Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Jason 1

186 15 4
                                        


Elin,seorang murid baru di SMA Nusantara .

Di SMA ini, Elin mempunyai teman dekat.
Teman itu bernama Keisya. Satu satunya di siswi yang sangat sangat cerewet.' Ratu cerewet' itu sebutannya.Satu lagi dia SUKA NGREPOTI ORANG.

Dari sisi minusnya, ada satu sisi positifnya. Keisya selalu bisa membuat orang tertawa sampai sampai tawa orang nya berbunyi ngik ngok...

Keisya jenius dalam memilih orang, ia hanya milih orang yang berhati baik dan gak tegaan sama orang ,iya contohnya gue sendiri ,Elin. Sombong amat!

Jam istirahat pun tiba..Para cowok di kelas tampak berdiri berjalan menuju ke belakang kelas bersamaan,seperti memiliki rencana yang sudah lama terjalankan..

"Jok! Tarik Iqbal ke belakang" teriak Budi kepada Joko sambil melonggarkan dasinya
Mereka mulai melakukan aksinya.

Iqbal yang merasa dirinya dipanggil berusaha kabur meninggalkan kelas. Gerakan kakinya kalah dengan kecepatan pasukan laki laki di kelas mereka yang sudah menghadang. Iqbal pasrah , ia menyerahkan dirinya dengan membaringkan tubuhnya di lantai. Dua kaki Iqbal dipegangi temannya. Mereka melakukan gerak gerik yang tak pantas dilihat oleh wanita wanita suci yang berada di dalam kelas.

"Aah .. woi stop bang**t" teriak Iqbal keras keras
Dari tempat duduknya,Juminten berdiri menghadap ke lokasi kejadian ,

"Ih Budi jangan gitu dong. Kasian entar udah minus!!" teriak Juminten menggertakkan kakinya di lantai sambil menutup mata dengan kedua tangannya.
Apa di sekolah kalian mengalami hal seperti itu? Teman kelas gue sih iya ini relate banget sih. Dan tidak boleh ditiru untuk anak perempuan yak :"(

Ellin yang berada jauh dari belakang kelas hanya melihatnya miris. Tak lama kemudian Keisya mengajaknya ke perpustakaan.

"Elin,perpus yok!" ajak Keisya

Ellin mengangguk dan mengikuti Keisya dari belakang. Langkah mereka berdua terhenti karena ada perkelahian di koridor.

2 orang yang terlibat perkelahian tersebut diselimuti oleh darah yang mengalir dari wajahnya. Ellin tidak tertarik sama sekali untuk menontonnya bahkan melerainya sekalipun. Ellin kemudian menarik tangan Keisya untuk kembali ke kelas.

"Lah !? Kan mau ke perpus Lin. " Keisya menghentakkan kakinya kesal

"Gue butuh buku biologi itu Lin,pulang sekolah nanti ada ulangan susulan. Kalau nilai gue jelek lo yang tanggung jawab ya?" Keisya terus menarik tangan Elin agar menemaninya ke perpustakaan.

"Tapi tadi ada yang berantem Sya,mau lewat mana?"

"Ini darurat banget Lin,terpaksa trabas aja mereka. Masalah mau kena pukul apa enggaknya itu urusan belakangan oke!?" Keisya memohon

Elin melotot pada Keisya, dengan sekuat tenaga yang dimiliki Keisya, ia menarik Elin untuk kembali berjalan ke perpustkaan.
Sampainya di kerumunan, langkah Keisya terhenti,dia menatap Elin melas

"Apa?" tanya Ellin

"Lin,3 menit lagi masuk kelas, gue lupa ada tugas yang belum di print.lo yang handle ya!" Keisya berusaha kabur, namun Elin lebih dulu menarik rambut Keisya

"Gue aja yang ngeprint ,lo yang ambil buku." Tegas Elin

"Gak bisa,lo nanti nemuin file nya kesusahan soalnya ini kecampur. Tolong Lin sekali aja,ya ya?" dengan terus memohon

"kalau gue kena pukul gimana?"

"Gamungkin mati." Keisya meyakinkan

"Emang lo Tuhan!?"

JASONStories to obsess over. Discover now