Prolog

85 27 0
                                        

SELAMAT DATANG DI CERITA KE TIGA KUUUU!!
SELAMAT DATANG DI ALLANO DAN DUNIANYA!!!
SELAMAT DATANG DI CERITA KE TIGA SMA AXFORS YANG MELEGENDA KARENA MUDA MUDINYAA!!!

HAPPY READING
~A/L~

🪐•🪐

Duniaku akan tetap sepi di tengah keramaian, jika kamu tidak ada.

Allano diam memandangi jendela apartemennya. Bibirnya tersenyum tipis dengan secangkir kopi panas di tangannya.

"Dari mana, Ra?"

Suara itu membuat gadis yang tengah membuka ikatan tali sepatunya mendongak. Ia menghampiri sang ibu yang tengah duduk di sofa ruang tamu dengan majalah di tangannya.

"Dari apel, Bu."

Suara itu bukan dari gadis yang tadi ibunya panggil dengan sebutan Ra, melainkan dari sosok pemuda tinggi dengan ciri khas aroma mint pada tubuhnya. Allano Grefallen.

Alora Lunar Adelyn, gadis itu nampak membulatkan matanya menatap sosok Allano yang tengah duduk di tangan sofa samping ibunya.

Allano yang mendapat tatapan nyalang dari Alora pun hanya terkekeh lalu mengangkat tangannya pertanda damai. "Bercanda kali, La."

Allano bangkit dan berjalan duduk di sofa panjang persis samping Alora. "Lagian yang berani apelin lo harus duel sama gue dulu. Iya kan, Bu?"

Ibu Rimbi yang mendengar itu hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya singkat.

Alora memutar bola matanya malas. "Emang lo siapa?"

Allano yang tadi nampak tersenyum jail, kini nampak masam. Namun tiba-tiba saja Allano merengkuh tubuh Alora erat dari samping hingga gadis itu sedikit kesulitan bernafas akibat terhimpit. "Kaulah sahabat sejati aku." Ucap Allano menirukan logat kura-kura dalam film anak, kancil.

"Monyet."

Sambungan Allano itu sontak membuat Alora menyikut perut pemuda itu hingga membuatnya merintih kesakitan.

"Ibu, Alora kdrt, bu."

Alora bangun dari duduknya lalu menjulurkan lidahnya mengejek. Ia berlalu pergi menuju kamarnya yang ada di lantai dua, meninggalkan Allano dan ibunya berdua.

Rimbi lagi-lagi hanya tertawa melihat dua remaja yang sudah bersahabat sejak lama itu.

"Sekarang masih harus duel gak ya, La?"

Allano menghembus nafasnya berat. Ingatan tentang gadis itu, tentang setiap jejak, setiap tawa, dan setiap bait kalimat yang terucap dari bibirnya selalu lekat dengan sempurna di kepalanya.

Allano berjalan menuju meja kerjanya. Laptopnya masih menyala, menampilkan beberapa paragraf kalimat yang mungkin suatu hari akan merubah segalanya.

Ia membaca kembali satu demi satu kata prolog dari dalamnya.

Ini bukan kisah cinta yang ingin dirayakan, apalagi dijadikan inspirasi. Ini hanyalah catatan-catatan sunyi tentang seseorang yang hadirnya pernah begitu hangat, lalu pergi tanpa benar-benar mengucapkan selamat. Alora.

Dan sejak kepergiannya, dunia terasa lebih sunyi. Bukan karena ia terlalu berisik saat masih di sini. Tapi karena diamnya kini menjadi gema yang tak kunjung reda.

Orang bilang, kenangan akan pudar jika dibiarkan. Tapi nyatanya, semakin aku mencoba lupa, semakin ia menjelma jadi puisi-puisi paling perih dalam gelapku.

Gelang merah yang selalu melingkari tangannya ternyata menjadi salah satu pertanda, bahwa ada luka yang ia simpan dan tak pernah sempat untuk ku basuh.

Aku pernah mencintainya—dalam diam, dalam takut, dalam ragu. Dan saat hatinya perlahan jatuh, aku memilih berpaling. Bukan karena tak merasa, tetapi karena terlalu takut kehilangan jika semuanya berubah.

Kini, setelah semua benar-benar hilang barulah ku tahu, kehilangan yang sesungguhnya bukan tentang kepergian. Tapi tentang semua yang tak sempat diperjuangkan.

Buku ini ku tulis sebagai bentuk permintaan maaf yang terlalu lambat. Sebagai perayaan untuk luka yang tak sempat disembuhkan. Sebagai bukti bahwa seseorang pernah begitu mencintai, meski tak pernah punya keberanian untuk mengakui.

Jika suatu hari tulisan ini sampai padamu, dan kau masih mengingat namaku...

Tidak perlu kembali.
Tidak perlu menyapa.
Cukup tahu, bahwa pernah ada hati yang menjatuhkan seluruh bahagiaku pada namamu.

Terima kasih telah menjadi cerita yang tak selesai. Maaf karena tak turut jatuh.


– Allano

🪐•🪐

Jangan lupa vote dan komen yaa!!

Selamat mendunia bersama
Allano dan Alora❤️

Sampai jumpa di bagian 1, kisah Brimaga yang melegenda karena muda mudinya

@sashazhra_

Written Across The SkyStories to obsess over. Discover now