prolog

182 25 19
                                        

Malam yang indah untuk para muda-mudi yang sedang merajut asmara. Melepas rasa lelah mereka, dan menggantinya dengan rasa rindu yang telah terbayar lunas saat dua pasangan itu saling bertemu.

Bintang yang menerangi langit yang gelap saling melengkapi tanpa ada rasa iba diantara keduanya. Burung-burung yang mulai kembali kesarang mereka masing-masing dan memeluk anak mereka dengan sayapnya untuk memberi kehangantan dan pertanda bahwa waktu tidur telah tiba. Para anak kecil yang berlarian memasuki kamar mereka masing-masing guna mendengarkan dongeng dari sang ibu yang entah sudah berapa kali kisah itu diulang-ulang dan tidak pernah bosan.

Tapi, malam ini sama saja seperti malam pada umumnya yang kurasakan. Malam yang hampa tanpa suara bising, malam yang tenang tanpa gangguan dan malam yang tenang tanpa kenangan. Pukul sembilan malam, itu tandanya sudah tiga jam aku membuang waktuku untuk melayani para pelangkan yang membeli kebutuhan mereka masing-masing. Berdiri dibelakang meja kasir ini sudah menjadi pekerjaan paruh waktuku saat malam hari tiba. Tidak ada seorangpun yang ingin mengambil bagian malam karena rata-rata dari mereka tidak mau mengganggu waktu malam mereka a[alagi saat malam Minggu seperti ini. 

"kate Maldis"

Kepalaku langsung terangkat dan melihat kearah sumber suara. Seorang pria berumur lima puluh tahunan kini memanggil namaku. Ya, dia adalah bosku. Dan kali ini dia sedang bekerja lembur bersamaku.

"Ada apa pak?" tanyaku sopan

"Apa kau mau pulang?" tanyanya kepadaku

"Tentu saja!" jawabku antusias

Dia tersenyum kearahku kemudian melemparkan kunci toko kepadaku.

"Cepat kemas barang-barangmu dan tutup toko ini" 

Senyumku mengembang dan akupun mengangguk patuh. Dengan cepat aku mengambil barang-barangku dan tanpa mengganti seragamku. Segera kumatikan seluruh lampu dan berlari kecil keluar toko. Bosku menunggu didepan pintu dengan tangan satu dimasukkan kedalam kantung celananya dan satu lagi menggenggam tas kerjanya. Tanganku terulur untuk memberi kunci itu kepadanya, dengan senyum tipis, ia menerima kunci itu dari tanganku.

"Pak, kalau boleh tahu. Mengapa aku bisa pulang cepat malam ini?" tanyaku penasaran

"Hari ini adalah hari ulang tahunku. Dan aku berencana akan mengajakmu minum. Apa kau mau ikut minum bersamaku?" tawarnya

"Maaf pak, bukan maksudku untuk menolak ajakanmu. Hanya saja, saya tidak bisa minum walau hanya satu gelas pun. Lagipula, aku belum cukup umur untuk meminum minuman seperti itu" jelasku padanya

"Baiklah kalau begitu. Pulanglah dan jangan lupa istirahat. Kalau begitu aku duluan" ucapnya dan mulai pergi meninggalkanku karena kami memang berbeda arah.

                                                                                     o0o

Kyln Andrew

Kate Maldis

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Kate Maldis

Kate Maldis

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

NB:

Halo... 

Mungkin cerita ini akan jarang sekali update dan mungkin nasibnya bisa sama kayak cerita aku yang lain... maaf author sibuk

selamat bertemu di part berikutnya...

Tanggal cerita dibuat: 6. Juli. 2k19


Kyln dan Kate [END]Stories to obsess over. Discover now