Senin, hari yang seperti biasanya, tidak pernah berubah, suasana yang sama terasa, matahari terasa sangat terik, keringat yang tak berhenti juga mengucur, dan hal lainnya, namun hari ini menjadi hari yang berbeda bagi Mira.
Ia adalah gadis yang manis, paras wajahnya bak permata rubi, dan senyumnya yang memabukkan, tak heran apabila ia digandrungi para remaja, khususnya para lelaki, sikapnya yang manis selalu membuat siapa saja jatuh hati padanya.
Senin ini seperti biasanya, ia harus bekerja di kedai FoodEmUp, sebuah kedai makanan dan minuman yang sangat terkenal di kawasan pinggiran kota, Mira berkerja paruh waktu disana, ia mendapat bagian untuk bekerja disana sebagai pelayan, setiap jam 8 malam Mira akan mengganti shiftnya dengan teman kerjanya.
Kegiatan kerja pun dimulai, terlihat kedai ramai seperti biasanya, banyak pengunjung yang datang, sekedar untuk minum-minum dan makan, atau hanya sekedar memandang Mira dan menggodanya, ia tidak pernah terganggu dengan hal tersebut, laki-laki disana juga hanya bercanda dengannya, tidak ada yang melakukan hal yang tidak senonoh dan semacamnya, Mira pun juga ikut bercanda bersama mereka.
Tak lama, waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, dan banyak pengunjung yang sudah pulang, Mira bersiap-siap untuk menutup kedai, hal yang ia lakukan seperti, mengelap meja dan menaikkan kursi untuk ditaruh diatas meja, selang beberapa menit, datanglah seorang pria, pria ini datang untuk memesan makanan, yaitu spageti dan cola.
"Maaf tuan tokonya sebentar lagi tutup, tuan mungkin bisa datang besok lagi", kata Mira.
"Sebentar saja nona manis, aku sangat lapar sekali, dari tadi siang aku belum makan, tenanglah aku akan makan dengan cepat dan kuberikan bonus tip nanti", kata pria itu.
Mira yang merasa kasihan pun mengiyakan maksud pria itu.
"Oh baiklah tuan, tuan duduk dulu disini saya akan menyiapkan makanannya, dan tidak perlu memberi bonus tip", kata Mira sambil tersenyum.
Pria itupun mengikuti perkataan Mira dan duduk menunggu makanannya. Beberapa menit berlalu dan makanan pria tersebut sudah datang, Mira langsung menyajikannya kepada pria itu.
"Maaf tuan, koki kami telah pulang sejak tadi, tapi saya bisa memasak spageti ini, rasanya tidak kalah dengan masakan koki disini, bila tuan tidak menyukainya, tuan boleh tidak membayarnya", kata Mira.
"Jadi begitu, mari aku coba terlebih dahulu, hmmm.. ternyata enak sekali, tenang saja ini enak sekali nona, aku bisa menghabiskannya ", jawab pria itu sambil tersenyum.
"Syukurlah, terima kasih tuan, silahkan nikmati makanannya, saya akan membereskan dapur terlebih dahulu", kata Mira dengan penuh lega.
Beberapa menit telah berlalu, pria tadi lalu memanggil Mira untuk datang.
"Nona, nona manis, bisakah kau kemari dan tolong aku sebentar?", kata pria itu.
"Iya tuan, saya segera datang!", jawab Mira sambil berlari.
"Iya, ada perlu apa tuan, apakah anda akan segera pulang?", tanya Mira.
Pria itu langsung berdiri dari tempat duduknya dan langsung memukul kepala Mira dengan tangannya, Mira yang kaget tidak cukup cepat untuk menghindar dari serangan yang tiba-tiba itu, pukulan itu membuat Mira pingsan tak sadarkan diri.
Beberapa jam setelah kejadian itu, Mira pun tersadar dari pingsannya, ia mendapati dirinya diikat di sebuah ranjang, kedua tangan dan kakinya diikat menggunakan semacam metal, dan ia tidak memakai busana apapun, terlihat air kencing yang mengucur dibawahnya, mungkin itu reflek tubuhnya ketika ia pingsan, Mira lalu mencoba melepaskan ikatannya, namun usahanya tidak berbuah hasil, ikatan tersebut hanya bisa dibuka dengan kunci, beberapa kali ia mencoba melepaskan diri namun tetap tidak bisa juga.
Tak lama, sesosok pria datang menghampiri dia, ternyata itu adalah pria yang berada di kedai tadi, pria itu datang dan langsung menciumnya, memainkan kelaminnya dan menjilati dada Mira, Mira yang terganggu, mencoba memberontak dan meronta-ronta, namun si pria tak berhenti sampai disitu, ia lalu mulai menyetubuhi Mira, Mira hanya bisa menangis dan pasrah.
"Kau suka itu nona manis?", kata pria itu.
Sudah hampir beberapa jam pria itu "melakukannya" kepada Mira, dan akhirnya pria itu pun berhenti.
"Permainan baru saja dimulai nona manis, jadi persiapkan dirimu", kata pria itu sambil pergi meninggalkan Mira.
Mira yang bingung mendengar perkataan pria itu hanya bisa berharap-pasrah dengan keadaannya, ia hanya mengharapkan untuk secepatnya keluar dari tempat itu.
Beberapa menit berlalu, pria itu datang lagi dengan membawa sebuah alat 'penopang kehidupan', yang dimana di tahun 2030, itu sudah tercipta, dan biasanya dipakai untuk kebutuhan medis, serta ia membawa sebuah kantung kecil, pria itu lalu mulai memasang alat tersebut dan meraih sebuah tabung dari alat itu, lalu dihubungkan ke tubuh Mira, dengan hal tersebut Mira menjadi sangat bingung dan was-was, setelah itu, pria itu memaksa Mira untuk memakan sebuah pil.
"Bukalah mulutmu nona, benda ini akan membuatmu bahagia berkali-kali lipat dari biasanya", kata pria sambil mencekoki Mira dengan semacam pil.
Mira yang tak bisa berbuat apa-apa akhirnya hanya bisa menelan pil tersebut, pil itu memiliki cara kerja yang mirip dengan LSD, namun efek yang dihasilkan tidak terlalu kuat, pil itu pula dicampur dengan morfin, dan mengandung senyawa pereda rasa sakit yang 10x lebih kuat.
"Baiklah mari kita mulai", kata pria itu.
Pria itu lalu mulai menyetubuhi Mira lagi, dan kali ini ia sambil menyayat-yayat kulit Mira menggunakan pisau dari kantung tadi, pisau itu makin lama tidak hanya digunakan untuk menyayat, namun juga digunakan untuk memotong tangan dan kakinya, pelan tapi pasti Mira dimutilasi, dan masih dalam pengaruh pil, Mira hanya bisa tersenyum dan mendesah.
"aaah..aaah...ahhh", suara Mira yang mendesah.
"Bagus nona manis lakukan seperti itu!", kata pria itu sambil memutilasi tangan dan kaki Mira.
Hal itu berlangsung cukup lama, efek pil itu sudah habis, Mira yang sadar dari efek pil itu kaget melihat keadaan tubuhnya, ia meringis kesakitan dan menangis sejadi-jadinya.
Pria itu tanpa perlu waktu lama, ia memasukkan lebih banyak pil ke mulut Mira, dan ia mulai menyetubuhi Mira lagi, tak berhenti sampai disitu saja, pria itu lalu memanggil teman-temannya untuk ikut menyetubuhi Mira.
"aaah..aah...mmm...aah", desahan Mira sambil tersenyum.
YOU ARE READING
A Lullaby
Short StoryKumpulan cerpen horror antologi untuk menemani malam-malam dan siang kalian.
