Gadis itu berjalan santai memakai jeans hitam yang sedikit robek di bagian paha dan lututnya sambil memegang sebuah cangkir coffe ditangannya dan earphone yang terpasang ditelinganya.
"Arya kemana yah kok ditelpon ga aktif sih" dia cemas karna tak ada kabar sama sekali dari pacarnya.
Alina Azahra seorang anak satu-satunya dari keluarga yang bisa dibilang cukup terpandang di mata orang-orang dia tinggal di apartemennya semenjak ibunya meninggal, ayahnya sibuk bekerja mengurus perusahaannya dan kadang kala membawa wanita kerumahnya itulah yang membuat alin tidak ingin berada dirumah. Dia tidak suka ada wanita lain bersama ayahnya menurutnya mereka hanya ingin uang ayahnya saja. Alin sekolah di SMA Garuda dan menduduki bangku kelas XI.
"Wah anjir ternyata disini, gua tungguin Ngasih kabar malah dia jalan sama cewe lain bagus banget!, Fuckboy!". Alin menghela nafasnya kasar melihat kelakuan Arya dibelakangnya.
Minum yang dia pegang langsung dia buang dan earphone yang terpasang ditelinganya langsung ia lepaskan, Alin berjalan cepat menuju arya dan yah
Plakk
Tamparan keras itu mendarat di pipi Arya, dengan wajah marah ingin sekali rasanya alin menghabisi cewe disamping arya itu, tapi dia sadar ini tempat umum dan hanya mempermalukan diri saja jika dia melakukan hal yang tidak masuk akal.
"Aduh sakit banget yah?" Tanya Alin lembut namun masih menatap mereka berdua tajam.
"Alin kok kamu bisa disini sih?"
"Yang seharusnya nanya tuh gua, kenapa lu disini sama cewe murah ini goblok!" Entahlah alin menahan air matanya agar tidak menangis.
"Aaa-ku cuma anuu lin sama dia" Arya gelagapan dan ingin memegang tangan alin namun dengan cepat juga alin menepisnya kasar.
"Gausah lu pegang gua, jijik gua, kita selesai!, Oh iya dan buat lu cewe gaada ahlak moga jadi korban selanjutnya yah cantik!" Alin langsung pergi tak menghiraukan siapapun yang melihatnya.
Sudah cukup jauh alin pergi dari tempat tadi dia tidak bisa menahan lagi air matanya, alin menangis pilu melihat kelakuan Arya yang berselingkuh dengan cewe lain dibelakangnya (kumenangis wkwk).
"Bajingan"
"Bangsat"
"Berengsek"
Modal motor mbrem doang sok"an jadi fuckboy keren kaga bikin jijik iya, dih si arya sok banget!" Umpatan-umpatan kasar terus keluar dari mulut alin.
"Eh anjir, gaboleh nangis lah, buat apa nangisin orang kek dia" Dia memasang kembali earphone nya dan mulai berjalan sambil memainkan hpnya dia juga membesarkan volumenya agar tidak mendengar suara orang dikeramaian itu dan tanpa sadar juga dia sudah ada di tengah jalan, karena earphone yang menempel di telinganya dia sampai tidak mendengar suara klakson mobil yang melaju kencang ke arahnya.
Brughh
"Shitt, budek tu orang" Dia langsung turun dari mobil dan menuju kearah alin yang terduduk Dengan luka sedikit dilututnya.
"Biar gua bantu bediri" ia menyodorkan tangannya dan disambut dengan baik oleh alin.
"Makanya kalo jalan liat-liat dikit bego!" Alin terbelalak mendengar ucapan nya, dia mengatakan alin bego, baru juga kenal udah ngatain orang bego sabar atuh lin wkwk
"Lu yang kebut-kebutan dijalan goblok!" Alin tak ingin kalah dia juga ikut mengatakan cowo itu.
"Hmm" astaga cuek sekali
"Kerumah sakit yah!"
***
"Kakinya gapapa kok dek cuma luka biasa, nanti juga sembuh" ucap dokter itu ramah.
YOU ARE READING
Alljuno
RomanceFollow dlu yah>< Yah awalnya mereka hanya berpura-pura menjadi sepasang kekasih hanya untuk membuat seseorang menjauhi Alin tapi lama-kelamaan rasa itu tumbuh dalam hati Juno. Bertemu denganmu secara tidak sengaja dan mencintaimu secara tiba-tiba. ...
