1:My Crush

46 4 1
                                        

Lyra Leonardo Vantiello (19)

Lyra Leonardo Vantiello (19)

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Prince Jaden (21)

Prince Jaden (21)

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


———••¤••———

Ketika kita mencintai seseorang, kita butuh dua hal. Hati dan logika. Jika kamu hanya menggunakan salah satunya dan mengabaikan yang lainnya. Kamu akan gagal dalam kisahmu.

———••¤••———

"Cecil, kembaliin HP gue!"

Lyra berusaha berlari sekencang angin untuk menangkap gadis yang merampas HP nya.

"Lyra, lo polos abis. Lo masih suka Jaden, padahal udah tahu dia jerk. Lo suka bastard!"

"Jaden nggak gitu!"

Pekik Lyra membuat Cecil berhenti dan berbalik menatap adiknya. Ia mendekati Lyra dan memberikan HPnya.

"Lyra, lo udah tahu kalau dia bersikap buruk ke fans-nya. Terus lo tetap mengidolakan orang seperti itu?"

"Cecil, lo tahu sendiri para wartawan itu suka banget nambah berita palsu. Gue udah kenal Jaden. Gue bakal ngikuti kata hati gue sendiri!"

"Tak jarang hati menyesatkan. Gunakan logika juga, bodoh!"

"Lo cuma kenal dia modal layar dan kuota. Lo nggak tahu seperti apa dia dikehidupan nyata!"

Ucapan Cecil berhasil menusuk hati Lyra. Semua yang dikatakan Cecil ada benarnya, namun entah mengapa dirinya berusaha lari dari kebenaran itu.

Cecil berbalik dan melangkah keluar kamar Lyra. Menutup pintu kamar dengan keras.

Lyra menghempaskan diri ke kasurnya dan menatap langit kamar. Ia menarik nafas dalam-dalam dan menutup matanya, membiarkan kepalanya kembali dingin. Gadis itu membuka layar HPnya dan membuka instagram.

Sebuah pengumuman dari akun milik Jaden. Setelah membacanya, gadis itu melompat-lompat dikasurnya. Dia bersorak kegirangan.

Seorang wanita paruh baya membuka pintu kamar Lyra dan menggelengkan kepalanya.

"Kenapa lagi? Kamu selalu tertawa sendiri seperti gadis hilang akal!"

Luci menghampiri putrinya dan duduk disebelah Lyra.

"Jaden akan membuat sayembara, Ma."

"Sayembara apa? Memangnya kita membali ke jaman kerajaan?"

Lyra memutar bola matanya malas. Gadis itu selalu mendapat jawaban tak masuk akan dari mamanya.

"Mama, maksudnya Jaden akan membuat kompetisi. Dan yang menang bisa masuk ke dalam vidionya. Dan aku bisa shooting dengan Prince Jaden."

Luci berdiri. "Mama tidak setuju!"

"Oh Goshh... Come on, Ma. Ini adalah jembatan agar aku dekat dengan Jad. Jadi tolong, dukung putrimu ini."

"Mama tak ingin kamu semakin kehilangan akalmu sedikit demi sedikit karena orang asing itu. Mama juga sudah dengar bahwa pria itu mendorong fans nya. Dia bukan orang baik, Lyra!"

"Mama!"

"Ketika kita mencintai seseorang, kita butuh dua hal. Hati dan logika. Jika kamu hanya menggunakan salah satunya dan mengabaikan yang lainnya. Kamu akan gagal dalam kisahmu."

Luci melangkah pergi, meninggalkan putrinya yang mencebik tak terima. Namun ketika diambang pintu wanita itu berbalik dan menatap kembali putrinya.

"Enes menunggumu dibawah. Mama akan lebih bahagia jika kau dan Enes bersama."

"Kami hanya teman, Ma!"

Teriakan Lyra tidak dihiraukan oleh Luci. Gadis itu semakin kesal. Ada apa dengan semua orang hari ini? Lyra bahkan sudah mengenal Jaden dengan baik meski hanya menonton ratusan vidio di Youtube nya. Mereka hanya berspekulasi tidak jelas.

Lyra teringat bahwa Enes sudah menunggunya. Gadis itu segera bangkit dari kasur dan berjalan ke depan cermin untuk menyisir rambutnya yang berantakan.

Ia kemudian berjalan turun ke lantai bawah menemui Enes. Hari ini ia baru ingat ada jadwal bekerja kelompok dengan Enes. Dosen memberi mereka banyak sekali tugas.

"Kamu udah siap?"

Tanya cowok bernama Enes yang bangkit dari sofa.

"Ini kepagian. Kamu udah sarapan?" tanya Lyra.

"Kita bisa makan diluar sama-sama."

"Aku nggak mau makan sama orang yang belum mandi!"

"Aku udah mandi, Lyra. Kalau mau, kamu boleh menciumnya, aku wangi!"

"Najis!"

Mereka tertawa meninggalkan kediaman Lyra. Hari ini Enes membawa mobil. Tidak biasanya pria itu menjemput Lyra dengan mobil. Biasanya mereka akan pergi dengan motor tua kesayangan Enes.

.
.
.
.
.
.
.

To Be Continue ———•••

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 14, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

My Popular GuyWhere stories live. Discover now