Hari itu awal bulan Desember yang seperti biasa, musim panas dimana matahari menginvasi langit dengan waktu dan temperature yang tak biasa. Di Australia orang orang menikmati waktu Natal dengan musim panas yang bahkan tak didambakan. Hampir setengah jalan di pusat kota dipenuhi dengan orang orang yang berbondong bondong membeli keperluan natal.
Sedang ditengah hiruk pikuk kota, seorang anak adam duduk tersimpuh di pinggir jalan. Ia tak kuasa menahan perih luka memar disekujur tubuhnya. Anehnya tak ada yang menghiraukan lelaki ini, mungkin karena ia terlihat lebih seperti tunawisma. Ia perlahan bangkit dari duduknya bajunya kusut dan wajahnya penuh dengan luka memar, rambut blonde ikal yang ia biarkan lusuh menari Bersama sepoian angin yang berhembus lirih sore itu.
Lelaki ini mencoba berjalan walalupun tertatih sembari memegangi perutnya. Dia berjalan dan terus berjalan meninggalkan kota, saat ia sadar tak ada sepeser pun uang dikantongnya untuk setidaknya bisa menuju apartemenya dengan bus atau kereta. Sesekali ia memandangi langit yang kian gelap. Air mata menggenang di pelupuk matanya, namun ia masih bisa menahannya selagi langkahnya berhenti didepan sebuah apartement sewaan di pinggiran kota. Ia mencoba terlihat tegar.
Apartement nomor 147
"Dear.. I'm home.." ucap lelaki ini seraya membuka pintu apartemennya.
Tak ada yang menjawab panggilannya, sedang dia sibuk mencari kekasihnya, Ia mendapati beberapa barang berharga miliknya hilang. Brankas berisi uang yang ia tabung untuk pernikahanya terbuka dan tak ada yang tersisa.
"Sarahh....Sarahh.." panggil lelaki itu coba menemukan kekasihnya, Dia berlari kesana kemari demi menemukan Sarah, sembari terus meneriakan nama kekasihnya itu walaupun tak ada jawaban. Ia menemukan sepucuk surat di ruang tamu
"Dear Luke..
Aku rasa hubungan kita harus diakhiri sampai disini, aku tak bisa bertahan dengan seorang pengedar narkoba sepertimu lagi. Aku harus melindungi anak yang ku kandung dari seorang ayah sepertimu. Dia terlalu berharga. Sebagai gantinya aku ambil beberapa barangmu dan uang yang kau simpan di brankas. Kau menggunakan tanggal lahirku sebagai passwordnya, itu cukup mudah ditebak. Aku tahu kau mencintaiku, tapi aku harus mengakhirinya, Ryan akan merawatku dengan baik. Kau sebaiknya tak usah mencariku dan memberiku masalah lagi.
P.S I loved you"
Dia menjerit dan Kembali tersimpuh, tangisnya pecah tak terbendung. Seperti badai yang tak kunjung mereda. Setelah merelakan dirinya untuk menjadi pengedar dan tawanan gangster demi mendapatkan uang untuk impian kekasihnya seperti apa yang kekasihnya inginkan kini dia dengan terang-terangan meninggalkan Luke seorang diri.
***
Luke dulunya seorang pianis untuk sebuah orchestra terkemuka di kotanya. Kemahiranya bermain piano mengantarnya pada sebuah kompetisi, disanalah Ia bertemu dengan Sarah dan kemudian jatuh cinta. Kompetisi bukan lagi prioritasnya, dan seketika itulah Ryan dengan kemampuan piano yang di kenal underrate menjadi pemenang untuk kompetisi sebesar itu.
Hidup Luke berubah 180o setelah mengenal Sarah. Dia mengatakan bahwa dirinya Bahagia, saat matanya mengatakan hal yang berbeda. Dia membuat cinta sebagai alasan, nyatanya selama Bersama Sarah, Luke selalu terluka. Entah berapa kali Sarah mencuri uangnya untuk berbelanja barang barang branded. Gaya hidup Sarah yang sangat Hedon membuat Luke kehabisan uang. Gaji dari Orchestra tak cukup untuk memmenuhi kebutuhan sarah apalagi dengan gaya hidup Sarah yang hedon.
Setelah berminggu minggu Sarah meninggalkan rumah karena Luke kehabisan uangnya tiba-tiba ia Kembali dan mengaku bahwa dirinya hamil. Luke terkejut dan masih tak percaya, sebenarnya ia merasa senang jika memang Sarah hamil, tapi seingatnya Ia selalu melakukanya dengan pengaman. Terasa janggal tapi karena bisa melihat Sarah tersenyum lagi dan meminta Luke untuk menikahi dirinya, Luke pun memutar otak mencoba menemukan cara untuk mendapatkan uang dengan cara cepat.
Keesokan harinya Luke membuat janji temu dengan teman lamanya dari Perth. Mereka bertemu di sebuah coffeshop, siang itu perlahan hujan mengguyur jalanan. Axel ternyata tak datang sendiri, ia membawa seorang lelaki bertubuh kekar. Pertemuan berjalan seperti halnya reuni teman yang telah berpisah cukup lama. Mereka tak langsung membahas mengenai pekerjaan yang di tawarkan Axel. Lelaki yang dibawa Axel adalah Darren kekasihnya, mereka sudah lama Bersama semenjak bekerja di tempat yang Axel sempat ceritakan di chatnya.
Setelah berbasa basi wajah Axel berubah serius, tak butuh waktu lama Ia kemudian menyerahkan amplop yang berisi kontrak kerja. Seraya berbisik
"kau harus membacanya dulu, pastikan tak ada yang tahu kontrak ini selain dirimu.."
Luke tertegun, sebenarnya masih tak paham apa sebenarnya pekerjaan yang ia harus lakukan sehingga ia harus merahasiakannya. Dia menerima amplop itu dengan pertanyaan dihatinya.
"kau bisa menghubungiku setelah membaca isi kontrak tersebut.." lanjut Axel.
Tak lama setelah hujan mereda mereka berpamitan pulang. Luke pun mengantar Axel menuju mobilnya. Parkiran mobil cukup jauh mereka bertiga berjalan seraya mengenang Kembali pertemanan mereka selagi berada di Perth. Sampai Luke lagi lagi terperanjat Ketika Axel mengatakan sesuatu mengenai Elizabeth.
"Nice car mate..." celetuk Luke
"thanks bro..." jawab Axel
"Sebelum menemuimu sebenarnya aku bertemu dengan Liz saat kami berjalan jalan di pusat kota. Kau sungguh tak kan mengenalinya, dia menjadi wanita yang sangat cantik dan anggun. Percaya padaku Ia pasti memacari salah satu orang terkaya di Sydney." Lanjutnya. Luke terdiam sesaat, hatinya hancur mendengar nama Liz.
Luke Kembali ke apartementnya. Ia membaca kontraknya sepanjang malam. Luke terperanjat, disetiap pointnya ada unsur criminal yang bahkan tak pernah terlintas dalam fikirannya. "Zeus Gang" kiranya nama itu hanyalah nama perusahaan biasa, fikiran Luke yang polos membuatnya tak habis pikir. Setidaknya 90% kontrak itu berisi persetujuan akan keharusan dalam melakukan apapun termasuk pembunuhan, perampokan, prostitusi, transaksi narkoba, bahkan penjualan organ tubuh manusia. Sekali menanda tangani kontrak itu maka kau akan terikat selamanya kecuali jika kau mati.
Lelaki berambut ikal itu mengurungkan niatnya, tak lantas membuang kontrak tersebut hanya menyimpannya di brankas kecil dalam lemari pakaiannya. Keesokan harinya seperti biasa dia Kembali bekerja, meninggalkan kekasihnya yang masih tertidur pagi buta itu. Bukan sebagai pianis di orchestra namun ke salah satu kedai Mc Donald. Bekerja sebagai cashier tanpa pengalaman sebelumnya membuatnya cukup kesulitan. Sorenya sepulang dari kerja paruh waktunya di Mc Donald, ia Kembali ke Sydney Symphony Orchestra nya. Tak lagi berfikir untuk mendapatkan cara cepat tanpa sebuah pengorbanan. Ia hanya berusaha dan bekerja keras.
"sometimes love can be as sweet as sugar but it will kill you later, sometimes someone in your memories can be as bitter as medicine but somehow heal your pain"
VOUS LISEZ
About Luke
Roman d'amourLuke adalah seorang pianis yang meninggalkan karir nya demi seorang gadis yang dicintainya. Namun cintalah yang pada akhirnya membuatnya terjebak dalam dunia gelap. Narkoba, prostitusi, perdagangan organ manusia, pembunuhan, pencurian, setidaknya it...
