pesta ulang tahun yang ke 9 altar.
"bisa ga sih gausah di rayain! kekanak-an tau ga!" altar melipat kedua tangan di depan dada memasang muka masam.
rea mengelus puncak kepala satu-satunya anak kesayangan nya.
"lihat ni bar, sifat nya mirip sekali dengan kamu dulu" rea terkekeh, albar tersenyum sekilas mendengar nya dan melanjutkan mendekor ruangan yang tidak lama lagi akan di penuhi oleh tamu undangan pesta ulang tahun altar.
anehnya albar adalah orang yang paling bersemangat dalam mengadakan acara ini, berbeda dengan altar yang duduk dipojokan dengan wajah cemberut.
selesai mendekor albar menghampiri altar.
"hari ini kan altar ulang tahun senyum dikit kenapa?"
"kenapa ga ayah aja yang ulang tahun, kan ayah yang paling semangat bikin acaranya"
albar membuang nafas pelan dan mengelus puncak kepala anak nya.
"senyum atau nanti malam kamu tidur dengan papah dan mamah"
altar membuang muka.
'ngapain si harus senyum kalo kita ga suka' batinnya.
--
pesta baru dimulai jam 10 pagi.
"selamat ulang tahun kami ucapkan" semua orang yang datang bertepuk tangan sambil menyanyi lagu ulang tahun khusus untuk altar .
dari jauh albar melihat altar tersenyum bahagia sambil memeluk pinggang rea dari samping.
'sudah ku bilang acaranya pasti akan berjalan dengan lancar' bisik albar
rea tersenyum dan membalas bisikan albar,"aku tau kamu menyuruhnya".
albar berdecih sambil membuang muka, rea mencubit perut albar dan pergi menghampiri altar meninggalkan albar yang sedang kesakitan memegangi perutnya.
'gada obat emang cubitan perempuan'
batinnya.
rea berdiri di samping altar sambil bertepuk tangan pelan menyesuaikan lagu nyanyian.
altar selesai dengan meniup lilin di kue ulang tahunnya.
'horeeeee!'
para tamu bertepuk tangan dan bersorak meriah. albar datang menghampiri keduanya, saat altar sedang memotong kue. kue pertama altar berikan kepada rea.
"ayah mana?" tanya albar dengan jari telunjuk menunjuk dirinya sendiri.
"ayah potong saja sendiri" tukas altar disusul dengan tawa para tamu undangan.
"yah masa di suruh senyum doang ga ngasi kue tar" altar tetap tidak peduli namun akhirnya ia berikan potongan kue ke albar.
"baik silakan di nikmati makanan dan minumannya ya" ucap rea .
semua tamu langsung menikmati hidangan, di saat itu tiba-tiba datang anak kecil perempuan menggunakan drees pink selutu, pita merah muda yang senada dengan drees di kepalanya menambah kesan cantik dan lucu datang menghampiri altar memberi kado ulangan tahun dan ucapan selamat.
kali ini altar tersenyum tulus dan menerima kado pemberian rachel sahabatnya.
" apakah jarak 2 meter membuat kamu datang terlambat?" rumah altar memang tidak jauh dari rumah rachel, yap mereka bertetangga.
sayang nya rachel tidak bisa bilang kenapa dia datang terlambat.
'apa pita di kepalaku cukup membantu?' tanya rachel dalam hati.
"kenapa kamu bisa secantik ini hari ini? bukan kah kamu pernah bilang tidak akan mengenakan drees karena bisa membuat badanmu gatal?" tanya altar .
altar berencana meminjamkan rachel bajunya jika dia merasa gatal. tapi sepertinya itu takan terjadi karena rachel terlihat nyaman mengenakannya, atau dia memaksakan diri agar terlihat feminim.. mungkin?
" ayo ikut aku!" altar menarik tangan rachel menuju halaman belakang rumahnya.
albar dan rea tengah berbincang dengan aldo dan vannya, orang tua rachel yang mengucapkan ucapan selamat kepada putra tetangga nya. albar sempat melihat sekilas kedua bocah kecil tadi meninggalkan tempatnya menuju halaman belakang rumah, baginya itu sudah biasa.
----
"sini duduk" altar mengarahkan rachel untuk duduk di ayunan yang terikat dengan pohon besar , diatasnya ada rumah pohon kecil milik albar dulu yang kini sudah menjadi milik altar, lalu altar mengubah tanda kepemilikan itu menjadi miliknya dan rachel.
rachel duduk membelakangi altar. altar siap mendorong ayunan nya agar mengayun. di ayunan rachel bertanya.
"ko rachel yang naik ayunan sih! kan altar yang ulang tahun"
"rachel tidak suka?" altar bertanya balik. rachel hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dari altar.
keheningan menyelimuti keduanya sampai akhirnya berakhir dengan altar menghentikan ayunan yang sedang mengayun.altar mengubah posisi rachel menjadi menghadap nya menjadikan ayunan seperti terpelintir .
"apa ada yang rachel ingin katakan?" altar menyadari bahwa raut wajah rachel seperti orang yang sedang gelisah.
"katakan saja" rachel masih saja diam menundukkan kepalanya.
"lihat aku rachel" altar menatap intens wajah rachel, rachel menaikkan wajah nya , mata nya bertemu dengan mata hijau toska milik altar.
"al.."
belum sempat selesai rachel mengatakannya.aldo dan vanya datang dari kejauhan memanggil rachel, rachel menghampiri dan bertanya ada apa, setelah berbincang sebentar dengan orang tuanya rachel menghampiri altar dan berkata.
"altar rachel harus pulang nanti kita main lagi" altar hanya mengangguk dan melihat kepergian rachel bersama orang tuanya dari halaman belakang.
altar duduk diayunan tadi menunduk menantap sepatunya .
'apa yang sedang rachel sembunyikan darinya?' altar menjawab dalam hati menatap tempat tadi rachel pergi.
"yuk masuk kedalam, teman-teman kamu nunggu tuh" tanpa altar sadari rea datang dan sudah berada disisinya.
altar beranjak dari sana dengan rea merangkul pundaknya.
"kamu tadi udah bilang selamat tinggal ke rachel?" tanya rea hati-hati.
altar menghentikan langkahnya , diam sejenak mencerna kata-kata bundanya. langkah rea ikut terhenti dan menunggu jawaban altar.
"selamat tinggal?" altar bertanya balik.
"rachel katanya harus pindah ke luar kota, karena ayahnya di pindah tugasnya ke luar kota" jawab rea.
dengan cepat altar lari bermaksud mengejar rachel yang sayangnya kini mobil rachel sudah jalan, dengan sekuat tenaga altar berusaha mengerjar mobil rachel tapi tetap saja kecepatan lari nya tidak menyusul mobil milik rachel.
altar berlari sangat cepat sampai tidak menyadari didepan ada batu yang menyebabkan dirinya menyusruk aspal jalanan, dagu, lulut dan telapak tangan nya berdarah. tapi bukan itu yang membuat air matanya keluar melainkan kepergian rachel tanpa pamit.
note penulis :
hallo, saya athala. ini adalah novel pertama saya. jika ada kesalahan atau ada saran dari kalian semua insyaa allah saya terima untuk kebaikan penulisan cerita selanjutnya . terimakasii:)
KAMU SEDANG MEMBACA
IGNORE
Fiksi RemajaAbel memergoki kaka kelasnya yang terkenal dingin, dan cuek itu berada di sebuah club malam!
