Seorang pria dengan postur tubuh atletik yang masih setia tertidur diranjang king size miliknya, menikmati mimpi indahnya hingga belum juga membuka matanya untuk melihat bagaimana cerahnya bumi ini. Sinar matahari dengan lancanngnya menerobos masuk lewat jendela yang sedikit terbuka. Bukannya bangun untuk menjalankan kewajibanya yaitu belajar, pria tersebut malah menutup mukanya dengan bantal.
Hingga suara teriakan seorang wanita paruh baya membangunkan-nya.
"RAJA JUNA MAHENDRA" Teriak Lasih-Mama Juna. Ya, lelaki itu adalah Raja Mahendra atau kerap dipanggil Raja, anak dari pasangan suami istri yang bernama Sastro dan Lasih. Papanya telah meninggal sejak Raja baru saja lahir dibumi. Ayahnya merupakan seorang TNI angkatan Laut. Saat Sastro mendapat kabar putra nya telah lahir, Sastro memutuskan segera pulang menaiki pesawat. Sastro yang bertugas di Singapura segera memesan tiket pesawat untuk ke Indonesia. Namun na'as pesawat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan sehingga menewaskan banyak orang. Sastro salah satunya.
Dengan cepat Raja bangun dan bergegas menuju kamar mandi yang ada dikamar nya. Raja tidak ingin membuat mama nya marah hanya karena Raja telat bangun. Karena disini Juna hanya tinggal dengan mamanya, satu asisten rumah tangga yang bernama Bi Jum dan satu tukang kebun bernama Mang toyib.
Tak butuh waktu lama, Raja selesai mandi dan berganti pakaian seragam, kemudian turun ke meja makan untuk menemui Mama nya. Ah, pasti Masih akan mengomeli nya karena telat bangun. Hanya telat beberapa menit saja, sudah kena omel apalagi telat berjam-jam. Seharusnya Raja bangun pada pukul lima pagi, tapi hari ini Raja bangun dengan telat satu setengah jam. Artinya, dia bangun pukul setengah tujuh.
"Pagi Ma!" Sapa Raja sambil menarik kursi yang ada disebelah mama nya.
"Kamu itu, jangan bergadang bisa nggak sih? Kamu mau cepet tua karena kebanyakan bergadang?!" Kata Lasih tanpa mempedulikan sapaan pagi putra tunggalnya. Semenjak Sastro meninggal, Masih memilih menjadi janda daripada harus menikah lagi. Padahal Raja siap menerima Papa baru, bukan Raja tak sayang pada Papanya, pasalnya dari kecil Raja tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ayah.
"Yaampun Ma, sesekali juga. Lagian Raja semalem bergadang karena belajar Ma!"
"Yang bener? Tadi malem Mama mau ngecek kamu udah tidur atau belum, tapi pas mama mau masuk kamu malah main PS!"
"Ya-ya itu aku mainnya habis belajar ma" Elak Raja dengan memakan roti yang sudah ia oleskan selai kacang.
"Raja, mama nggak pernah nga--" Belum sempat Lasih menyelesaikan ucapannya, Raja sudah lebih dulu memotongnya.
"Ma, Raja berangkat dulu ya udah telat nih" Pamit Juna mencium punggung tangan kanan Lasih, tak lupa mencium pipi kanan dan kirinya. "Assalamu'alaikum" Salam Raja ketika sampai di depan pintu.
"Waalaikumsalam" Balas Lasih, Bi Jum, dan Mang Toyib bersamaan.
🌄
Motor ninja berwarna merah yang dinaiki Raja melesat membelah ramainya jalanan Kota Jakarta. Raja tak peduli umpatan-umpatan yang diberikan pengguna jalan lain. Hal terpenting adalah dia bisa sampai disekolah tepat waktu. Walaupun Raja kerap membolos namun, saat ini Raja ingin sampai kesekolah tepat waktu supaya bisa makan gratis di warung Mak Tini, salah satu kedai yang ada dikantin sekolahnya. Memang setiap hari Jum'at, Mak Tini selalu membagikan dagangannya secara cuma-cuma. Jum'at berkah kata Mak Tini.
Sepuluh menit menempuh perjalanan dari rumah nya ke SMA Kartika sudah Raja lewati. Tanpa basa-basi Raja segera berjalan menuju warung Mak Tini.
"Mak biasa" Rajaa memesan makanan nya lalu duduk menghampiri keempat temannya yang duduk dibangku pojok kantin.
"Wih, udah dateng lo! Tumben pagi" Kata Dava, adalah satu temannya.
YOU ARE READING
SENJA
Romance"Kenapa lo liat-liat? emang gue ganteng sih tapi nggak usah gitu juga dong liatin gue nya! kayak liat setan aja" Raja dengan percaya diri nya memamerkan ketampanannya. Kini, dirinya sedang berada didalam lift bersama seorang gadis yang sedari tadi m...
