Dingin yang mencekam dihiasi dengan awan gelap yang menggumpal. Gemricik air hujan yang kian deras mengisi kekosongan kelas XI Mipa 2.
Saat itu waktunya jam kosong yang mana membuat para siswa sebagian memilih untuk tidur dan merenung.
Hingga datanglah dua orang yang dengan sengaja mengisi keheningan.
"Januar! Berhenti hapus dulu fotonya!!" Teriak Jessica mengejar Januar.
Januar menoleh tanpa memelankan langkah kakinya. "Berhenti ta?" goda Januar sembari melambaikan hp keatas.
Jessica berkacak pinggang, mengambil nafas sembari mengerucutkan bibir mungilnya.
Menghela nafas dengan pasti tanpa lupa mengawasi gerak lawannya. Jessica lelah, ia terduduk di kursi kawannya.
Menoleh kebelakang dengan nafas tersenggal, Januar menghampiri Jessica. Mengambil botol minum secara acak yang ada disekitarnya. Jessica melirik, kemudian mendekatkan kursinya ke arah Januar.
"Juuuuu, foto nya hapus ya ya ya." minta Jessica dengan wajah yang memelas, sembari menautkan kedua tangannya.
Januar, lelaki playboy dengan sikap tengilnya. Ia tersenyum kemudian menaikkan sebelah alisnya. Dengan pasti Januar mendekatkan wajahnya kearah Jessica, dan memiringkan kepalanya.
Dengan nafas sedikit memburu dihempaskan nafas nya tepat didepan Jessica.
Bulu kuduk Jessica meremang, dengan segara ia mendorong bahu Januar supaya menjauh. "Jangan main-main om. Dah buruan hapus foto gua!" ujarnya menyuruh.
Januar tersenyum kembali. Dirogohnya saku dicelananya, benda elektronik kecil kini sudah berada ditangannya. "Nih hapus aja, galeri gua bukan penyimpanan foto modelan elu." menyodorkan hpnya ke tangan Jessica.
Dengan kasar Jessica mengambil hp Januar. "giliri gii bikin pinyimpinin fiti midilin ili. Nah nah galeri bini lu, monyet." cecar Jessica sembari mengembalikkan hp milik Januar.
Setelahnya Jessica bangkit dan melangkah ke arah luar kelas. Tentunya dengan sedikit wajah sebal dikarenakan sikap Januar yang sedikit tengil.
"JES! Kok aa' gak ditungguin." Panggil Januar menggoda. Menoleh dengan kedua jari tengah diacungkan Jessica mengeluarkan lidahnya mengejek. Kemudian berbalik meninggalkan Januar yang gemas dengan tingkah temannya.
--+
YOU ARE READING
TIRED PLAYER
Teen FictionKeseruan seorang Jessica memiliki sahabat superb player dengan berbagai ketengilannya. Tak lupa tingkat kepercayaan dirinya yang bisa dibilang luar biasa akutnya. Dannnn akankah Jessica bersabar atau malah ia yang terjerumus?
