GILA.
Satu kata yang cocok untuk menggambarkan kepribadian seorang Bianca Queenza.Gadis yang selama 2 tahun selalu mengejar cinta dari kakak kelasnya...
Brian Brawijaya
Pemuda tampan bak dewa mitologi Yunani berhati beku yang merupakan ketua OSIS s...
Mentari mulai memberanikan diri menampakkan sinarnya untuk mengajak semuanya memulai hari ini dengan ceria. Seorang gadis cantik dengan bibir mungil,bulu mata lentik,dan kulit putih mulusnya mulai menggeliat saat terpaan sang surya menerpa wajah cantiknya.Dia Bianca Queenza si crazy girl.
"Eughh,"lenguhnya seraya mendudukkan diri.
"Sshh,"Bianca meringis merasakan perih di punggungnya.Hal itu sudah jadi santapannya setiap hari.
"Tuhan,izinkan aku bahagia,"lirihnya seraya memandangi kedua tangannya yang terlihat memar kebiruan.
Menghela nafas berat lalu berjalan menuju kamar mandi.Sekitar 20 menit Bianca sudah siap dengan seragam yang melekat di tubuhnya yang dibilang body goals.
Berjalan menuruni satu per satu anak tangga.Langkahnya terhenti saat matanya menangkap objek yang membuat matanya memanas.Disana terlihat papa, mami,dan saudara perempuannya tengah tertawa lepas di meja makan tanpa kehadirannya.
"Aku harap kalian selalu bahagia,meskipun tanpa aku,"batinnya dengan air mata yang mengalir di pipinya.Cepat-cepat dia menghapus air matanya dengan kadar dan berjalan m ndekat ke arah mereka.
"Selamat pagi pa,mi,kak,"sapanya pada keluarganya.Papa,mami,dan kakaknya hanya diam tanpa membalasnya.
Tiba-tiba maminya berdiri berjalan mendekat kearahnya dan...
Plak...
Suara tamparan menggema di ruang makan.Maminya menampar Bianca hingga sudut bibir Bianca robek dan mengeluarkan darah.Papa dan kakaknya hanya diam menyaksikan tanpa ada niat membantunya.
"DASAR GAK TAHU DIRI,HARUSNYA KAMU YANG MASAK DAN BERESIN RUMAH BUKAN BIBI,KAMU LUPA TUGAS KAMU HAAH?"bentak maminya.
"Ma..af mi,"jawabnya dengan bibir bergetar.
"Awas aja kalau besok-besok kayak gini lagi dan ingat satu hal jangan panggil saya mami,gak sudi saya dengernya,sekarang pergi sana kamu gak dapat sarapan hari ini,"ucap maminya.
Bianca hanya mengangguk lalu berlari keluar dengan air mata yang terus mengalir. Sesampainya di depan pagar,dia melihat motor sport merah terparkir dengan pemuda tampan duduk diatasnya.
Oops! Ang larawang ito ay hindi sumusunod sa aming mga alituntunin sa nilalaman. Upang magpatuloy sa pag-publish, subukan itong alisin o mag-upload ng bago.
Dia Rafael Ardiyaksa sahabat Bianca.
"Aca....Lo kenapa???ditampar lagi iya???JAWAB!!!,biar gue samperin mereka,"teriak pemuda itu marah melihat keadaan gadis di depannya.Aca adalah nama panggilan Bianca dari orang terdekatnya.
"Udahlah Aca gak papa kok,baik-baik saja ini,"ujarnya dengan menampilkan senyum manisnya yang membuat pemuda di depannya merasakan sesak luar biasa di dadanya.
"Bahkan saat keadaan lo kayak gini,Lo tetap tersenyum ca,gue merasa gak becus jagain lo saat tahu keadaan lo kayak gini,"batin Rafael.
"Ayo berangkat nanti Aca kesiangan,"ucap Aca.
"Yaudah ayo,"balas Rafael kemudian membantu Aca menaiki motor besarnya.
Motor besar Rafael melaju membelah kepadatan ibu kota Jakarta menuju SMA Bina Bangsa sekolah Bianca.
***
Disisi lain,seorang pemuda masih bergelut dalam selimutnya.Hingga suara teriakan dari luar mengusik ketenangannya.
"Shit,"umpatnya karena merasa tidurnya terganggu.Bukannya bangun dia malah mencari kembali kenyamanan di dalam selimutnya.
"BRIAN BRAWIJAYA....BANGUN KAMU!!!"teriak bunda Brian sembari menjewer telinga anak semata wayangnya.Pemuda itu adalah Brian Brawijaya pewaris tunggal Brawijaya's Groub.
"Aw..aw..aw..sakit bunda,"pekik Brian.
"Ini jam berapa,sayang?"tanya Bunda dengan suara yang dibuat selembut mungkin.
"Emmm...jam 7 Bun,"jawab Brian dengan wajah polos tanpa dosanya.
"CEPAT BERANGKAT SEKOLAH BRIAN,KAMU UDAH TELAT INI!!!"teriak bundanya karena emosi melihat wajah putranya itu.
Brian yang merasa terancam langsung berlari menuju kamar mandi.Sedangkan,bundanya hanya mengelus dada sabar. Sekitar 15 menit Brian selesai mandi dan berseragam lalu berjalan menuju meja makan.
"MEPET TEROS!"teriak Brian berniat menyindir ayah bundanya yang asik bermesraan.
Mereka langsung diam dan duduk untuk sarapan bersama.Sekitar 30 menit mereka selesai sarapan kemudian memulai kegiatan masing-masing.Ayahnya berangkat ke kantor,Bundanya mengurus rumah dan Brian berangkat sekolah menggunakan motor sport hitamnya.
Oops! Ang larawang ito ay hindi sumusunod sa aming mga alituntunin sa nilalaman. Upang magpatuloy sa pag-publish, subukan itong alisin o mag-upload ng bago.