Kringg kringg kringg
Bunyi alarm di jam weker milik seorang gadis itu berdering nyaring menggema diseluruh sudut di kamarnya. Terdengar bising, membuat ia terpaksa membuka matanya. ia pun mematikam alarm itu lalu beranjak bangun untuk segera melakukan ritual mandinya dan segera pergi kesekolah.
Baru saja beberapa langkah suara nyaring dari sang bunda memanggilnya dari luar kamarnya. Siapa lagi kalau bukan Bunda Nayla, Bunda yang sangat baik, ramah dan segalanya baginya
"Al bangun sayang." panggilnya sembari mengetuk pintu kamar Al. Gadis yang memiliki sikap sedikit cuek dan bodo amat akan keadaan sekitar. Gadis cantik dengan rambutnya yang sebahu berwarna pirang, hidung yang mancung, bibir merah muda juga body goals membuat ia banyak diincar kaum adam.
Perlahan ia melangkahkan kakinya menuju pintu kamarnya.
Ceklek
"Selamat pagi bunda," sapa nya dengan senyum manisnya
"Pagi sayang, baru bangun ya? Yaudah kamu siap siap abis itu bunda tunggu di bawah ya." ujarnya dengan mengelus pipi anak bungsunya
"Ada siapa aja bun?" tanya nya
"Yang lain udah disana kok, tinggal tunggu kamu sama kak Daniel."
"Hemm, Al makan dikantin aja ya bun," ujarnya pelan
"Kenapa sayang?"
"Ngga papa bun, bunda sarapan duluan aja sama yang lainnya. Al bisa makan dikantin kok bun, gak papa yah?" ujarnya dengan tatapan memohon
"Yaudah, kamu siap siap ya nanti telat."
"Iya, makasih bunda." ujarnya lalu menutup pintu kamarnya rapat.
Mendengar keinginan putri bungsunya membuat Nayla merasa sakit. Ntah kenapa setiap kali mendengar kumpul ia selalu tidak hadir ditengah kebahagiaan yang lainnya. Apa karena hadirnya Daniel dan juga Papanya Arga Lazuardy?
***
Melihat bundanya yang baru saja turun dari tangga membuat Alis langsung saja menanyakan dimana kembarannya itu.
Yaps. Alisya Anastasya Aurelia kakak dari Aliska Anastasya Fransiska keduanya cantik hanya saja keduanya memiliki sifat yang berbanding terbalik.
"Al mana bun?" tanya nya
"Al, lagi siap siap dulu. Dia nyuruh kita duluan aja." ujarnya dengan senyum manis kearah anak dan suaminya
"Biarin aja lah bun, dia mau makan atau nggak pun bukan urusan kita." cetus Daniel sembari menggeser kursinya lalu duduk disamping dengan papanya
"Kak Daniel! Bisa gak kakak jangan gitu sama Al. Kasian Al," ujar Alis mencoba membela
"Terserah kamu Alisya."
"Sudah! Kalian cepat sarapan nanti telat." lerai Arga tegas
Melihat pertengkaran anaknya Nayla hanya bisa menghela nafas panjang lalu ikut sarapan bersama yang lainnya.
Ya, hampir setiap hari mereka bertengkar hanya karena Aliska. Semenjak Danis Algivari Lazuardy kakak sekaligus kembaran dari Daniel itu meninggal semuanya terlihat sangat berubah. Sekarang Daniel menjadi satu satunya kakak laki laki bagi Alisya dan Aliska tapi Daniel begitu sangat membenci Al.
.
.
.
.
G
erbang SMA Merah Putih sudah terlihat sangat ramai. Waktu pula sudah menunjukan pukul 7 pagi tepat bagi Alisya ketila sampai di parkiran sekolahnya.
CZYTASZ
After Naylaa
Losowe"Apa lo tau perasaan gue saat tau yang selalu usaha singkirin gue itu lo? Apa lo tau rasanya jadi gue yang pengen dapet kasih sayang gimana? Apa lo tau perasaan gue disaat semua orang nuduh gue sampe gak ada hak buat gue bicara? Rasanya gue pengen m...
