kisah baru

158 7 0
                                        

Enjoy reading guys 💓

.

.

.

"Woi, cepet eh , bentaran yang patroli lewat . " bisik lelaki yang terlihat cemas , melirik kesana kemari .

seorang lelaki lain sedang mencoba memanjat pagar belakang sekolah, kaki panjangnya kini sudah menapak didalam sekolah .

tertebak, dan benar jawabannya .
Mereka terlambat, tidak, lebih tepatnya hanya alvaro yang terlambat dan teman temannya buru buru membantu sahabatnya itu.

"Bawel lo semua, ayo ngantin " ucapannya santai, seolah ia lupa bahwa hari ini adalah hari senin, waktu untuk melaksanakan upacara bendera.

"Ro, lo gila ? hari ini upacara bendera, kantin yang jaga pak wanto , ogah gue kalau harus nyapu bersih lapangan . "

Alvaro menepuk dahinya pelan, kedua tangannya dimasukkan kedalam saku celana. "Yaudah cabut ke guntai aja."

"Gubuk santai mana buka jam segini ro, dia kan bukanya pas kita jam pertama kedua, hari senin lagi"

Alvaro berdecak, ia benar benar tidak menyukai hari senin, semuanya terlihat dan terdengar buruk .

"Cabut" kakinya berjalan mendahului kedua temannya yang masih terpaku dibelakang dan berujung mengekor.

                            —OoO—

Setelah memutuskan untuk membolos upacara didalam kamar mandi, kini mereka sudah bebas dan berdiam dalam kantin yang ramai dihuni oleh manusia yang sedang berburu santapan untuk sarapan setelah upacara.

Alvaro mengeluarkan ponselnya dari saku, saat menyambungkan WiFi ponselnya tidak berhenti bergetar, banyak sekali notifikasi masuk dari aplikasi sosial media, sms, bahkan telepon sekalipun.

"Mampus, makin rame hp lo ro"

Alvaro melirik sekilas, lalu memutar bola matanya pelan. "Ganti kartu lagi aja kali gue, bisa bisa gila kalau gini terus" dengan cepat ia mengacak rambutnya, frustasi "dit, yas, apa gue harus tobat ?"

Aditama dan dias, teman — ah bukan, mereka lebih dari itu . Mereka berdua tercengang dengan es teh yang sedang mereka seruput sampai sedotannya terlepas. "apa?!"

Ptak
Ptak

Tangan dari alvaro berhasil menjitak kedua temannya setelahnya . "Gue nanya serius, ga main main goblok"

Dias sedikit mendekatkan tubuhnya kearah alvaro, "Maksud lo, tobat gimana?"

Aditama mengangguk, ia mengunyah snacknya terlebih dahulu sebelum berbicara "Tumben banget lo bilang begitu"

"Bosen, hidup gue digangguin terus sama makhluk jelmaan medusa." Alvaro bergidik pelan.

Pppfffttt .. buahahahaha

Itu suara tawa dari dias dan aditama . Terlihat dari wajah mereka yang sepertinya menandakan sangat amat terhibur dengan apa yang diucapkan oleh alvaro barusan . "Medusa medusa, mereka kan lo alusin juga ujungnya, kampret" Setelah berbicara dias kembali terkekeh-kekeh .

"Ye salah lo juga, modelan mbok jumi juga di alusin kan pasti?" dengan cepat alvaro memberikan tatapan tajam pada aditama, dan membuat aditama harus mengangkat dua jari ' peachh ' .

"Bakat alami, reflek." Celetuk alvaro , dan disambut dengan beberapa sentilan didahi dan kepalanya. "Bakat palalo botak , reflek ga begitu anying, halu ah sia." Dias mulai mengeluarkan bahasa daerahnya .

"Ngalus itu bakat emang, bakat terpendam seorang playboy." setelahnya aditama terburu-buru kabur menjauh dari alvaro .

Alvaro bangkit, lalu menatap kearah aditama, ia memberikan jari tengahnya pada aditama "Jangan harap lo balik aman dit, gue bakal halangin jalan lo." ucapnya sambil terkekeh.

"Duduk ro, berdiri mulu ga pegel otak lo?" Gurau dias.

"Otak lo belum diservice yas, ngenes gue liatnya"

"Bacot bener bro"

Alvaro mengedarkan pandangannya, berharap menemukan sesuatu yang bisa membuatnya menjadi semangat .

"Lo ngapain, ro?" tanya dias, terheran karna alvaro melirik kesana kemari.

"Nyari alamat" jawab alvaro pelan .

"Lo kalo mau cari alamat ke tata usaha aja dah ro, disini gaakan lo nemuin apapun."

Alvaro tertawa pelan, "Alamat rumah hati gue, dimana dia tinggal, ciaaah"

"Geleuh pisan any—"

"Permisi, boleh kita gabung duduk disini? gaada bangku kosong selain ditempat kalian"

Alvaro dan dias saling bertatapan tanpa berkedip, mereka tiba tiba menjadi kaku dan sulit untuk bicara . "Halo? boleh gabung ngga?" tanyanya sekali lagi .

"B-boleh lah boleh, kalem" Jawab dias, cepat. Dias menatap alvaro seolah berbicara ' Lo kenapa diem ? '

Alvaro hanya menggedikan bahunya, tidak tahu. Dalam hatinya alvaro berkata Ini cewe natural bener, beda dari medusa medusa yang sering gue alusin. cantiknya ganahan, mau halalin.

tak sadar dengan keadaan sekitar, alvaro baru merasakan ada yang menepuk bahunya . "Iya?"

Perempuan itu menunjuk kearah depannya, dias . "Kenapa?"

"Dia manggil lo daritadi, tapi lo ganyautin juga."

Alvaro mengangguk, tangannya menggaruk belakang kepalanya pelan, dengan cepat ia mengisyaratkan kepada dias untuk segera pergi dari sini . " sampai ketemu lagi nanti, cantik " ucap batin alvaro dengan senyumannya.

————

Halooooo ! Aku minta maaf banget baru bisa muncul lagi sekarang .
Akunku @yonaamalia gabisa dibuka, idk why . Tapi gapapa ko, jadi aku rombak semuanya disini, karna aku ga begitu ingat alurnya kaya apa , jadi kuputusin buat ngatur ulang semuanya dari awal. Semoga suka ya ? jangan bosen sama ceritaku, jangan bosen kasih bintang + support kalian juga . Makasiiih banyaaak 💓💓

Ditunggu update alvaro selanjutnya okeeee !! Kuusahain bakal cepet buat update ❤️

ALVARO Histórias para pegar e não largar. Descubra agora