06.00
Pagi itu seorang wanita parubaya berjalan memasuki kamar anak gadisnya,"sayang bangun,entar telat ke sekolahnya"kata Naya sambil mengguncang pelan tubuh anak gadisnya.
Dengan cepat gadis itu membuka matanya sambil mengatur posisinya agar duduk di samping sang mama"ma,emang udah jam berapa?"tanya gadis yang tak lain adalah Rania.
"Udah jam enam lewat sepuluh sayangg,udah cepetan mandi,terus turun ke dapur buat sarapan bareng papa sama abang kamu"kata Naya sambil membuka pintu kamar rania.
Rania dengan cepat langsung mengambil handuk dan menuju kamar mandi untuk melalukan ritual paginya.
Selesai mandi Rania langsung memakai skincare paginya dan langsung memakai seragam sekolahnya,tak berlangsung lama Rania sudah siap dengan seragam,dia langsung menuju ke dapur untuk sarapan pagi.
Sesampainya di dapur,Rania sudah melihat keberadaan abang,papa,dan juga mamanya"pagi semua"kata rania sambil duduk di sebelah David papanya.
"Pagi juga de"balas Reza yang tak lain adalah abangnya Rania,setelah itu mereka melanjutkan makan sambil berbincang' ringan.
Setelah mereka semua selesai makan Reza dan Rania pamit kepada Naya untuk berangkat kesekolah sambil menyalimi tangan mama dan papanya.
"Pelan-pelan bawa mobilnya bang"kata David pada Reza sambil masuk kedalam mobilnya juga untuk pergi ke kantor.
"Iya pa"kata Reza sambil melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumah besar itu.
TBC
YOU ARE READING
DEVRAN
Teen FictionDevan Ray Bagaskara "Rasa nyaman akan mengalahkan semangkuk berlian" Rania Wijaya "Terkadang kita harus mengalahkan ego untuk mengetahui apa yang diri sendiri inginkan" Mau tau kelanjutannya?baca trus ya guys!!!😁
