Prolog

13 1 1
                                        


Berawal dari kepindahannya ke kota besar, Adisa hanya bisa mengikuti alur yang ada. Terlebih Adisa yang tidak pandai berinteraksi membuatnya tidak memiliki teman disekolahnya.
Adis ingin cukup butuh ketenangan, kedamaian. Maka gaada yang namanya masalah.

Meskipun begitu, Adis cukup aktif dibidang akademiknya. Dan Adis juga memiliki paras yang khas. Tapi lagi-lagi memang Adis yang tidak ingin terlihat menonjol, dan menjadi perhatian banyak orang. Adis benci itu.

Namun namanya juga hidup, gaada masalah gak hidup.
Hadirlah satu persatu masalah baru, saat dia bertemu dengan salah satu pentolan sekolah dan menimbulkan kesalahpahaman yang menggegerkan satu sekolahan.

"Iya dia pacar gue. namanya.. Aa Adisa. Ya, Disa. So, lo gausah kegatelan lagi sama gue. Gak punya malu banget." Ucap seseorang yang tiba-tiba menarik Adisa dan berbicara dengan santainya.

"Maksudnya apa-apaan bilang kaya gitu. Sorry ya, gue gak kenal lo." Sentak Adisa setelah menarik cowok itu untuk menghindari kerumunan. Lalu meninggalkan laki-laki itu pergi yang menunjukan wajah kebingungan
.

SELAMAT DATANG DI CERITA BARU AKU. SUASANA MASIH SAMA DENGAN CERITA SEBELUMNYA. TAPI TENTU DENGAN INTI DAN PERMASALAHAN YANG BERBEDA.

.
Aku butuh banget antusias dari kalian baik dari komen maupun vote. Biar ceritanya gak berenti ditengah jalan.
Kuharap cerita ini bisa kelar sampe selese.
Mohon bantuannya ya.

love,

-Ades-

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 21, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

INVISIBLEWhere stories live. Discover now