JANGAN LUPA BANTU VOTE & KOMEN YA SEMUANYA !!!
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU !!
HAPPY READING
♡♡♡
Pagi itu seperti hari-hari biasa, aku selalu terbangun lebih dulu, bangun pagi yang aku gunakan hanya untuk sekedar bersantai dan bermain ponsel genggamku hingga membalas beberapa pesan singkat di aplikasi WA dan Line yang semalam belum sempat terbalaskan, sebelum akhirnya aku memutuskan untuk beranjak mandi.
Aku meneguk air mineral yang telah ku kemas di dalam botol minumku yang selalu ku taruh di atas meja riasku, sembari memainkan ponsel genggamku.
Perkenalkan nama aku "Angelia" , nama yang tak begitu asing terdengar jika dipanggil Angel.
Aku seorang gadis yang memiliki ciri fisik, rambut sebahu yang lurus dan berponi layaknya seorang kartun dora, memiliki kulit tubuh yang berwarna kuning langsat, memiliki tinggi 160 cm dan berat badan 48 kg.
Aku memiliki mata yang besar, hidung yang mancung dan bentuk bibir yang sangat mungil.
Aku berumur 21 tahun dan aku bekerja sebagai karyawan swasta di salah satu perusahaan di Jakarta, aku hanyalah lulusan SMA yang tidak melanjutkan kuliah dan lebih memilih bekerja setelah lulus SMA.
Aku memiliki pendapat lain tentang kuliah, menurutku, kuliah itu membuat beban buat otakku saja, walau pada kenyataannya kedua orangtuaku menyuruhku kuliah dan tidak bekerja lebih dulu setelah lulus SMA.
Tapi inilah aku, tidak mendengarkan nasehat kedua orangtua dan tetap memilih keputusan ku sendiri untuk bekerja, walau tidak di ijinkan dan sempat ada selisih paham di awal, tapi aku berusaha buat menyakinkan mereka agar aku tetap bisa bekerja di umur yang masih "belia" , umur yang masih sangat muda menurut kedua orangtuaku.
Semakin berjalannya waktu dan aku bisa membuktikan jika tak kuliah pun aku bisa bekerja dan mampu bersaing di dunia kerja dengan mereka yang kuliah, orangtuaku pun amat sangat mendukungku saat ini.
Hari beganti hari, tak terasa udah lebih dari 3 tahun aku bekerja sebagai karyawan swasta. Banyak suka duka selama aku bekerja sebagai karyawan swasta.
Aku sangat nyaman bekerja di sini, aku memiliki banyak teman bahkan aku sedikit lebih memiliki wawasan luas tentang dunia pekerjaan.
Mulai terdengar suara teriakkan mama dari balik pintu kamarku :
"Tok...tok...tok..." (Mama mulai mengetuk pintu kamarku)
"Angeeellllllll !!!!!!" (teriak mama dari balik pintu kamar)
"Iya, mah" (jawabku, sembari membukakan pintu kamar)
Mama yang berdiri tepat di hadapan ku dengan raut muka yang selalu kesal melihat tingkahku di pagi hari pun mulai bertanya padaku :
"Angel sayang, apakah hari ini tidak pergi ke kantor ? Hari mulai siang dan kamu belum bersiap cantik ?" (sapa mama pagi ini)
"Pergi ke kantor kok mah, ini angel mau bersiap hehe" (jawabku sembari tersenyum mengeluarkan gigi)
"Kamu ini, udah 21 tahun tapi masih saja betingkah seperti anak SMA" (sindir mama)
"Hehe maaf mah, walaupun aku udah berumur 21 tahun tapi aku tetap jadi bayi kecil mama kan ? (ledekku sembari merayu mama)
"Kamu ini, paling pintar kalo soal mengambil hati mama" (agak sedikit kesal)
(Mencium pipi mama dan pergi untuk segera mandi)
"Anak yang manja" (teriak mama dan mulai tersenyum)
Hari-hari ku sebelum berangkat ke kantor tetap sama seperti hari-hari ku berangkat ke sekolah dulu, perhatian mama pun tetap sama seperti aku masih duduk di bangku sekolah dulu, tidak ada yang berubah sedikit pun dari perhatian mama ke aku.
Walaupun aku selalu bangun lebih awal tapi selalu saja mama yang berteriak dan mengetuk pintu kamar ku di pagi hari, ketika hari mulai siang dan aku tak kunjung keluar kamar.
Aku adalah anak tunggal mereka jadi tak heran jika aku sangat di manjakan oleh mereka, walaupun begitu aku selalu berusaha mandiri.
Aku selalu memendam semua yang terjadi pada diriku sendiri.
Aku tipe orang yang amat sangat perasa jadi tak heran jika aku lebih mudah tersinggung dengan perlakuan orang yang tak baik padaku.
Aku pun tipe orang yang selalu memandang semua orang baik sebelum orang itu melakukan kesalahan padaku. Tak heran jika aku lebih mudah di manfaatkan oleh orang lain.
Aku memiliki watak yang amat keras, bisa dibilang kepala batu. Mungkin karena aku anak tunggal jadi jiwa pemimpin dan manjanya jadi satu.
Aku tak suka basa-basi ketika ingin berbicara, walau aku terbilang ceplas ceplos dalam berbicara tapi aku tipe orang yang hatinya mudah banget tersentuh.
Mungkin itu cover luarnya saja yang kepala batu dan sebagaianya.
Jauh di dalam hatiku, aku tak sekuat seperti cover depanku.
Soal pertemanan pun, aku terbilang tipe orang yang memiliki banyak teman.
Aku juga tipe orang yang amat sangat mudah bergaul, mungkin karena aku terlalu ramah pada orang.
Tapi, banyaknya teman membuat hidupku tetap sepi.
Banyak teman bukan berarti mereka mengetahui apa yang sedang aku rasakan saat itu dan saat ini.
Teman hanyalah figuran yang sewaktu-waktu akan pergi tanpa permisi.
" Kebahagiaan tidak selalu di ukur dari banyaknya materi dan teman, tapi kebahagiaan akan selalu ada jika kita selalu bersyukur "
•••
YOU ARE READING
Dua Hati
Teen Fiction[HARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Angelia harus terjebak di sebuah kisah cinta yang terlalu rumit. Apakah Angelia yang memiliki dua hati ? Atau bahkan Daniel yang memiliki dua hati tersebut atau ada orang lain yang hadir dihubungan mereka ? Kesal...
