Hai!
Happy reading!
***
"LO TUH NGGAK COCOK SEKOLAH DI SMA SUNSET TAU NGGAK!!", Teriak seorang gadis cantik nan kejam kepada seorang gadis lugu berkaca-mata.
"Sakit kak...", Rintih Gadis lugu itu sembari memegang kepangan rambutnya yang dijambak oleh Elena. Yaps, nama gadis cantik nan kejam itu Elena Maira Bahtar.
"Sakit ya?", Tanya Elena sembari tersenyum sinis "Emang pantes lo tuh diginiin tau ga?!", Sentak Elena.
"Udah miskin, jelek, polos juga!",Lanjut Elena dan menambah jambakannya.
"Akhhkk... kak sakit....", Rintih Gadis polos itu.
"Dasar cupu!, gara-gara lo baju sekolah gue tadi basah tau gak!", Ucap Elena.
"Tapi aku gak senga-",.
"-MAU LO SENGAJA KEK NGGAK KEK GUE NGGAK PEDULI!!", teriak Elena tepat di depan wajah gadis polos itu.
Plakk
"Au... sakit kak... Hiks.. ", Ringis Gadis itu. Air matanya jatuh saat tamparan itu jatuh dipipinya.
"Rasain tuh!", Ucap Elena sembari tertawa sinis dan berlalu pergi dari Sana.
Gadis polos itu terduduk di depan kelasnya. Jam pulang sekolah telah berlalu sejak 15 menit yang lalu.
"Hiks... Hiks... ", Tangis Gadis polos itu pecah saat Elena pergi dari sana.
"K-kenapa nasib aku jadi...k-kek gini..",Keluh gadis itu.
"Hiks... Hiks.. ", Kedua telapak tangannya digunakannya untuk menutupi wajahnya.
***
Tap.. Tap... Tap...
Suara langkah kaki mendekati Gadis yang menangis hampir 5 menit itu.
"Elo ngapain disini?", Tanya seorang gadis sambil menatap Gadis polos itu.
Kedua telapak tangan Gadis itu perlahan membuka.
"Ka-kamu siapa?", Tanya balik gadis itu sembari menyeka air matanya.
"Oh ya kenalin, nama gue Selathania Najwa Aditia, lo bisa panggil gue Najwa", jawab Gadis itu sambil menjulurkan tangannya kegadis itu sembari tersenyum ramah.
Gadis polos itu membalas juluran tangannya dan berkata "Nama a-aku Viona Shafa Amani, ka-kamu bisa panggil aku Viona", Viona tersenyum.
Najwa menganggukkan kepalanya paham.
"Oh ya lo tadi kenapa nangis disini?",tanya Najwa sambil membenarkan letak tasnya.
Viona tidak menjawab pertanyaan Najwa, dia tidak siap untuk menceritakannya. Rasanya sakit saat seringkali ia mengingatnya.
"Ya udah deh kalo lo gak mau jawab",Ucap Najwa merasa tidak enak.
Viona hanya tersenyum tipis.
"Jadi.. Sekarang kita temenan kan?",tanya Najwa sembari tersenyum. terlihat antusias.
"Hah?", Viona bingung mau menjawab apa, pasalnya biasanya orang-orang akan membencinya bukan menjadikan teman seperti ini.
Senyum Najwa perlahan meluntur "Kalo lo gak mau gak papa sih",
"Bukan gitu... E-emang kamu mau temenan sama aku yang cupu gini.. Yang ada nanti kamu kena bully juga kayak aku..", Ucap Viona tidak enak dan menunduk.
Najwa menaikkan dagu Viona pelan.
"Hey.. Gue orangnya bukan kayak gitu kok, gue memilih temen karena karakternya bukan karena penampilan atau lain-lain", Ucap Najwa sambil tersenyum.
"Kalo mereka bully gue sih... Ya gue hantam balik mereka...", Lanjut Najwa Sembari tertawa bersama Vani.
"Gitu dong ketawa", Ujar Najwa sambil tersenyum ke arah Viona.
"Makasih ya Van.. Karena kamu aku jadi ngelupain masalah aku yang tadi.. ", Ucap Viona membalas senyum Najwa.
"Sama-sama hehe...", Ucap Najwa, setelah itu mereka kembali mengobrol dan sesekali tertawa bersama.
"Berkat Vani aku ngelupain masalah aku.. Makasih ya allah udah ngirimin aku orang kayak Najwa", batin viona sembari tersenyum lebar.
"Oh yah! Gue balik duluan yah, udah dijemput", Ujar Najwa dengan senyum.
"Iya.. Sana gih, takut jemputan kamu lama nunggu", Ujar Viona.
"Lo gak papakan?", Tanya Najwa.
Mereka ngobrol sambil berjalan pelan menuju pagar sekolah.
"Iya", Jawab Viona sambil tersenyum meyakinkan.
Mereka kini sudah sampai di depan pagar sekolah.
"Oke.. Dadah", Ujar Najwa sambil berlari kecil ke arah mobil yang akan ditumpanginya.
"Dah", Balas Viona.
***
Viona berjalan kaki dengan tas dibahunya. Ia menyusuri trotoar jalan dengan pelan sesekali melihat ke arah kendaraan yang melaju kencang dijalan. Ia menuju Halte yang tersedia di dekat kafe Kamboja.
Viona duduk di kursi lalu melihat ke kanan dan ke kiri. Apakah ada Angkot di jam 5 sore? Sepertinya untuk nasib Viona tidak ada.
Viona menghela nafas pelan. Dia masih berharap nanti ada Angkot yang melewatinya.
Dia bisa saja memesan grab, tapi apalah daya, Viona baru saja habis kuota.
Tiba-tiba datang perempuan paruh baya yang sepertinya berusia 40 tahunan duduk di samping Viona.
Viona tersenyum ramah melihat perempuan itu tersenyum padanya.
"Kamu lagi nungguin angkot?", Tanya Perempuan itu.
Viona tersenyum canggung "I-iya",
"Emang ada angkot di jam segini?", Tanya perempuan itu lagi, ia melihat ke langit. Langit menggelap, seperti ingin hujan.
Viona tersenyum canggung sembari menggeleng pelan.
Perempuan itu terkekeh pelan melihat Viona yang malu-malu itu.
Tiba-tiba ada seorang lelaki yang sepertinya ingin berjalan ke arah Halte, Pikir Perempuan paruh baya itu.
Melihat Cowok itu, Perempuan paruh baya itu tersenyum lebar. Dia mempunyai ide cemerlang.
"Hei!!", Sentak Perempuan itu saat laki-laki itu berjalan ingin melewati halte.
***
Hai readers! Jangan lupa vote dan Komennya ya untuk membuat aku semangat melanjutkan cerita "The Secret of Quenn",makasih sebelumnya guys.
Next? 5+ vote
Baay:)
Dari Sima.
ESTÁS LEYENDO
The Secret Of Queen
Ficción General•Kisah yang menceritakan tentang gadis cantik nan manis yang berhati lugu dan baik. Sebut saja Viona. Kehidupan rumitnya berlangsung sejak Viona memasuki SMA SUNSET. Dimana Viona yang menyembunyikan identitas aslinya karena kakaknya. •Kisah tentan...
