Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Chapter 1 #First love meeting

81 9 2
                                        

'meeting with him is the beginning of change'.

Hari terlalu panas untuk melakukan aktivitas olahraga, jam menunjukkan pukul 10.00. Dilapangan Taman Sari yang berada ditengah perumahan bhayangkara itu terletak bersebelahan dengan SMA Harapan Kusuma 2.

"Hei nak! Ngapain kamu sendirian disana! Ayo kita harus cepat melanjutkan materi hari ini".

Seru pak Andi, dia adalah seorang guru olahraga yang mengajar di sekolah ku, dia terlihat seperti orang jahat dengan tatapan yang sangat tajam, dan badan kekar seperti binaragawan. Tetapi sebenarnya dia tidak seperti yang kelihatan nya, dia orang yang pengertian dan tidak mudah marah hanya orang-orang yang belum kenal saja pasti takut dan segan untuk menegurnya sama hal nya seperti orang-orang menilaiku.

Aku Rima, mungkin sudah ku bilang bilang sebelumnya, aku sama seperti pak andi. Aku gadis yang tidak suka bercanda dan selalu terlihat serius. Muka jutek dan selera ku membuat orang segan ingin berkenalan atau bahkan hanya sesapa pun. Sampai pada akhirnya ada pria tampan dan high class berhasil mengubah semua itu. Dia lah Tomi, Polisi daerah yang bekerja di kota tempat tinggal ku.

**

(Jam Olahraga Berakhir)

"Rim, makan yuk?". Cia, Shasha, Dita (Genk ku di sekolah sebut saja girls squad)

"Makan dimana? disini udah buka ya kantin nya jam segini?"

"Makan disono noh, kantin yang banyak aparat-aparat cakep sering nongkrong, kali aja ada yang nyangkut hehehe" Jawab Shasha dengan tertawa kecil.

Aku dan girls squad jalan kaki menuju kantin. Ketika sampai disana, sungguh ramai sekali orang-orang memakai pdh coklat tersebut. Aku dan girls squad jadi celangak celinguk tidak ada satu pun tempat duduk dan meja untuk kami. Tiba-tiba ada laki-laki yang menghampiri ku dan...

"Silahkan mba, kita udah selesai". (serombongan aparat pergi meninggalkan tempat)

Bau parfume kelas sekali, putih, rapi dari penampilan good looking sungguh dia pria tipe ku.

Hanya senyum tipis yang ku ukirkan di wajah ku sebagai tanda terima kasih untuk pria yang menawarkan tempat untuk kami dan pria itu kembali ke pos penjaga di daerah Taman Sari itu.

"Rim pesen mau apaan? disini sih paling enak mie ayam nya". Teriak Shasha.

"Yaudah samain aja deh kaya yang lo pesen". Karena selera makan ku sama seperti Shasha.

Jadi kami ber 4 pesen mie ayam semua, lumayan banyak sih porsinya, tapi si Dita masih aja nambah tu 1 porsi. Gak salah emang Juara banget mie ayam nya, wajar aja rame terus.

Seperti biasa kalo udah makan pura-pura bego semua padahal alesan aja mager buat bayar, akhirnya aku deh yang turun tangan buat bayar, tapi duitnya dikumpulin dulu hahaha.

"Berapa bang mie ayam nya 5, sama es jeruk nya 4"

"70ribu neng"

Ku kasih dong uang 100ribu dan nungguin kembalian.

"Nih neng kembalian nya". Sambil mengulurkan tangan dengan secarik kertas kecil yang berisikan tulisan . .

("...WhatsApp?"...)

"Nih kertas punya abang?"

"Bukan neng, tuh punya mas-mas cakep yang jaga di pos depan, katanya kasiin ke eneng, tadi nya saya mau ke meja eneng ngasiin itu dan ngambil piring kotor nya ehh eneng nya kesini". Jawab abang mie ayam.

"Nih bang saya kembaliin kertas nya"

"Kok ga di bales neng". Saut abang mie ayam.

Lirikan tajam ku lontarkan pada abang mie ayam dan berbalik meninggalkan nya lalu menghampiri girls squad.

STRAWBERRYStories to obsess over. Discover now