POV 3
Aerin sering berlarian masuk ke ruangan karaoke yang ia sewa. Hampir setiap hari ia datang ke tempat itu. Suatu hari, ia tidak sengaja masuk ke ruangan yang salah, di ruangan itu ada seorang laki-laki seumurannya yang tengah asik bernyanyi. Pada saat itu lah, ia bertemu dengan laki-laki bermata sendu itu, suaranya yang lembut membuat Aerin terpana, Aerin menyukai suara laki-laki itu.
Setelah pertemuan yang tidak disengaja itu, tanpa sadar tujuan Aerin berubah. Dari ingin bernyanyi menjadi ingin melihat laki-laki itu bernyanyi. Aerin pun mengaku sebagai fans kepada laki-laki itu. Dengan ramahnya, ia menerima pernyataan Aerin. Terkadang, laki-laki itu membiarkan Aerin mendengarkannya bernyanyi.
Aerin merasa nyaman dengan nyanyian laki-laki itu, dari pada kagum Aerin lebih merasa terharu mendengar suara itu. Dari suaranya yang terkesan hangat dan lembut. Namun, tempat karaoke itu bangkrut dan akhir bulan tempat itu akan dijual. Aerin merasa sedih karena ia tau tidak bisa berbuat apa-apa untuk itu.
Akhir bulan pun datang, tempat itu sudah tidak ada cahaya lagi. Aerin berdiri menatap tempat itu, dan laki-laki bermata sendu itu juga melakukan hal yang sama, ia tersenyum pada Aerin dan berkata, "Namaku Kiel." Setelah perkenalan yang terlambat itu pun, Aerin dan Kiel tidak pernah bertemu lagi. Mereka hanya menyimpan kenangan itu rapat-rapat.
SELESAI
YOU ARE READING
CCP (Cerita-Cerita Pendek)
RandomCerita-cerita yang terinspirasi dari kehidupan nyata.
