Hari ini tepatnya , montversary yang ke tiga bulan Theo dan Moza. Tapi sayangnya jarak Bandung-Jakarta yang memisahkan mereka berdua.
Ya walaupun Lagi LDR , zaman sekarang canggih yang jauh saja sudah terasa dekat karena adanya alat komunikasi yaitu ponsel.
Moza asquinva , malam ini hanya terbaring di dalam kamar polkadot dengan posisi terlentang menatap atap kamarnya. Yang moza rasa hanya rindu yang terpendam.
"Kamu lagi apa theo.." ucap moza dengan suara sedikit serak.
Lalu moza memejamkan matanya membayangkan senyumnya seorang pengusaha muda Raden Theo zyaner.
Membayangkan kisah dan masa masa yang sudah mereka berdua lewati dulu pada saat masa pendekatan.
Drrrrtttt...drttttt...
Ponsel moza bergetar diatas nakas , moza dengan peka langsung membuka matanya lebar-lebar lalu mengambil ponselnya yang terus bergetar itu.
'Theo..'
Pipi moza mengembang , moza tersenyum lebar dengan gerakan cepat moza langsung membuka ponselnya.
Theo:
"Hey..."
Moza:
"Udah kerja nya ?"✔✔
Theo:
"Udah"
Moza:
"Kamu inget gak?"✔✔
Theo:
"Apa?"
Moza:
"Sekarang tanggal jadian kita yg ke tiga bulan theo.."✔✔
Theo:
"Oh ya😄"
Moza:
"Hm"✔✔
Theo:
"Udah dulu ya.."
"See you cantik 😍"
Moza:
"Kemana?"✅
Pada saat moza akan menanyakan kemana theo akan pergi whatsapp theo sudah centang satu. Padahal masih banyak hal yang ingin moza ceritakan kepada theo.
Raut wajah moza berubah menjadi murung. Lalu moza memilih melanjutkan tidurnya saja.
---
Disisi lain , Meri mamahnya moza sedang tersedu-sedu akibat ulah Tori papahnya . Dikamarnya meri hanya meringkuk ketakutan.
Air mata meri terus berjatuhan meri sudah tidak kuat menghadapi sikap tori yang keras dan emosional itu. Setiap hari rumah tangga mereka selalu dihiasi pertengkaran kecil maupun besar.
Apa moza tau? Tidak moza belum tau sama sekali akan permasalahan ini karena meri takut ketika moza tau moza akan depresi dan pikirannya akan terbebani.
---
Sinar Matahari sudah mulai masuk ke kamar moza , ini tandanya sudah siang.
Moza menggeliat mengubah posisi tidurnya menjadi duduk "hoamm..." moza menutup mulutnya dengan satu tangan.
Moza mengucek kedua matanya lalu menyipitkan mengarah ke jam dinding "jam 6.."
Dengan secepat kilat moza berlari ke kamar mandi untuk melakukan rutinitas paginya.
"Mozaa...sini sarapan" teriak meri dilantai bawah.
Untuk mandi hanya cukup waktu dua puluh menit saja . Moza sudah berdandan rapi dengan seragamnya "bentar mah..." jawab moza tak kalah keras.
YOU ARE READING
RUMIT
Teen Fictiondirumitkan dengan pikiran sendiri. Selalu merenung bukan jalan keluar Selalu bersedih bukan pula solusi Selalu tertawa bukan juga cara Kuncinya dalam hati kita harus bahagia. Melepaskan yang menyakiti , mengikhlaskan yang telah pergi dan belajar m...
