BAB 1- Revan Arya Pradana

21 3 0
                                        

akan ada alasan disetiap perbuatan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

akan ada alasan disetiap perbuatan

-Revan Arya Pradana

"6 juni 2020"


"Halo,kenapa,.."

"....."

"Gue kesana sekarang"

"....."

"Sama-sama love you Kei"

Kedua teman Revan sudah hafal dengan ini, pasti Keila gadis yang sekarang gadis yang sekarang sedang menyandang predikat pacar seorang Revan, pasti memintanya untuk segera mendatanginya.

"Re..Re.. sampe kapan sih lo bakal kek gini terus" tanya Arlando Rycard Walton,sahabat Revan yang sudah paham betul seorang Revan.

yang ditanya hanya mengangkat bahu sambil masih menatap layar hitam di genggamannya itu.

"Biarin aja Lan selama dia bahagia kenapa ngga.. ya ngga Van" timpal Mark Len Sondaz, sahabat Revan yang tak lepas dari i phone 12 miliknya

" Yoi Mark, lo emang bestie gue nomer satu"

"Kek nak gadis aja lo" masih dengan benda tipisnya itu sambil sesekali tertawa

Arlan yang sudah biasa dengan tingkah kedua hanya diam dengan muka datarnya.


"Oke kalo gitu gue duluan, kasian si Kei nungguin" sambil menepuk pundak keduanya.

"Lan.." kini tinggallah Arlan dan Mark

"Hmm"

"Iku si Revan yuk, sekalian liat ciwiciwi yang aduhai"

Arlan langsung beranjak pergi tanpa menanggapi teriakan Mark

"Arlan tungguin dedekkkk"

"Arlan huaaaa"


"Maaf lama, tadi ada sedikit masalah" jawab Revan sambil menetralkan nafasnya sehabis berlari.

"Ngga papa, aku cuma mau bilang nanti malam aku mau ajak kamu ke pesta perusahaan papa aku sekalian kenalin kamu"

"Oh"

"Kamu mau kan?"

"Iya aku mau.." ucap Rei sambil memeluk tubuh Kei. hal itu yang membuat tatapan iri para gadis-gadis di kelas XI ipa 2. banyak cewek cewek yang hanya diam juga ada yang ngomong secara terang terang seperti ini misalnya

'Keila kok mau sih sama tuh play boy. ganteng sih... namanya play boy tetep aja play boy

iri bilang aja ferguso- batin Revan

'mantan gue noh hahaaha'

" Permisii Permisii cogan mau lewat"

" Oh silahkan kak" jawab cewek manis dengan little poni-nya yang kelihatanya adik kelas

"Makasih manis"

yang dipuji hanya menunduk malu sambil menyembunyikan mukanya yang mulai memerah.

"Hai warga +62 daripada kalian ngarepin si Revanol mending sama gue si handsome human " teriak Mark dengan speaker handmade nya yang terbuat dari buku tulis yang ia gulung hasil negoisasinya dengan cewek berkacamata yang dibayar dengan foto gratis denganya.

"Huuuuu" teriak para kaum gadis tanpa minat

tapi ada suara lantang yang membangunkan otak malasnya

" Kak boleh minta nomer WA nya ngga" gadis manis dengan little poni nya tadi

"Boleh sini Handphone lo "

"Oh ya btw, siapa nama lo"sambil mengetikkan deretan angka di mini layar itu

"Liem Hikari Gwan, panggil Liem aja"

"Oke nih udah"

"makasih kak"

"iy.."

"eh ada yang pdkt nih, nomor kakak mau ngga" kini Arlan bersuara

"ganggu aja lo balik yuk" sambil mencari cari si Revan

"Reva gue mana Lan?"

"Noh udah dimasukin sak sama pengemis"

"eh anjir"

"Liem, duluan ya"

Gadis yang merasa namanya dipanggil hanya mengangguk malu

"Sok manis lo"

keduanya kini tengan menyusul Revan ke kelas, dan tepatt saat mereka masuk bel telah berbunyi

"kok pas banget yaa" keluh Mark

________________________________________________________________________________

nah, gimana awalnya suka ngga, aku sih ngarepnya kalian suka tapi kalo kalian ga suka juga ga papa itu pilihan kalian. maaf kalo partnya agak pendek

follow author ya biar tambah semangat nulisnya. follow juga aku

tweet: lall17

makasih love you

LAREVANStories to obsess over. Discover now