Sebelumnya author mau nny dlu hehehe, kalian gmn kabarnya? Baik? Alhamdulillah kalau gitu, bagi yg kabarnya kurang baik cepet² ya di sembuhin hahahaha
Jadi kali ini author bawa cerita baru loh readers!
Semoga kalian suka yaa🥺❤
Tapi sebelum baca jangan lupa vote dan follow akun serta story yg udh author buat hehehe😊
Oh ya buat update nya tergantung mood author ya soalnya sibuk☹️ tugas author banyak jadi InsyaAllah bakalan bisa update demi kalian!!
Dah lah banyak basa basi kuyy baca!
•••
Malam itu,
Merupakan malam paling terburuk untuk sebuah gadis kecil yg baru saja genap berusia 10 tahun. Dunia nya selalu di selimuti tawa kesenangan hancur. Hancur berkeping-keping bagaikan pecahan kaca yg tak bisa di perbaiki lagi.
"Dasar anak kurang ajar! Tak tahu di untung!" Bentak Risa lantang dengan wajah penuh amarah.
Plakk
Satu tamparan yg begitu kuat mendarat keras dipipi chubby gadis kecil tadi. "Saakit ma....saa-kit" Ringis gadis kecil tersebut sambil meraba sisi kiri wajahnya yg tampak merah.
"Awas kalau kamu berani bilang ke Papa!! Kalau kamu bilang....mama kamu bunuh!" Ancam Risa sedari menjambak rambut gadis kecil itu. Kenan hanya pasrah dan tak berani melawan perlakuan kasar mamanya karena tak ingin hal-hal yg tidak diinginkan terjadi.
"Anak sialan!!"
"Dasar kamu pembawa sial! Gara-gara kamu semuanya hancur!!"
Kenan langsung terbangun dari tidurnya dengan nafas memburu dan keringat yg terus mengucur deras keluar dari dahinya.
Shit! Lagi-lagi mimpi itu! Umpat nya seraya memijat pelan pelipis mata dan terus mengatur nafas nya agar kembali teratur.
Nafasnya pun sudah kembali teratur dan lagi-lagi ingatan kelam tentang masa lalu nya kembali terlintas dadanya kembali sesak dan mencoba menarik nafas dalam-dalam.
Persetan dengan semua itu! Umpat Kenan lagi dengan tatapan memanas.
Ia mulai meraba meja disamping tempat tidurnya lalu membuka laci meja tersebut dan mengambil sebuah benda.
Kenan mulai memainkan benda yg tak asing lagi baginya itu di sekitar nadi kirinya lalu melukis indah hingga meninggalkan bekas di sana.
Darah mengucur deras melalui luka sayatan yg Kenan buat tadi. Reaksi nya? Seperti biasa datar dan tersenyum simpul.
Perasaan kenan, tentu saja lega karena bisa mengalihkan rasa sakit di hatinya walaupun tak sebanding dengan apa yg ia lakukan sekarang.
Kenan menoleh kearah pintu balkon dikamarnya.
Hujan. Hujan yg begitu deras dan menenangkan ditambah lagi, aromanya yg begitu khas.
Kenan begitu senang ketika melihat hujan turun ditambah lagi jika ia berdiri di bawah jatuhnya air Tuhan tadi.
Yg begitu mewakili setiap pecahan-pecahan perasaannya yg sudah hancur berkeping-keping.
•••
Keesokan paginya....
Gadis berumur 19 tahun itu terbangun dari tidurnya yg nyenyak dan indah mungkin
YOU ARE READING
KENAN: The Tsundere Girl
Teen Fiction[ON GOING] Kenandra Adistya. Sikap dan sifatnya yg tergolong tak banyak bicara serta namanya yg seperti laki-laki, tapi siapa yg tahu dibalik sikap dirinya tadi terdapat banyak ragam luka kesedihan yg begitu membekas di dalam dirinya. ...
