Part1

72 8 9
                                        

Aku pernah dengar kata orang kalau menatap lawan jenis selama 8 detik mereka akan jatuh cinta ! apa kita juga seperti itu ?

💛💛

Dengan wajah yang datar dan terkesan jutek, perempuan yang dikenal dengan nama Adinda Jenaka itu berjalan santai menuju kelas 12-A yang menjadi kelasnya seminggu yang lalu. Saat sudah sampai di kelas, Jenaka melihat teman sebangkunya sudah datang dan duduk di kursi sampingnya.

"Je, bisa gk pagi-pagi tuh muka jangan jutek gitu, teman-teman yang lain ngira lu gak mau temenan sama mereka loh !" kata temannya Luna Zaina.

Jenaka yang biasa dipanggil je itu pun menghela napas "Lah emang muka gue kaya gini gimana dong? Mereka yang udah kenal gue aja udah biasa, inikan baru seminggu kita ganti kelasnya. masa gue cengar-cengir sana-sini sing pagian sih. nanti dikira guenya gila lagi" sahut Jenaka lagi.

" Ya gak gitu juga kali je" setelah itu Luna pun tertawa mendengar kata Jenaka tadi.

Jenaka pun tidak terlalu ambil pusing masalah dia kelihatan jutek karena pada dasarnya raut wajahnya memang seperti itu. Ditambah lagi Jenaka memang anak yang tidak terlalu banyak bicara, tetapi bila sudah mengenalnya Jenaka adalah orang yang suka bicara dan sering melontarkan guyonan yang tentu akan membuat Jenaka dan Luna tertawa.

"Je ?" panggil Luna. "Hm ?" sahut jenaka,

"Tau gk kalo lu di omongin anak-anak, katanya yah 'ihh itu yang mukanya jutek masem-masem kecut beneran namanya jenaka ya? Gk cocok yah sama namanya hihihi'" kata Luna sambil mempraktekkan dengan suara khas anak-anak centil. "Masa?" sahut Jenaka.

"Iya je !! kesel kan lu di omongin kaya gitu", "Yang mana orangnya ?" Tanya jenaka. "Tuh yang pojokkan pake bando emping"

Jenaka berdiri dan menghampiri mereka yang ditunjuk Luna tadi, Luna mengira Jenaka akan memberi peringatan atau sekedar menegur tetapi Luna tidak menyangka apa yang dikatakan Jenaka akan mengarah padanya.

"Permisi, kata Luna anak yang duduk disamping gue itu, kalian ngomongin gue ya ?" ucap Jenaka dan mengulang kembali apa yang diucapkan Luna tadi kepadanya.

Anak-anak yang dihampiri Jenaka tadi langsung terkesiap dan memasang raut wajah yang tidak enak. Merekapun meminta maaf kepada Jenaka.

Mampus gue Luna membatin. Seketika itu juga anak-anak yang tadi melirik sinis ke Luna, Luna cuma cengar-cengir sambil dua jari yang artinya damai dia angkat.

Jenaka memang sengaja berulah supaya Luna kena getahnya sendiri, emang harus diberi pelajaran sih sekali-kali kata Jenaka dalam hati.

"Teman gk ada akhlak lu je!" kata Luna dengan bibir mengerucut saat Jenaka kembali ingin duduk ketempatnya , Jenaka hanya menyeringai dan kembali duduk dengan santai.

Jenaka dan Luna sudah berteman dari zaman smp dulu, jadi seluk beluk kisah saling mengetahui.

💛💛

Hembusan angin jadi membuat Jenaka nostalgia pada kejadian hampir 3 tahun yang lalu saat dia kelas 3 smp, tangannya ia pangku ke dagu dan matanya tertuju keluar jendela kelas sebelah kirinya.

Sayup-sayup dia mengingat lagi suara Luna yang berkata padanya "Je, gue mau bilang sama lu kalo gue suka sama anak gedung seberang" ucap Luna sambil menutup mukanya yang merah dengan kedua tangannya,

"Siapa ?? yang mana orangnya?? Baikkan Lun? Jangan bilang dia badboy ?" cerocos Jenaka kala itu. "Baik je, baik banget malah, goodboy dong !. Berdebar banget nih gue", sambil meremas tangannya.

"Kita ke kantin sekarang ! tunjukkin yang mana orangnya !" ucap Jenaka sambil menarik tangan Luna.

Saat itu mereka masih smp, dan itu paling cinta monyet pikir Jenaka, tapi untuk orang yang disukai sahabatnya Jenaka perlu tau bagaimana bibit bobotnya agar hal apa yang perlu dia antisipasi kedepannya.

Sesudahnya sampai di kantin, Luna mengarahkan jari telunjuknya kepada lelaki tinggi berkulit hitam manis, rambutnya pendek, beralis tebal dan memiliki mata yang sipit.

"Itu je, namanya Nino". Ucap Luna dengan pelan.

"Hm gue setuju aja sih, baik kelihatannya", "Emang baik je orangnya, percaya deh sama gue" gas Luna. "Iya ah iya, yuk ah sekalian kita jajan dulu sebelum ke kelas" kata Jenaka.

Saat mereka ingin kembali ke kelas Jenaka tak sengaja bertatapan dengan Nino dan saling terdiam beberapa saat, entah kenapa Jenaka merasa tidak nyaman dan segera mengalihkan pandangannya.

Jenaka memang tidak pernah pacaran tapi dia mengetahui perasaan orang yang akan jatuh cinta, dan saat bertatapan dengan Nino tadi dia merasakan hal itu dan membuat dia seketika takut akan pikirannya sendiri karena Nino adalah orang yang disukai Luna.

.
.
.
.

Sampai sini dulu ya minna-san, tunggu kelanjutannya kisah Nino dan Jenaka di part selanjutnya !! byeeeeyoooooo

SUGARTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang