Prolog

40 10 10
                                        

Henti bergumam harap, Langit sore hari itu membuat seorang gadis menatap kosong taman bermain di depannya

Seperti ada ruang kosong yang menyingkap kenangan lama, menuntut harap kenangan kembali, tapi sia-sia.

Gadis itu mencoba tersenyum manis ketika anak kecil berlarian di depan sana

Detik berikutnya sosok tinggi dengan baju urakan berdiri tepat di hadapan gadis itu dengan tampang tengil dan kunci motor mengantung disaku celana Jeans hitamnya

"Lu yang namanya Krystal? Anak fakultas Seni itu 'kan?"

Gadis berambut Curly itu hanya diam menatap pria yang kini tersenyum konyol kearahnya

"Gua Gevan, anak fakultas ekonomi. Boleh minta nomor telepon lu?"

Keduanya terdiam sesaat, sampai gadis berambut Curly tersebut bangkit berdiri dan mengucap

"Sinting"

Kemudian pergi meninggalkan Pria yang hanya mengusap tengkuknya dan memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku.

Langit SoreStories to obsess over. Discover now