Childhood

24 3 0
                                        

Terik matahari sore menyinari halaman belakang rumah pantai milik keluarga Queen. Isaac dan Carice Queen juga putra dan putri mereka, Oliver dan Ruby sedang menikmati sore hari di pantai yang terhubung langsung dengan rumah mereka. Bersama dengan mereka, keluarga Evans, Robert, Lisa, dan putra tunggalnya Chris juga berada disana. Isaac dan Robert adalah rekan bisnis, mereka saling mendukung satu sama lain saat memulai bisnis mereka masing-masing dari nol hingga sukses seperti hari ini. Rumah pantai yang terletak di East Hampton ini memang sering kali menjadi tujuan keluarga Queen itu menghabiskan beberapa hari di tengah musim panas. Kali ini mereka mengajak keluarga Evans bersama mereka.

Ruby berlari di tepi pantai. Telapak kaki nya yang telanjang diselimuti pasir pantai yang sedikit basah. Sesekali air laut menenggelamkan telapak kaki nya. Ia menggenggam pasir pantai di kedua tangannya. Tidak jauh di depannya, Chris berlari berusaha menjauh dari Ruby yang juga berusaha mendekatinya untuk melemparkan genggaman pasir di tangannya. Tidak jauh dari mereka Oliver menyemangati Ruby.

"Ayo, Ruby! Lemparkan pasir itu!" Seru Oliver sesekali melompat dan menepuk kedua tangannya.

"Menyerahlah, Chris!" Ruby tidak sekalipun memperlambat langkah nya.

Chris menghentikan langkahnya yang membuat langkah Ruby terhenti juga dengan mendadak.

"Menyerah begitu cepat." Kata Ruby lalu melemparkan genggaman pasir dari kedua tangannya ke arah Chris dengan sekuat tenaganya seketika Chris membalikan tubuhnya mengahadap Ruby.

"Oh, tidak." Chris berusaha membersihkan pasir yang mengotori kaosnya. Tidak banyak, tangan Ruby yang mungil tidak mampu membawa pasir yang cukup banyak untuk tubuh Chris yang tentu jauh lebih besar dari nya. Chris membungkukkan badannya, kedua tangannya yang jauh lebih besar dibanding tangan Ruby pun mulai mengambil pasir di depannya dan mengenggamnya hendak akan membalas Ruby. Chris tersenyum licik, mengangkat kedua tangannya yang berisikan pasir.

Ruby tertawa. Kedua tangannya menutupi wajahnya. Ia berusaha melindungi wajahnya dari lemparan pasir yang akan dilakukan Chris untuknya. Merasa terlalu lama menutup wajahnya tetapi tidak terjadi apa-apa, Ruby perlahan menurunkan tangannya dari wajahnya dan membuka matanya. Ia melihat tangan Chris kosong, ia menjatuhkan pasir-pasir itu kembali ke pantai, hanya terlihat sedikit pasir tipis berada di kedua telapak tangannya.

"Aku tidak ingin melakukannya. Atau mungkin aku tidak akan pernah. Itu kaos favoritmu, aku tidak akan mengotorinya." Kata Chris.

Ruby menundukkan kepala melihat kaosnya, iya, benar itu kaos berwarna biru muda dengan gambar bunga matahari mungil di tengahnya, kaos favoritnya. Ruby kembali menatap Chris, kali ini ia yang tersenyum licik. Ia mulai mengambil pasir di depannya dan kembali memenuhi kedua genggaman tangannya dengan pasir. Ia pun kembali melemparkan pasir-pasir itu ke tubuh Chris, beberapa kali ia mengulanginya. Mereka pun tertawa. Tak lama Oliver menghampiri mereka dan mereka pun mulai bermain bersama.

Tidak jauh dari mereka, orang tua masing-masing dari mereka duduk bersama diatas handuk pantai sambil menikmati cocktail. Mereka memperhatikan anak-anak mereka sambil bercanda.

"Lihat mereka. Semoga mereka akan tetap dekat seperti ini hingga mereka dewasa." Kata Isaac.

"Ya, dan mungkin saja Ruby dan Chris bisa saling jatuh cinta." Balas Robert yang membuat mereka berempat tertawa bersama-sama.

"Aku mungkin akan berharap hal yang sama." Lisa menambahkan. "Aku sangat menyukai Ruby."

Carice tersenyum pada Lisa. "Apapun yang terbaik untuk Ruby, di masa depannya, pasti aku mendukungnya."

A Perfectly Good Heart [Bahasa]Stories to obsess over. Discover now