya, impiannya menjadi kenyataan.
Jika ini realita, Naruto tidak akan pernah percaya, ini sangat diluar nalar, apa yang dilihatnya malam ini sungguh terasa nyata namun secara bersamaan terasa sangat tidak mungkin, tapi Naruto tetap berharap, semoga ini adalah realita.
Karena inilah impiannya, Sakura menjadi pendamping hidupnya, selama-lamanya.
Inilah yang diinginkannya, maka dari itu Naruto akan tetap diam, tetap menatap lembut sosok Sakura yang tertidur di sampingnya, tidak akan pernah pergi, karena berharap momen ini berlangsung selamanya.
Momen ini terasa menghangatkan hati, apalagi ditambah dengan kehadiran sinar rembulan yang semakin menambah keindahan wajah Sakura malam ini.
Tangan kanan Naruto perlahan bergerak, membelai lembut wajah Sakura, berharap merasakan keindahan itu, dan juga berharap semua ini adalah nyata.
Ya semoga...
Naruto terkekeh pelan, menyadari tingkah bodohnya, mungkin impiannya yang ini sungguh mengusiknya beberapa tahun belakangan, benar-benar mimpi yang indah, apalagi jika menjadi kenyataan.
Sebuah senyum lebar terukir, diakhiri dengan sentuhan lembut pada pipi kiri Sakura, kedua mata Safir akhirnya tertutup kembali, akibat rasa kantuk yang mulai menyerang.
Tertidur tenang dengan pikiran yang damai, Naruto tertidur dengan sebuah senyuman yang terukir.
'Aku mencintaimu Sakura-Chan.'
°°°°°°°°°
"Euhh..."
Seorang gadis perlahan tersadar, merasakan sebuah benda yang cukup berat menimpa perut kecilnya, entah apa benda itu, yang pasti itu membuat Sakura akhirnya terbangun dari tidurnya yang damai.
"Hmm?"
Kedua mata emerald melirik ke arah sumber rasa tak nyaman itu, mendapati sebuah lengan yang dibalut perban putih menimpa perut ratanya, tangan itu hanya diam di sana, tak sedikitpun bergerak, mungkin karena sang pemilik yang saat itu tengah tidur tenang di samping Sakura.
Kali ini fokus Sakura teralihkan, mulai menatap Naruto yang sedang tidur lelap dengan senyum yang masih terus terukir, tangan kanan pemuda itu masih setia berada di atas perut Sakura, tak sedikitpun ada keinginan untuk memindahkan.
Sakura perlahan mengukir senyum kecil, rasa tak nyaman tak lagi terasa, digantikan oleh perasaan hangat yang menyebar di seluruh tubuh, membuat sebuah perasaan senang dan juga jantung yang mulai berdegup kencang.
YOU ARE READING
Naruto Story II : Blessing of Sakura
HumorKumpulan cerita oneshoot Kehidupan Sakura dan Naruto setelah menikah.. Baik? Buruk? Romantis? Atau penuh komedi? Hanya mereka berdua yang tahu... Yang terpenting... Mereka bahagia sekarang. Sequel langsung dari Naruto Story : Love, Decision, and Ha...
