Seorang gadis yang berpakaian seragam SMA lengkap dengan almamater Abu-abu putih tengah tersenyum manis didepan kaca. Mematut dirinya dan sesekali merapikan untaian poni yang sedikit mengganggu.
Bianca pun memoles lip balm yang berwarna natural di bibirnya, agar terlihat lebih fresh. Lalu, ia mengambil ransel nya dan turun ke lantai 1.
"Mamah! Ayo berangkat!" Mamah Bianca-Kirana tersenyum kaget melihat Bianca yang bertingkah seperti anak kecil yang tak sabaran.
"Nanti, kamu sarapan dulu nih." Bianca mengangguk lalu duduk dikursi. Kini, mulutnya penuh dengan nasi goreng mentega yang nikmat.
Bianca dan Kirana makan dengan khusyu. Bianca adalah anak tunggal jadi ia tak punya saudara yang bisa diajak bercanda saat makan.
Sedangkan papah Bianca-Denis tinggal di rumah yang lain. Ya..untuk sementara. Karena, kedua orangtua Bianca sedang ada konflik yang dimana Bianca tak tahu jelas apa permasalahan nya. Bianca hanya bisa berdoa agar mamah dan papahnya cepat berbaikan.
Setelah selesai sarapan, Bianca pergi kesekolah diantar oleh Kirana dengan mobil keluarga. Sekalian, Kirana juga ingin pergi ketempat kerja nya di sebuah perusahaan yang lumayan terkenal. Keluarga Bianca memang orang yang berada. Walau begitu, mereka tetap menunjukan kesederhanaannya.
Bianca mendadak gugup saat mobil mereka berhenti disebuah parkiran sekolah Angkasa. Yaitu sekolah yang megah dan cukup terkenal di daerah sekitarnya. Sayangnya, Kirana sedang buru-buru jadi tak dapat mengantar Bianca masuk kedalam sekolah.
"Maaf ya sayang mamah buru-buru."
"Iya gapapa, mamah hati-hati ya." Kirana tersenyum lalu menutup kaca mobil. Hingga mobil itu pun melaju dan menghilang, Bianca masi tetap berada didekat gapura sekolah.
Serius, Bianca benar-benar gugup. Bianca menarik nafas, lalu menghembuskannya. Dengan mantap, ia pun melangkah masuk dan menuju ruang kepala sekolah.
●●●
"Kata kaka sepupu gue, di Mall ada toko baju baru buka bagus banget. Pokonya nanti kita harus kesana!" Putus perempuan berambut panjang dan bergelombang.
"Serius? Boleh deh, soalnya gue udah bosen sama baju-baju yang gue beli dua hari yang lalu." Balas perempuan berambut pendek dengan bandana pink dikepalanya.
"Ya lagian elo belinya yang gayanya jadul gitu!" Balas perempuan yang sedang menyedot minuman dari gelas yang berlogo starbucks.
KRINGG!!
Bel masuk pun berbunyi, kelas XI IPS 2 yang semulanya gaduh kini hening saat wali kelas mereka masuk dan diekori oleh seorang gadis yang berambut ponytail. Hening, gadis yang menjadi pusat perhatian itu pun hanya tersenyum gugup. Sesekali juga menggigit bibirnya.
Beberapa siswa langsung berbisik, menebak bahwa gadis itu adalah anak baru. Ada yang melirik tak suka, menatap ganjen, serta ada yang berekspresi biasa saja.
"Selamat pagi anak-anak..kita kedatangan murid baru. Perkenalkan nama kamu." Ucap bu Amel-guru mata pelajaran IPA.
"Nama gue Bianca Fradella. Panggil aja Bianca." Bianca tersenyum tipis.
"Oke, sekarang kamu duduk disebelah Salma ya." Tunjuk bu Amel kepada seorang perempuan yang duduk di barisan ketiga.
Bianca tersenyum kepada Salma yang juga membalas senyuman.
STAI LEGGENDO
Hello, Future! (Selesai✔)
Teen FictionFase kehilangan adalah fase yang sangat menyakitkan. Pastinya setiap orang yang mengalami fase itu akan sangat sedih. Tetapi apakah dengan sedih berlarut-larut adalah hal yang tepat? Tidak! Life is must go on! Ini kisah Bianca Fradella, Seorang gadi...
