Apa gunanya hidup jika dicekal rasa khawatir?
Setiap hari, aku seperti dikendalikan oleh diriku sendiri.
Mati, mati, mati.
Keadaan seolah-olah menjepit aku ditengah-tengah.
Aku ingin segera mengakhiri ini.
Semuanya pasti akan pergi, tidak ada yang namanya abadi.
Kamu tidak berguna, hidupmu sudah hancur. Kamu gagal. Tidak akan ada yang membantumu kali ini.
Lantas aku membuka mata dan bernafas lega. Ternyata hanya mimpi.
Sekalipun suara itu datang menghampiri, aku tidak akan tertipu lagi.
Segala hal negatif yang aku dengar, hanya sebuah ilusi dari alam bawah sadar. Aku tersenyum.
Kamu bodoh, payah, pengecut.
"Lebih baik menjadi payah, bodoh, dan pengecut daripada menjadi ilusi seperti kamu. Bersuara tapi tidak nyata," ucapku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Random Talk : Darkside
Short StoryKini aku menyadari satu hal. Segala sesuatu ternyata memang ada tanggal kadaluarsa. Kemarin, aku baru saja merasakan arti bahagia. tawaku lepas menggema. namun kini, mengapa aku merasakan hal ini lagi? Kekosongan, apa kamu tidak bosan berdiam dalam...
