"jangan pernah takut memulai hal baru, karna disitu kita akan menemukan sebuah pengalaman."
Dipagi yang sejuk ini gadis kecil itu tengah bersiap untuk berangkat ke sekolah baru nya dengan semangat, karena hari ini adalah hari pertama nya melaksanakan matsama atau lebih tepat nya masa ta'aruf siswa di sekolah menengah pertama. setelah selesai bersiap dia langsung pergi ke ruang makan dan terlihat mamah nya yang tengah menyiapkan makanan.
"Wahh anak mamah udah cantik nihh" ujar perempuan paruh baya itu ketika melihat Asya.
Ya, gadis itu bernama Asya Putri Veralin anak kedua dari dua bersaudara, kakak nya laki laki bernama abang Arga Putra Veralin dari orang tua nya yang bernama Vera Aditama dan Lintang Kusuma.
"Hehe iya dong mah, mahh tolong iketin rambut asya dong, kan disuruh dikepang dua sama kaka mentor nya" bujuk Asya sambil menyodorkan sisir dan tali rambutnya.
"iyaiya sini duduk mamah iketin, kamu sambil makan yah"
"oke mah" Asya duduk dan menikmati sarapannya itu.
"Asya nanti disekolah jangan nakal ya, banyak berbaur sama teman baru, ikutin intruksi dari kaka mentor nya, dan jadi anak yang aktif ya" kata mamah nya.
"Iya mah siap laksanakannn" ucap Asya dengan nada bak prajurit perang.
setelah selesai sarapan dan dikepang, Asya pamit kepada sang mamah untuk berangkat, Oh iya Ayah Asya sedang kerja di luar kota, dan kakak nya pun kuliah diluar kota. maka dari itu Asya tinggal berdua dengan mamah nya.
Asya sedang menunggu teman-teman nya di depan rumah, karena mereka diterima di sekolah yang sama dan akan selalu berangkat bersama. karena rumah mereka dan sekolah dekat maka mereka berangkat dengan jalan kaki.
Setelah sampai di sekolah seluruh peserta matsama dikumpulkan di lapangan untuk dibagikan gugus yang akan ditempati, saat pembagian Gugus A Ralin Panduwinata disebut dia adalah sahabat Asya dari SD dan yang tadi berangkat bareng pula.
"yahh kita ngga segugus sya:(, aku duluan yaa bayy" ucap Ralin meninggalakan Asya.
"yaudah sono puas puasin" teriak Asya.
hampir setengah peserta sudah disebut, tapi Asya belum juga disebut. setelah beberapa menit akhirnya terdengar pula suara yang memanggil Asya Putri Veralin.
Ya Asya langsung bergegas mengikuti perintah mentornya, dia masuk gugus F. sangat jauh dengan sahabat nya itu, tapi tidak apa karena setiap istirahat Asya dan Ralin selalu berjanjian untuk ke kantin bersama.
Asya cukup mudah bersosialisi dengan lingkungan sekitarnya, bahkan banyak yang ingin berkenalan dengannya, namun Asya hanya menganggap nya acuh dan tetap memilih Ralin sahabatnya itu.
3hari sudah berlalu, hari ini adalah waktu nya pembagian kelas, Asya dan Ralin mencari nama nya berharap mereka akan satu kelas.
"Syaa semoga kita satu kelas yaahh" harap Ralin.
"Iyaa aamiin semoga yaa, yu kita cari nama kita dari kelas 7A dulu"ajak Asya.
Setelah kelas ABCD terlewati dan tak ada nama mereka, mereka ke kelas selanjutnya yaitu kelas 7E
"Syaaa ada nama akuuu iniii" teriak Ralin girang.
YOU ARE READING
Rumit-
Teen Fictionkisah seorang perempuan polos yang dibodohi oleh kata cinta, menurut nya cinta akan membawa nya bahagia tanpa ujung. namun cerita nya tak semulus yang dipikirkan nya, cerita nya bahkan menjadi rumit dan penuh lika liku. penasaran bukan bagaimana kis...
