"Jihan!" panggil Syeril (temen gue) dari luar kelas.
"Apa?" tanya gue sambil menghampirinya.
"Gue di tembak Gaga!!" jawabnya histeris sambil meluk gue.
"Hah?! Gak salah lo?!" tanya gue lagi kaget.
"Iyaa, nih liat!" jawab nya antusias sambil nunjukin chat wa di hp nya.
Sialan, batin gue.
"Sebentar," pamit gue sambil pergi meninggalkan Syeril.
Gue bergegas ke kelas 12 IPS 3, dengan perasaan menggebu-gebu.
"Gaga!" Teriak gue sambil memukul meja nya.
Seketika semua orang yang berada di kelas itu menengok kearah gue, walau sudah waktu pulang tapi, masih ada beberapa orang yang masih stay di kelas.
"Napa si?" tanya nya kayak orang bego.
"Ngapain lo nembak sahabat gue?!" tanya gue lagi.
"Ya gapapa, kenape? Lo cemburu?" tanya nya lagi yang membuat gue bergidik ngeri.
"Udah cukup lo mainin cewek di sekolah ini, tapi gak usah lo mainin sahabat gue juga," bentak gue.
"Dianya mau ini," kata Gaga santay.
"Dah lah gua mau balik, titip salam ke cewe baru gua," pamitnya dan langsung meninggalkan gue yang masih emosi.
"Argh,"
***
Gaga Baskara, orang bego yang sering mainin cewek, cewek di sekolahan gue juga mau aja lagi sama dia. Kata cewek cewek di sekolahan gue dia orang nya ganteng, what?! Ganteng darimananya? Baju yang selalu keluar dari celananya, kancing kedua atas baju nya Selalu terbuka dan memperlihatkan kaos hitam di dalamnya seperti om pedo, rambut yang Selalu acak acakan dan yang paling bikin ngga banget itu dia ngerokok. Bukan memperlihatkan siswa sekolah banget.
"Syer, lo kenapa si mau sama Gaga?" tanya gue sambil tengkurep di kasur Syeril.
Iya sekarang gue lagi main ke rumah syeril, untuk menjadi kelinci percobaan make up nya syeril. Seperti biasa jika dia menemukan ide baru pasti akan di coba di muka gue.
"Iya lagian dia ganteng," jawab Syeril sambil terkekeh.
"Serius njir, gue tau lo gak bego, dia itu udah sering mainin cewek, baru kemarin juga kita mgomongin dia kan?" cerocos gue.
"Hehe, dia bilang dia mau berubah," jawab Syeril lagi sambil mengambil peralatan make up nya.
"Berubah? Bah, dia kira dia power rangers?" kata gue.
"Udah sini," suruh Syeril sambil menepuk nepuk karpet sebelahnya untuk mengalihkan pembicaraan.
Gue langsung duduk di depannya Syeril, dan Syeril pun langsung mengaplikasikan bakat nya ke muka gue.
"Tapi gue gak mau lo sakit hati syer," kata gue lagi.
Dan Syeril cuma tersenyum sambil terus me-make up-in muka gue.
***
Kebesokannya,
"Neng Jihan, bangun sekolah," kata Bi Iyah sambil menggoyangkan badan gue.
"Tunggu bi, masih ngantuk," kata gue sambil memeluk guling gue lagi.
"Udah jam enam neng," kata Bi Iyah.
"Hah?! Aduh gawat Lima belas menit lagi telat," kata gue panik.
"Yaudah bi, aku mandi dulu ya," pamit gue dan bergegas mandi.
KAMU SEDANG MEMBACA
fleur d'automne ( bunga musim gugur )
RomansaGaga Baskara, cowok terbrengsek yang pernah gue temuin, gue ga akan kalah dari lo!
